Pengerjaan PSU Rumah Sederhana Diserahkan ke Pengembang
Sabtu, 11/02/2012 12:19 WIB
foto: dok detikFinance
Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) siap mengganti skema pembangunan prasarana, sarana dan utilisasi umum (PSU), dari sebelumnya dilakukan kontraktor yang ditunjuk. Nantinya pengembang adalah pihak yang membangun PSU, dengan sistem reimburse (penggantian).
"Iya nanti akan ada dilakukan oleh pengembang sendiri. Dari sebelumnya lewat kontraktor," kata Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz di Jakarta, Jumat (11/2/2012) malam.
Dengan penggantian skema ini, diharapkan realisasi PSU menjadi standar dan tidak lagi sering ditilep oleh kontraktor. Pengembang akan mengklaim kepada Kemenpera sebesar Rp 5 juta per unit untuk rumah yang dijual.
"Nanti akan ada lembaga tender. Pengembang akan reimburse," tuturnya.
Sebelumnya, kebijakan PSU banyak dikritik pengembang. Pasalnya realisasi infrastruktur perumahan seperti jalan dan drainase sangat buruk. Pengembang menduga dana PSU sering ditilep oleh kontraktor yang ditunjuk Kemenpera.
Ketua DPP Apersi, Eddy Ganefo menjelaskan, bantuan PSU tidak diberikan langsung kepada calon pemilik rumah. "Saya punya data, kalau ingin buka-bukaan. Misalnya jalan cor yang standarnya 17 cm-20 cm, tebalnya ternyata cuma 5 cm. Drainase yang harusnya pakai batu kali, diganti batu bata. Itupun dipasang memanjang hingga gampang rusak," ceritanya Eddy waktu itu.
Djan Faridz Pasang Target Bedah 1,25 Juta Rumah
Sebagai Menteri Perumahan Rakyat baru, Djan Faridz pasang target bedah 500 ribu rumah sampai 2013. Ini menjadi fokus Kemenpera, untuk mencegah masyarakat Indonesia agar tak lagi tinggal di kawasan kumuh.
Berdasarkan data program Kemenpera hingga 2014, seperti dikutip detikFinance, Sabtu (11/2/2012), tahun 2012 Djan akan memperbaiki 40 ribu rumah rakyat menjadi layak huni, serta membangun 20 ribu rumah baru bagi keluarga yang belum memiliki tempat tinggal.
Djan mengaku, program bedah rumah atau yang dikenal rumah swadaya diminati masyarkat. Untuk itu, Kemenpera berniat melipatgandakan jumlah bedah rumah menjadi 250 ribu unit.
"Dana yang tersedia sebelumnya Rp 280 ribu unit. Kami coba minta anggaran tambahan. Jadi ada kekurangan Rp 1,3 triliun. Ini harus diperhatikan," katanya.
"Hingga 2013 kita juga minta anggaran dan dapat membangun 500 ribu rumah, Mudah-mudahan Kemenpera dapat (anggaran). 2014 juta. Hingga total perbaikan rumah mencapai 1.25 juta unit," tambahnya.
Data Kemenpera juga menyampaikan alasan kenapa pihaknya lebih memprioritaskan bedah rumah. Yakni, Perpres 15 Tahun 2010 memerintahkan adanya penanggulangan kemiskinan, pasalnya masih ada 4,8 juta rumah belum layak huni. Selain itu masih terdapat 10,5 juta rumah yang belum memiliki jamban, hingga jauh dari kategori layak.
Bedah rumah semakin didukung oleh adanya sumber dana lain selain APBN, seperti bantuan anggaran daerah termasuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta. "Bagi saya penting adalah swadaya. Bedah rumah. Karena ini masyarakat miskin. Namanya saja Menteri Perumahan Rakyat. Kalau tidak berbuat sesuatu untuk rakyat, saya senang untuk mundur," jelas Djan kemarin di kantornya.
(wep/ang)
"Iya nanti akan ada dilakukan oleh pengembang sendiri. Dari sebelumnya lewat kontraktor," kata Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz di Jakarta, Jumat (11/2/2012) malam.
Dengan penggantian skema ini, diharapkan realisasi PSU menjadi standar dan tidak lagi sering ditilep oleh kontraktor. Pengembang akan mengklaim kepada Kemenpera sebesar Rp 5 juta per unit untuk rumah yang dijual.
"Nanti akan ada lembaga tender. Pengembang akan reimburse," tuturnya.
Sebelumnya, kebijakan PSU banyak dikritik pengembang. Pasalnya realisasi infrastruktur perumahan seperti jalan dan drainase sangat buruk. Pengembang menduga dana PSU sering ditilep oleh kontraktor yang ditunjuk Kemenpera.
Ketua DPP Apersi, Eddy Ganefo menjelaskan, bantuan PSU tidak diberikan langsung kepada calon pemilik rumah. "Saya punya data, kalau ingin buka-bukaan. Misalnya jalan cor yang standarnya 17 cm-20 cm, tebalnya ternyata cuma 5 cm. Drainase yang harusnya pakai batu kali, diganti batu bata. Itupun dipasang memanjang hingga gampang rusak," ceritanya Eddy waktu itu.
Djan Faridz Pasang Target Bedah 1,25 Juta Rumah
Sebagai Menteri Perumahan Rakyat baru, Djan Faridz pasang target bedah 500 ribu rumah sampai 2013. Ini menjadi fokus Kemenpera, untuk mencegah masyarakat Indonesia agar tak lagi tinggal di kawasan kumuh.
Berdasarkan data program Kemenpera hingga 2014, seperti dikutip detikFinance, Sabtu (11/2/2012), tahun 2012 Djan akan memperbaiki 40 ribu rumah rakyat menjadi layak huni, serta membangun 20 ribu rumah baru bagi keluarga yang belum memiliki tempat tinggal.
Djan mengaku, program bedah rumah atau yang dikenal rumah swadaya diminati masyarkat. Untuk itu, Kemenpera berniat melipatgandakan jumlah bedah rumah menjadi 250 ribu unit.
"Dana yang tersedia sebelumnya Rp 280 ribu unit. Kami coba minta anggaran tambahan. Jadi ada kekurangan Rp 1,3 triliun. Ini harus diperhatikan," katanya.
"Hingga 2013 kita juga minta anggaran dan dapat membangun 500 ribu rumah, Mudah-mudahan Kemenpera dapat (anggaran). 2014 juta. Hingga total perbaikan rumah mencapai 1.25 juta unit," tambahnya.
Data Kemenpera juga menyampaikan alasan kenapa pihaknya lebih memprioritaskan bedah rumah. Yakni, Perpres 15 Tahun 2010 memerintahkan adanya penanggulangan kemiskinan, pasalnya masih ada 4,8 juta rumah belum layak huni. Selain itu masih terdapat 10,5 juta rumah yang belum memiliki jamban, hingga jauh dari kategori layak.
Bedah rumah semakin didukung oleh adanya sumber dana lain selain APBN, seperti bantuan anggaran daerah termasuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta. "Bagi saya penting adalah swadaya. Bedah rumah. Karena ini masyarakat miskin. Namanya saja Menteri Perumahan Rakyat. Kalau tidak berbuat sesuatu untuk rakyat, saya senang untuk mundur," jelas Djan kemarin di kantornya.
(wep/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
