detikfinance

Gita Wirjawan Bingung Data Stok Garam Simpang-siur

Rista Rama Dhany - detikfinance
Senin, 13/02/2012 17:38 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/02/13/1036/gita-dalem2.jpg
Jakarta -Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan tidak ingin buru-buru mengeluarkan alokasi kuota impor. Alasannya data kebutuhan dan stok garam konsumsi di dalam negeri sampai saat ini masih simpang-siur.

"Kuota impor? Sampai saat ini, kami masih mendata berapa kebutuhan garam konsumsi dalam negeri," ujar Gita ketika ditemui di Kementerian Perindustrian seusai konferensi pers mengenai penyelenggaraan Indonesia Fashion Week (IFW) 2012, Senin (13/2/2012).

Pasalnya, sampai saat ini antara kementerian dan lembaga lainnya memiliki data yang berbeda-beda. "Perindustrian datanya A, Kementerian Kelautan dan Perikanan datanya B, perdagangan C, Badan Pusat Statistik D, wartawan E, mana yang bener, kalau masih simpang siur begini, dipakai patokan ya makin simpang siur," ucapnya.

Gita meyakini dalam minggu-minggu ini, data mengenai kebutuhan garam konsumsi dan produksi garam dalam negeri sudah keluar. "Data tersebut nantinya jelas dan dapat dipertanggung jawabkan, sehingga akan jelas kita butuh impor apa tidak," ujarnya.

"Yang jelas selama garam yang ada saat ini buat kamu (menunjuk wartawan) cukup buat makan garam sehari-hari, ya tidak perlu impor," tandasnya

Sebelumnya Kementerian Perindustrian merekomendasikan untuk membuka keran impor garam konsumsi untuk kebutuhan di 2012. Mulai Maret akan ada impor secara bertahap sampai masuk musim panen garam yang diperkirakan bulan Agustus 2012.

"Kita lagi berupaya mengoptimalkan pembelian stok (petani garam petani) yang masih ada. Importasi dilakukan sesuai posisi supply dan demand. Mungkin impor pada bulan Maret (2012)," Direktur Kimia Dasar Kementerian Perindustrian Tony Tanduk.

(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 21/07/2014 17:45 WIB
    Bos Blue Bird Bicara Soal Kursi Ketua Hipmi
    Jumat (18/07/2014) lalu, detikFinance berkesempatan mewawancarai Bayu Priawan Djokosoetono, Bendahara Umum Hipmi. Bayu dikabarkan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum Hipmi selanjutnya.
  • Gb Minggu, 20/07/2014 09:52 WIB
    Tips Cermat Mengelola Uang THR
    Sudah mendapat suntikan Tunjangan Hari Raya (THR)? Jika tidak dikelola dengan bijak, bisa jadi THR hanya akan numpang lewat saja. Berikut tipsnya.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut