detikfinance

ICW: Demi Proyek, BUMN Rela Jadi 'ATM' Koruptor

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Senin, 20/02/2012 09:54 WIB
Halaman 1 dari 2
//images.detik.com/content/2012/02/20/4/bumn-dalam-1.jpg Ilustrasi Foto: Whery/detikFinance
Jakarta -Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sering dijadikan 'ATM' atau mesin uang bagi kepentingan elit, terutama dalam pemilihan umum (pemilu). Untuk itu, ICW berpesan kepada KPK dan Kepolisian agar lebih aktif melakukan penyelidikan, dengan mengumpulkan keterangan dari BUMN-BUMN yang telah disebut Nazaruddin dalam persidangan.

Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW, Firdaus Ilyas menjelaskan, BUMN jamak diketahui sebagai perusahaan penyumbang kampanye calon legislatif atau calon presiden tertentu. Setelah menang pemilu, perusahaan negara ini berharap mendapat proyek. Modusnya bisa melalui penunjukan langsung atau berpartner dengan swasta, seperti yang dilakukan Nazaruddin di grup Permai.

"Kita dorong KPK untuk melakukan penyelidikan. Siapa saja yang terlibat? Layer besarnya harus juga diungkap. Justru dari sini saya lihat, masih blur atau sengaja disamarkan atas dugaan keterlibatan Pimpinan Fraksi, Banggar, Partai atas kasus Nazar ini," kata Ilyas saat berbincang dengan detikFinance, Senin (20/2/2012).

"BUMN sering menjadi ATM atas Pileg atau Pilpres. Mereka dipaksa untuk jadi donatur kampanye. Setelah itu dikasih proyek," tambahnya.

Modus semacam ini diduga telah dilakukan BUMN bidang karya atau konstruksi. Penyelidikan BUMN Karya juga sudah dilakukan. Namun tidak hanya melibatkan WIKA (Wijaya Karya). PT PP (Persero) juga telah diminta keterangan.

Bagi ICW, tentu praktik-praktik semacam ini dapat merugikan negara. Pasalnya mekanisme tender atas proyek dihilangkan, demi tercapainya tujuan dari masing-masing pihak.

"Dengan cara semacam ini maka proyek di dapat dengan cara yang tidak fair. Kerugian negara jelas, dengan apakah nilai proyek yang digelembungkan dengan sebagain untuk komisi atau nilai proyek di-markdown," tegas Ilyas.Next

Halaman 12
(wep/ang)





Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut