Bikin Sensasi, Yawadwipa Ingin Ikutan Rombak Bumi Plc
Jumat, 10/02/2012 11:41 WIB
Jakarta - Setelah bikin heboh menawar Bank Mutiara (eks Bank Century) Rp 6,7 triliun, kini Yawadwipa Companies ikut-ikutan soal perombakan direksi Bumi Plc oleh Bakrie dan Samin Tan pemilik Borneo Energy.
Dalam pernyataannya, Presiden Direktur Yawadwipa Christopher Holm memang menyatakan perusahaan yang dipimpinnya tersebut tertarik untuk membeli Bumi Plc milik Bakrie dan Samin Tan, namun dia ingin agar perombakan direksi dilakukan segera.
"Kami tertarik untuk menjadi investor di sektor sumber daya alam dan kami mendukung kuat langkah Samin Tan dan tim manajemennya di Borneo. Sebagai pemegang saham prospektif dari Bumi, kami ingin mengkahiri drama yang terjadi. Dan kami melihat bahwa permintaan Tan dan Bakrie konsisten dengan rencana perampingan organisasi. Kami mendukung agenda mereka," kata Holm dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (10/2/2012).
Menurut Yawadwipa, perombakan direksi Bumi ini bakal berdampak positif kepada para pemegang saham dan mempercepat fokus bisnis Bumi ke depan.
"Yawadwipa tertarik untuk menjadi pemegang saham Bumi tapi jika tata kelola Bumi sudah diperbaiki. Karena itu kami merekomendasikan rencana Samin Tan harus segera dieksekusi dan tak ditunda-tunda, karena ketidakjelasan bakal membuat prospek perusahaan makin tak jelas," kata Holm.
Memang kongsi Grup Bakrie dan Samin Tan akan menggeser Nathaniel Philip Victor James Rothschild dari posisi Direktur di Bumi Plc. Rencana ini akan dibahas dalam rapat umum pemegang saham Bumi Plc berikutnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini Yawadwipa Companies sudah mengajukan tawaran resmi untuk pembelian Bank Mutiara (eks Bank Century) Rp 6,75 triliun melalui Danareksa selaku agen penjual Bank Mutiara.
Perusahaan ini dipimpin oleh CEO Christopher Holm. Ia juga akan menjadi komisaris di Komite Investasi Java Fund yang merupakan bagian dari perusahaan.
Ia sudah menyertakan modal sebanyak US$ 25 juta di perusahaan tersebut. Perusahaan juga menunjuk Prasetyo Singgih sebagai Direktur Operasi Yawadwipa. Prasetyo merupakan salah satu Wakil Ketua Kadin.
Yawadwipa saat ini masih dalam proses perizinan untuk meluncurkan Java Fund. Setelah mendapat izin, perusahaan membidik dana kelola hingga US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 9 triliun.
(dnl/ang)
Dalam pernyataannya, Presiden Direktur Yawadwipa Christopher Holm memang menyatakan perusahaan yang dipimpinnya tersebut tertarik untuk membeli Bumi Plc milik Bakrie dan Samin Tan, namun dia ingin agar perombakan direksi dilakukan segera.
"Kami tertarik untuk menjadi investor di sektor sumber daya alam dan kami mendukung kuat langkah Samin Tan dan tim manajemennya di Borneo. Sebagai pemegang saham prospektif dari Bumi, kami ingin mengkahiri drama yang terjadi. Dan kami melihat bahwa permintaan Tan dan Bakrie konsisten dengan rencana perampingan organisasi. Kami mendukung agenda mereka," kata Holm dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (10/2/2012).
Menurut Yawadwipa, perombakan direksi Bumi ini bakal berdampak positif kepada para pemegang saham dan mempercepat fokus bisnis Bumi ke depan.
"Yawadwipa tertarik untuk menjadi pemegang saham Bumi tapi jika tata kelola Bumi sudah diperbaiki. Karena itu kami merekomendasikan rencana Samin Tan harus segera dieksekusi dan tak ditunda-tunda, karena ketidakjelasan bakal membuat prospek perusahaan makin tak jelas," kata Holm.
Memang kongsi Grup Bakrie dan Samin Tan akan menggeser Nathaniel Philip Victor James Rothschild dari posisi Direktur di Bumi Plc. Rencana ini akan dibahas dalam rapat umum pemegang saham Bumi Plc berikutnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini Yawadwipa Companies sudah mengajukan tawaran resmi untuk pembelian Bank Mutiara (eks Bank Century) Rp 6,75 triliun melalui Danareksa selaku agen penjual Bank Mutiara.
Perusahaan ini dipimpin oleh CEO Christopher Holm. Ia juga akan menjadi komisaris di Komite Investasi Java Fund yang merupakan bagian dari perusahaan.
Ia sudah menyertakan modal sebanyak US$ 25 juta di perusahaan tersebut. Perusahaan juga menunjuk Prasetyo Singgih sebagai Direktur Operasi Yawadwipa. Prasetyo merupakan salah satu Wakil Ketua Kadin.
Yawadwipa saat ini masih dalam proses perizinan untuk meluncurkan Java Fund. Setelah mendapat izin, perusahaan membidik dana kelola hingga US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 9 triliun.
(dnl/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
