detikfinance

Cuma Tangani 190 Kasus Pertambangan, Polisi Tak Dipercaya DPR

Rista Rama Dhany - detikfinance
Rabu, 15/02/2012 13:08 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/02/15/4/martabe-dalam.jpg
Jakarta -Pihak kepolisian (Polri) selama 2011 telah menangani 190 kasus pelanggaran pidana dibidang pertambangan dengan melibatkan sebanyak 291 tersangka. Namun anggota DPR-RI tak percaya jika kasus pidana pertambangan hanya 190 kasus pada tahun lalu.

"Kita (Polri) selama 2011 telah menangani 190 kasus disektor pertambangan dengan total tersangka sebanyak 291 tersangka," ujar Kabareskrim Irjen Pol Sutarman, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (15/2/2012).

Menurut Sutarman, sektor Pertambangan memang rawan terhadap penyimpangan, khususnya yang dilakukan pengusaha telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP).

"Belum adanya ketentuan yang mengatur secara tegas tentang kewajiban pengusaha yang telah memperoleh IUP yang dikeluarkan oleh Pemda untuk mengurus izin pinjam pakai kawasan hutan yang dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan, sehingga sering terjadi penyimpangan dilakukan pengusaha yang sudah memperoleh IUP langsung memanfaatkan kawasan hutan," ujar Sutarman.

Dijabarkan Sutarman, dari total kasus pidana, pihaknya berhasil menyita 16 juta ton hasil tambang, 991 karung, dan 2 truk batubara. "Ada lagi 22.000 kg (391 karung) berisi timah pasir, 80 ton batu arang, 32 keping, 4 butir dan 6 lempengan emas," ungkapnya.

"Ada pula 57 unit excavator yang disita, 19 unit alat berat, 35 unit truk, 3 unit kapal dan beberapa alat lainnya," tandas Sutarman.

Dari hasil temuan kasus tersebut tidak membuat Anggota Komisi VII asal daerah pertambangan, Kalimantan Selatan, Aspihani langsung percaya. Menurutnya, kasus di daerahnya saja sangat banyak.

"Di Kapolres di Kalsel saja sudah menyita jutaan karung bukan lagi ribuan, penyimpangan disektor pertambangan disana lebih banyak dari pada yang dikatakan polri (Kabreskrim Sutarman), bahkan ada Bupati disana yang berani melelang izin tambang," ungkap Aspihani.

Bahkan Aspihani menantang Kapolri, untuk sama-sama sidak ke daerah Kalsel. "Kita sama-sama lihat ditempat saya (Kalsel) bahwa pelanggaran pertambangan dan kasus pertambangan yang ditangani jauh lebih banyak dari data Polri saat ini (hanya 190 kasus)," tandas Politisi Demokrat ini.
(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Sponsored Link


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut