detikfinance

Indosurya: Masih Ada Ruang IHSG Menguat

Indosurya Asset Management - detikfinance
Rabu, 22/02/2012 07:30 WIB
Jakarta -IHSG menguat 22,70 poin (0,57%) di level 4.002,95. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,94 triliun unit saham dengan nilai total Rp 4,68 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 90 saham turun, dan 115 saham stagnan. LQ-45 naik 0,35% ke level 696,43 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,01% ke level 573,64.

Indeks sektoral saham bergerak variatif dengan penguatan pada indeks perdagangan yang naik 2,41% ke level 662,85; indeks keuangan naik 0,93% ke level 490,81; indeks pertambangan naik 0,81% ke level 2.822,90; indeks perkebunan naik 0,72% ke level 2.302,37; indeks infrastruktur naik 0,25% ke level 740,81; dan indeks properti naik 0,25% ke level 740,65. Sementara pelemahan pada indeks industri dasar yang turun 0,44% ke level 421,78; indeks konsumer turun 0,42% ke level 1.312,13; indeks manufaktur turun 0,30% ke level 1.003,92; dan indeks aneka industri turun 0,05% ke level 1.327,48. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 79,92 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,45 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,37 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 2.150 ke Rp 12.950, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 1.000 ke Rp 17.000, Astra International (ASII) naik Rp 550 ke Rp 74.500, Myoh Technology (MYOH) naik Rp 335 ke Rp 2.275, United Tractors (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 30.000; H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 250 ke Rp 47.950, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 150 ke Rp 22.400, J Resources Asia Pasifik (PSAB) naik Rp 125 ke Rp 3.400, dan Nipress (NIPS) naik Rp 125 ke Rp 3.675.

IHSG berhasil melanjutkan penguatannya dan memantapkan posisinya di atas level 4.000. Pergerakan ini seiring penguatan bursa saham Eropa setelah optimisme akan kesepakatan bailout ke-2 Yunani pada hari Senin malam di Brussels. Di sesi 2 sempat sedikit melemah setelah merespon penurunan bursa saham Jepang dan Hong Kong yang sempat bergerak di zona merah. Tetapi, kenaikan Indeks Hang Seng di akhir penutupan memberikan pengaruh positif bagi IHSG untuk bertahan di zona hijau meskipun di sisi lain indeks Nikkei masih melemah. Kenaikan ditopang saham- saham perdagangan dan pertambangan seiring kenaikan harga komoditas setelah Iran mengumumkan rencananya menghentikan penjualan minyak ke Perancis dan Inggris. Selain itu, harga minyak juga terdorong oleh kebijakan China dan ekspektasi penanganan krisis Yunani. Di sisi lain, kenaikan juga ditopang saham-saham perbankan seiring dengan rilis berita adanya kenaikan laba pada FY2011. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.008,23 (level tertingginya) menjelang akhir sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.980,16 (level terendahnya) menjelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.002,95. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.045/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.035/US$. Pergerakan ini dipicu respon pelaku pasar yang tidak terlalu reaktif pasca rilis berita Menkeu Uni Eropa yang sudah menyepakati bailout ke-2 untuk Yunani setelah pembicaraan alot selama 13 jam. Meski paket bailout senilai €130 miliar sudah disepakati, pasar meragukan program kebijakan penghematan dapat dilakukan Yunani mengingat kebijakan itu sangat tidak populer. Apalagi pada April 2012, Yunani akan mengadakan pemilu. Saat ini pun aksi-aksi protes menentang kebijakan penghematan oleh Pemerintah masih berlangsung karena dikhawatirkan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Selain program bailout , Eropa juga berencana menurunkan rasio utang Yunani menjadi 121% dari PDB di 2020 dan menyelesaikan proses debt swap dengan para kreditor swasta yang akan dimulai pada Rabu (22/2). Dari pergerakan Euro terlihat menguat di Asia setelah bailout tersebut disetujui.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak variatif dengan pelemahan pada bursa saham KorSel, Taiwan, Jepang, dan Filipina. Berbagai sentimen mewarnai pasar. Mulai dari kesepakatan bailout Yunani hingga harga minyak. Harga minyak pada perdagangan kontrak komoditas bergerak naik dipicu keputusan Iran menghentikan ekspor minyak ke Eropa dan juga didukung kesepakatan bailout untuk Yunani. Kondisi ini sekaligus mendorong Euro menguat. Sekalipun berita yang ada termasuk berita positif namun, pasar masih terlihat skeptis dengan kemampuan Yunani mewujudkan reformasi seperti yang diperlukan. Apalagi dengan adanya pemilu pada April 2012 yang kemungkinan akan ada pergantian kabinet yang bisa juga berujung pada perubahan kebijakan. Hang Seng dan Shanghai menguat setelah berita positif soal Yunani dan imbas dari langkah Bank Sentral (PBoC) sebelumnya yang menurunkan GWM. Bila ditelisik, PBoC sebelumnya telah menaikkan reserve requirement (RR) sebanyak 6x tahun lalu untuk menjaga likuiditas bank dan menghadang inflasi. Kali ini dengan memangkas RR bukan berarti mengendurkan likuiditas namun, PBoC masih mempertahankan tingkat bunga pinjaman dalam waktu dekat dalam rangka menjaga agar inflasi tidak kembali naik. Pertumbuhan PDB di level 8,9% (YoY) pada Q4-11, terendah sejak pertengahan 2009. Tetapi, IHK naik 4,5% pada Januari dimana sebelumnya pertumbuhan menurun selama beberapa bulan. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya All Industry Activity Index (MoM)
Jepang di level 1,3% dari sebelumnya -1%; dan Inflation Expectations (QoQ) New Zealand di level 2,5% dari sebelumnya 2,8%.

