Harga Apartemen Mewah di Jakarta Bakal Terus Naik
Minggu, 12/02/2012 10:49 WIB
ilustrasi
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan permintaan apartemen kelas menengah atas atau apartemen mewah akan terus tinggi di Jakarta. Hal ini akan berdampak pada kenaikan harga jual segmen apartemen yang umumnya di atas Rp 800 juta per unit ini.
"Kedepannya dengan tingkat suku bunga yang semakin atraktif akan mendukung penjualan apartemen pada tahun 2012. Tambahan pasokan diperkirakan untuk apartemen kelas menengah dan atas. Tingginya permintaan diharapkan akan mendorong peningkatan harga jual, terutama apartemen yang masih dalam proses konstruksi," jelas laporan terbaru properti komersial yang dirilis BI, dikutip Minggu (12/2/2012)
BI juga mencatat penjualan apartemen yang masih dalam tahap konstruksi sebanyak 2.352 unit atau 91,14% memberkan imbas terhadap kenaikan penjualan dari 95,30% menjadi 95,33%. Selain itu tercatat harga jual apartemen meningkat 3,19% (qtoq) menjadi Rp 12,6 jta per meter pada tiga bulan terakhir 2011.
Pada periode triwulan IV 2011 tercatat ada pembangunan apartemen mewah di kawasan CBD (segi tigas emas) Jakarta dan non CBD. Sehingga mendorong kenaikan pasokan apartemen segmen ini di kawasan tersebut sebesar 3,93% (q to q) atau 12,63% (yoy) dengan total jumlah mencapai 80.561 unit.
Sementara itu untuk apartemen mewah di Bandung, tercatat pasokannya tetap konstan yaitu sebanyak 4.133 unit. Umumnya apartemen menengah atas di Bandung dijual dengan harga rata-rata Rp 670,75 juta per unit. Tercatat tingkat penjualan meningkat pada 3 bulan terakhir 2011 yaitu 6,59% menjadi 80,78%.
Selain itu, BI juga memperkirakan harga sewa untuk apartemen sewa di Jakarta tahun ini tetap stabil. Berdasarkan data jumlah pasokan apartemen sewa di Jakarta hingga akhir tahun 2011 mencapai 11.782 unit, sebanyak 60% di CBD. Penambahan pasokan apartemen sewa di Jakarta tahun ini diperkirakan hanya 324 unit.
Permintaan apartemen sewa di Jakarta tercatat paling banyak dari kalangan ekspatriat dari Asia. Pada tiga bulan terakhir 2011 tercatat kenaikan tarif sewa sebesar 1,48% menjadi Rp 153.688 per meter/bulan.
"Meskipun pasar apartemen sewa perkembangannya cukup baik di tahun 2011,namun pada taun 2012 perkembangan tingkat hunian dan tarif sewa diperkirakan akan lebih stabil, hal ini antaralain dipengaruhi oleh akan selesainya beberapa apartemen sewa (di Jakarta) saat ini masih dalam proses konstruksi," jelas laporan itu.
(hen/hen)
"Kedepannya dengan tingkat suku bunga yang semakin atraktif akan mendukung penjualan apartemen pada tahun 2012. Tambahan pasokan diperkirakan untuk apartemen kelas menengah dan atas. Tingginya permintaan diharapkan akan mendorong peningkatan harga jual, terutama apartemen yang masih dalam proses konstruksi," jelas laporan terbaru properti komersial yang dirilis BI, dikutip Minggu (12/2/2012)
BI juga mencatat penjualan apartemen yang masih dalam tahap konstruksi sebanyak 2.352 unit atau 91,14% memberkan imbas terhadap kenaikan penjualan dari 95,30% menjadi 95,33%. Selain itu tercatat harga jual apartemen meningkat 3,19% (qtoq) menjadi Rp 12,6 jta per meter pada tiga bulan terakhir 2011.
Pada periode triwulan IV 2011 tercatat ada pembangunan apartemen mewah di kawasan CBD (segi tigas emas) Jakarta dan non CBD. Sehingga mendorong kenaikan pasokan apartemen segmen ini di kawasan tersebut sebesar 3,93% (q to q) atau 12,63% (yoy) dengan total jumlah mencapai 80.561 unit.
Sementara itu untuk apartemen mewah di Bandung, tercatat pasokannya tetap konstan yaitu sebanyak 4.133 unit. Umumnya apartemen menengah atas di Bandung dijual dengan harga rata-rata Rp 670,75 juta per unit. Tercatat tingkat penjualan meningkat pada 3 bulan terakhir 2011 yaitu 6,59% menjadi 80,78%.
Selain itu, BI juga memperkirakan harga sewa untuk apartemen sewa di Jakarta tahun ini tetap stabil. Berdasarkan data jumlah pasokan apartemen sewa di Jakarta hingga akhir tahun 2011 mencapai 11.782 unit, sebanyak 60% di CBD. Penambahan pasokan apartemen sewa di Jakarta tahun ini diperkirakan hanya 324 unit.
Permintaan apartemen sewa di Jakarta tercatat paling banyak dari kalangan ekspatriat dari Asia. Pada tiga bulan terakhir 2011 tercatat kenaikan tarif sewa sebesar 1,48% menjadi Rp 153.688 per meter/bulan.
"Meskipun pasar apartemen sewa perkembangannya cukup baik di tahun 2011,namun pada taun 2012 perkembangan tingkat hunian dan tarif sewa diperkirakan akan lebih stabil, hal ini antaralain dipengaruhi oleh akan selesainya beberapa apartemen sewa (di Jakarta) saat ini masih dalam proses konstruksi," jelas laporan itu.
(hen/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
