Industri Sepatu Jabar & Banten Ancam Hengkang ke Myanmar
Selasa, 21/02/2012 18:17 WIB
Jakarta - Industri sepatu dan garmen di Jawa Barat (Jabar) dan Banten ancam pindah ke Myanmar karena dirongrong menaikkan upah buruh. Jika ini terealisasi, sekitar 500 ribu buruh yang bekerja di sektor tersebut terancam menganggur.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengungkapkan para pengusaha garmen dan sepatu di wilayah Banten keberatan atas adanya keputusan kenaikan UMP sekitar Rp 1,7 juta. Para pengusaha hanya mampu menaikkan hingga Rp 1,5 juta karena jumlah pekerjanya sangat padat karya.
"Ini masalahnya kok lebih berat dari tax holiday terutama labour incentive," ujar Sofjan saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Jika hal ini terus berlanjut, Sofjan menyatakan para pengusaha tersebut mengancam untuk keluar dari Indonesia."Kalau ini terus mereka keluar ke Myanmar," tegasnya.
Akibatnya, sekitar 500 ribu buruh yang selama ini bekerja di perusahaan tersebut terancam menjadi pengangguran. "Investasinya tidak besar, cuma tenaga kerja yang akan menganggur. Jawa Barat dan Banten 500 ribu saja, untuk garmen dan sepatu," jelasnya.
Menurut Sofjan, sebenarnya mau saja menaikkan upah buruh asalkan biaya produksi bisa ditekan pemerintah. "Nanti itu minyak naik, listrik naik, jadi bukan hanya masalah sosial buruh saja. Kalau itu bisa ditekan, kita bisa naikkan lebih tinggi, kita bisa menaikkan lebih tinggi jauh lebih tinggi dari keputusan sekarang," tandasnya.
(nia/hen)
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengungkapkan para pengusaha garmen dan sepatu di wilayah Banten keberatan atas adanya keputusan kenaikan UMP sekitar Rp 1,7 juta. Para pengusaha hanya mampu menaikkan hingga Rp 1,5 juta karena jumlah pekerjanya sangat padat karya.
"Ini masalahnya kok lebih berat dari tax holiday terutama labour incentive," ujar Sofjan saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Jika hal ini terus berlanjut, Sofjan menyatakan para pengusaha tersebut mengancam untuk keluar dari Indonesia."Kalau ini terus mereka keluar ke Myanmar," tegasnya.
Akibatnya, sekitar 500 ribu buruh yang selama ini bekerja di perusahaan tersebut terancam menjadi pengangguran. "Investasinya tidak besar, cuma tenaga kerja yang akan menganggur. Jawa Barat dan Banten 500 ribu saja, untuk garmen dan sepatu," jelasnya.
Menurut Sofjan, sebenarnya mau saja menaikkan upah buruh asalkan biaya produksi bisa ditekan pemerintah. "Nanti itu minyak naik, listrik naik, jadi bukan hanya masalah sosial buruh saja. Kalau itu bisa ditekan, kita bisa naikkan lebih tinggi, kita bisa menaikkan lebih tinggi jauh lebih tinggi dari keputusan sekarang," tandasnya.
(nia/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
