detikfinance

OPEC Prediksi Permintaan Turun, Harga Minyak Tetap Melonjak

Rista Rama Dhany - detikfinance
Minggu, 12/02/2012 11:31 WIB
foto:reuters
Jakarta - Menurunnya permintaan minyak mentah dan krisis Eropa membuat Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) memproyeksikan penurunan permintaan minyak menjadi 88,76 juta barel/hari dari proyeksi bulan lalu 88,90 juta barel/hari.

Menurut Pengamat Perminyakan Muhammad Kurtubi, pemangkasan tersebut tidak akan berpengaruh terhadap penurunan harga minyak. Menurutnya ada faktor lain yang lebih kuat sehingga membuat harga minyak akan tinggi di tahun ini.

"Biasanya, jika ada penurunan permintaan, harga minyak akan turun, namun menurut pengamatan saya, pemangkasan tersebut tidak akan berpengaruh besar pada penurunan harga minyak mentah," kata Kurtubi, kepada detikFinance, Minggu (12/2/2012).

Bahkan dirinya memprediksi, harga minyak Brent atau harga minyak Indonesia sepanjang Januari-Desember 2012 tetap tinggi yakni berkisar US$ 100/barel – US$ 130/barel.

"Tetap tinggi, saat ini saja harga minyak Brent rata-rata mencapai US$ 115/barel, kalaupun turun maksimal diangka US$ 100/barel dan paling tinggi US$ 130/barel. Namun itu dengan catatan tidak ada gejolak seperti pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran yang bisa mengerek harga minyak dunia diangka US$ 150/barel," jelasnya.

Prediksinya tersebut berdasarkan tetap tumbuhnya perekonomian dunia, khususnya di China, India, Indonesia, Rusia, Brazil dan Timur Tengah. Penurunan permintaan hanya terpusat di Eropa, sementara negara lainnya tetap tumbuh, artinya pengaruhnya sangat kecil.

"Makanya saya tidak sependapat dengan prediksi OPEC, karena negara lain banyak yang tumbuh. Dan kalaupun prediksi OPEC tersebut benar, penurunan 120.000 barel/produksi per harinya tidak akan mempengaruhi pada penurunan harga minyak dunia," tandas Kurtubi.

Sebelumnya, OPEC memproyeksikan penurunan permintaan minyak global 2012 dalam laporan bulanannya.

Perkiraan baru ini juga merupakan kenaikan sebesar 0,94 juta barel per hari dari tingkat yang terlihat pada 2011, menurut data OPEC yang direvisi.

Pelemahan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat serta meningkatnya harga minyak diperkirakan akan menurunkan konsumsi minyak tahun ini. "Melemahnya ekonomi negara-negara OECD secara negatif mempengaruhi pasar minyak dan menyebabkan ketidakpastian besar dalam jangka pendek," demikian dinyatakan laporan tersebut.

Menurut OPEC, untuk pasar Eropa, ekonomi akan berangsur membaik, tetapi tetap banyak tantangan ke depannya. Kartel beranggotakan 12 negara itu menghasilkan sekitar 30% dari produksi minyak mentah dunia dan mereka memperkirakan permintaan meningkat terutama di China, India, Timur Tengah dan Amerika Latin. Namun, faktor lain yang turut menahan permintaan dunia adalah harga minyak yang lebih tinggi.

"Penguatan harga minyak dunia diperkirakan memiliki dampak negatif pada permintaan minyak," demikian dilaporkan OPEC.

Laporan OPEC juga menyatakan, menurut sumber-sumber sekunder, produksi minyak mentah OPEC naik pada bulan Januari hingga 30,90 juta barel per hari, tertinggi sejak Oktober 2008. Angka ini 900.000 barel di atas target pasokan OPEC yang disahkan pada pertemuan Desember lalu.



(hen/hen)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?