detikfinance

Malaysia Makin Agresif Akuisisi Perkebunan Sawit di RI

Suhendra - detikfinance
Minggu, 12/02/2012 17:36 WIB
Jakarta - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mengkhawatirkan makin ekspansinya perusahaan-perusahaan sawit Malaysia di Indonesia. Disaat bersamaan ada tren perusahaan lokal yang memiliki modal besar berupaya juga mengakuisisi perkebunan-perkebunan sawit skala kecil di dalam negeri.

Hal ini disampaikan oleh Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Asmar Arsjad kepada detikFinance, Minggu (12/2/2012)

"Sekarang ada tren perusahaan menengah atas mengakuisisi perusahaan kecil. Selain lebih mau memperluas usaha, mereka banyak duit juga, dari pada diambil Malaysia," katanya.

Ia mengatakan adanya upaya dari para pemain lokal untuk membeli lahan-lahan sawit skala kecil agar tak jatuh ke tangan Malaysia suatu hal yang positif.

"Misalnya Sinar Mas, kalau ada orang mau jual kebon sawit, tren ke arah itu, dari pada Malaysia yang beli, lebih baik orang Indonesia yang beli karena mereka melihat Malaysia mau beli, " katanya.

Meski demikian, Asmar tak sepenuhnya tenang. Ia mengatakan selama ini perusahaan-perusahaan Malaysia yang membeli lahan sawit dari pemilik swasta lokal sulit dilacak. Umumnya transaksinya dilakukan atas nama orang Indonesia bahkan memakai perusahaan Indonesia. Beberapa lokasi yang banyak terjadi seperti itu antaralain di Sumatera Utara, Kalimantan, Sumatera Barat. "Mereka pakai nama kita, memang agak sulit memantaunya," katanya.

Sementara itu Ketua Umum Apkasindo Anizar Simanjuntak menambahkan banyak perusahaan Malaysia mengakuisisi lahan sawit skala kecil dengan cara 'bawah tangan'

"Ini sudah lama, tapi sekarang makin bayak, mereka jual beli di bawah tangan, mereka menguasai perkebunan di Indonesia sudah diatas 20%. Misalnya di Padang banyak perusahaan Malaysia di sana," katanya.

Apkasindo pada tahun 2010 saja pernah mencatat dari total luas kebun kelapa sawit Indonesia di 2010 seluas 7,796 juta hektar yang dibagi menjadi 3 berdasarkan kepemilikannya, yaitu perkebunan negara, swasta, dan rakyat. Dari jumlah itu, untuk perkebunan swasta sebanyak 22% susah dikuasai pemodal dari Malaysia.

Rinciannya antaralain Perkebunan negara seluas 676 hektar atau 8,47%, perkebunan swasta seluas 3,5 juta hektare atau 43,88%, dan perkebunan rakyat 3,8 juta hektar atau 47,65%. Jika perkebunan swasta seluas 3,5 juta hektare, maka 22% dari lahan seluas tersebut setidaknya 770.000 hektar dikuasai Malaysia.



(hen/hen)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?