3 Pabrik Otomotif Siap Ramaikan Kawasan Industri di Jabobeka
Jumat, 10/02/2012 12:01 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan lahan industri di kawasan Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Karawang (Jabobeka) akan terus meningkat terutama dari industri otomotif. Tercatat beberapa pabrikan mobil kelas dunia ke depannya akan meramaikan permintaan lahan industri di kawasan ini.
"Perkiraan ke depan beberapa perusahaan otomotif (Toyota, Peugeot, dan General Motor) yang merencanakan untuk membangun pabrik baru dan perakitan mobil di Indonesia, akan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan lahan industri di Jabobeka (Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Karawang)," jelas laporan survei BI yang dikutip detikFinance, Jumat (10/2/2012).
Laporan ini semakin menguatkan kiprah pabrikan mobil seperti Toyota yang akan memperluas pabriknya untuk meningkatkan kapasitas melalui ekspansi. Dengan ekspansi tersebut, kapasitas produksi Toyota di pabrik Karawang ke-2 akan bertambah 50.000 unit menjadi 120 ribu unit per tahun pada 2014.
Dengan demikian keseluruhan total produksi Toyota di Indonesia yakni pabrik Karawang ke-1 dan Karawang ke-2 akan mencapai 230.000 unit per tahun. Total investasi penambahan kapasitas produksi di Karawang ke-2 mencapai 41,3 miliar yen atau setara dengan Rp 4,8 triliun.
Sementara itu BI juga mencatat sepanjang 2011 tidak ada tambahan lahan industri, sehingga total luas lahan industri di empat kawasan itu hanya 6.504 hektar. Di satu sisi terus terjadi kenaikan permintaan yang menyebabkan kenaikan harga jual lahan industri hingga 15,93% (q to q) menjadi Rp 1,28 juta per meter.
Penjualan lahan industri pada tiga bulan terakhir di 2011 mencapai 32 hektar, di antaranya 27 hektar terdapat di Bekasi, Cikarang, sisanya di Jakarta. Permintaan lahan industri untuk otomotif, elektronika, bahan bangunan dan industri makanan memberikan kontribusi yang signifikan.
"Tingkat penjualan lahan industri pada triwulan IV-2011 sedikit meningkat 0,68% (q to q) menjadi 73,24%," jelas laporan itu.
Sementara itu tingkat hunian dan tarif sewa lahan industri di triwulan VI-2011 meningkat 0,34% (q to q) dan 1% (q to q). Sehingga tingkat huniannya menjadi 66,21% dan tarif sewa lahan menjadi sebesar Rp 36.852 per meter per bulan.
Misalnya di kawasan industri di Banten, jumlah pasokan industri meningkat 0,14% (q to q) menjadi 5.426 hektar. Terjadi peningkatab penjualan lahan industri di Banten menjadi 72,13% dam kenaikan harga jual 6,2% (q to q) menjadi Rp 847.979 per meter.
(hen/dnl)
"Perkiraan ke depan beberapa perusahaan otomotif (Toyota, Peugeot, dan General Motor) yang merencanakan untuk membangun pabrik baru dan perakitan mobil di Indonesia, akan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan lahan industri di Jabobeka (Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Karawang)," jelas laporan survei BI yang dikutip detikFinance, Jumat (10/2/2012).
Laporan ini semakin menguatkan kiprah pabrikan mobil seperti Toyota yang akan memperluas pabriknya untuk meningkatkan kapasitas melalui ekspansi. Dengan ekspansi tersebut, kapasitas produksi Toyota di pabrik Karawang ke-2 akan bertambah 50.000 unit menjadi 120 ribu unit per tahun pada 2014.
Dengan demikian keseluruhan total produksi Toyota di Indonesia yakni pabrik Karawang ke-1 dan Karawang ke-2 akan mencapai 230.000 unit per tahun. Total investasi penambahan kapasitas produksi di Karawang ke-2 mencapai 41,3 miliar yen atau setara dengan Rp 4,8 triliun.
Sementara itu BI juga mencatat sepanjang 2011 tidak ada tambahan lahan industri, sehingga total luas lahan industri di empat kawasan itu hanya 6.504 hektar. Di satu sisi terus terjadi kenaikan permintaan yang menyebabkan kenaikan harga jual lahan industri hingga 15,93% (q to q) menjadi Rp 1,28 juta per meter.
Penjualan lahan industri pada tiga bulan terakhir di 2011 mencapai 32 hektar, di antaranya 27 hektar terdapat di Bekasi, Cikarang, sisanya di Jakarta. Permintaan lahan industri untuk otomotif, elektronika, bahan bangunan dan industri makanan memberikan kontribusi yang signifikan.
"Tingkat penjualan lahan industri pada triwulan IV-2011 sedikit meningkat 0,68% (q to q) menjadi 73,24%," jelas laporan itu.
Sementara itu tingkat hunian dan tarif sewa lahan industri di triwulan VI-2011 meningkat 0,34% (q to q) dan 1% (q to q). Sehingga tingkat huniannya menjadi 66,21% dan tarif sewa lahan menjadi sebesar Rp 36.852 per meter per bulan.
Misalnya di kawasan industri di Banten, jumlah pasokan industri meningkat 0,14% (q to q) menjadi 5.426 hektar. Terjadi peningkatab penjualan lahan industri di Banten menjadi 72,13% dam kenaikan harga jual 6,2% (q to q) menjadi Rp 847.979 per meter.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
