BI Rate Dipangkas, Bunga KPR Belum Mau Turun
Sabtu, 11/02/2012 15:16 WIB
Ilustrasi
Jakarta - Pengembang mengaku senang senang dengan penurunan suku bunga acuran (BI rate) menjadi 5,75%. Namun turunnya BI rate tidak secara langsung menurunkan bunga KPR.
Menurut Ketua DPP REI, Setyo Maharso, dampak bergeraknya BI rate akan terjadi pada tiga bulan mendatang setelah pengumuman. Perbankan harus memerlukan waktu dalam penyesuaian kebijakan BI.
"Tidak berarti BI rate turun ikut turun. Ini untuk tiga bulan ke depan. Apalagi bank, dana yang dipakai adalah dana mahal," katanya di Jakarta, Sabtu (11/2/2012).
Meski demikian penurunan BI rate berdampak positif secara jangka panjang. Karena potensi turunnya bunga KPR semakin besar, hingga berdampak kepada meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mencicil rumah.
Seperti diketahui, BI baru saja menurunkan lagi suku bunga acuan 25 bps dari 6% menjadi 5,75%. Penurunan BI rate bertujuan memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah menurunnya kinerja ekonomi global, dengan tetap mengutamakan pencapaian sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Dewan Gubernur BI meyakini penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang bersifat counter-cyclical sangat diperlukan dalam pengelolaan makroekonomi secara keseluruhan serta untuk membawa inflasi pada sasaran yang ditetapkan, yaitu 4,5% plus minus 1% di 2012 dan 2013.
Jika melihat daftar suku bunga dasar kredit (SBDK) terbaru, akhir 2011 terlihat rata-rata bunga KPR perbankan nasional sedikit mengalami penurunan meski jumlahnya terbatas.
Berikut daftar bunga KPR perbankan per Desember 2011:
(wep/ang)
Menurut Ketua DPP REI, Setyo Maharso, dampak bergeraknya BI rate akan terjadi pada tiga bulan mendatang setelah pengumuman. Perbankan harus memerlukan waktu dalam penyesuaian kebijakan BI.
"Tidak berarti BI rate turun ikut turun. Ini untuk tiga bulan ke depan. Apalagi bank, dana yang dipakai adalah dana mahal," katanya di Jakarta, Sabtu (11/2/2012).
Meski demikian penurunan BI rate berdampak positif secara jangka panjang. Karena potensi turunnya bunga KPR semakin besar, hingga berdampak kepada meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mencicil rumah.
Seperti diketahui, BI baru saja menurunkan lagi suku bunga acuan 25 bps dari 6% menjadi 5,75%. Penurunan BI rate bertujuan memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah menurunnya kinerja ekonomi global, dengan tetap mengutamakan pencapaian sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Dewan Gubernur BI meyakini penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang bersifat counter-cyclical sangat diperlukan dalam pengelolaan makroekonomi secara keseluruhan serta untuk membawa inflasi pada sasaran yang ditetapkan, yaitu 4,5% plus minus 1% di 2012 dan 2013.
Jika melihat daftar suku bunga dasar kredit (SBDK) terbaru, akhir 2011 terlihat rata-rata bunga KPR perbankan nasional sedikit mengalami penurunan meski jumlahnya terbatas.
Berikut daftar bunga KPR perbankan per Desember 2011:
- Bank Rakyat Indonesia (BRI) : bunga KPR 10,25%
- Bank Mandiri : bunga KPR 11,25%
- Bank Central Asia (BCA) : bunga KPR 7,5%
- Bank Negara Indonesia (BNI) : bunga KPR 11%
- Bank CIMB Niaga : bunga KPR 11,3%
- Bank Danamon Indonesia : bunga KPR 12,25%
- Bank Panin : bunga KPR 11,75%
- Bank Permata : bunga KPR 12%
- Bank Internasional Indonesia : 10,67%
- Bank Tabungan Negara (BTN) : 11,08%
- Bank OCBC NISP : bunga KPR 11,5%
- HSBC : bunga KPR 8,75%
- Bank Jabar Banten : bunga KPR 9,14%
- Bank Mega : bunga KPR 12,5%
- Bank UOB Indonesia : bunga KPR 10%
- Bank Bukopin : bunga KPR 12,33%
- Standard Chartered Bank : bunga KPR 9,17%
- Bank Jatim : bunga KPR 10,06%
- ANZ Panin Bank : 10,68%
(wep/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