Bursa saham Eropa bergerak negatif kecuali pada Slovakia dan Polandia. Pergerakan ini dipicu respon ragu-ragu investor pasca tercapainya kesepakatan bailout ke-2 untuk Yunani pada Senin malam di Brussels dan keputusan writeoff obligasi senilai 53,5%. Bailout senilai €130 miliar diharapkan akan menyelamatkan Yunani dari gagal bayar bulan Maret senilai €14,5 miliar. Pelaku pasar masih meragukan apakah pemberian dana bailout tersebut mampu mengeluarkan Yunani dari krisis utangnya. Semalam obligasi Italia dan Spanyol mengalami kenaikan pasca tercapainya kesepakatan tersebut. Yield 10 tahun obligasi Italia turun 4 bps ke level 5,44%. Spanyol telah melelang obligasinya senilai €1,5 miliar untuk 3 bulan dengan yield rata-rata 0,396%, lebih rendah dari sebelumnya 1,285% dan €2,5 miliar untuk 6 bulan dengan yield rata-rata 0,764%, dari sebelumnya 1,847%. EFSF pun juga telah menjual €1,99 miliar 182-day bills dengan yield rata-rata 0,19%. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Public Sector Net Borrowing Inggris di level US$ 10,7 miliar dari sebelumnya US$ 11,1 miliar; dan Consumer Confidence Eropa di level -20 dari sebelumnya -
21.

Bursa saham kawasan Amerika bergerak variatif dengan pelemahan pada indeks Nasdaq; bursa saham Chile dan Meksiko. Pergerakan ini dipicu sikap investor yang terbagi antara positif dan negatif. Investor merespon positif keputusan MenKeu Uni Eropa yang menyetujui bailout untuk Yunani. Tetapi, seiring dengan hal tersebut harga komoditas, terutama minyak mentah, mengalami kenaikan. Investor mengkhawatirkan kenaikan harga minyak dapat menambah beban kinerja emiten. Di sisi lain, terdapat keraguan apakah dana bailout tersebut dapat menyelesaikan masalah utang di Yunani dalam jangka panjang. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Chicago Fed National Activity di level 0,22 dari sebelumnya 0,54; Wholesale Sales (MoM) Kanada di level 0,9% dari sebelumnya -0,3%; dan Retail Sales (MoM) Kanada di level -0,2% dari sebelumnya 0,4%.

Pada perdagangan Rabu (22/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.969-3.986 dan resistance 4.012-4.020. IHSG membentuk pola candle shooting star dimana sebelumnya membentuk candle spinning . Posisi candle telah di atas middle bollinger bands . MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba kembali menuju area overbought . Pasca pemberian bailout Yunani, bursa saham Eropa malah negatif dan bursa saham AS cenderung datar. Secara teknikal, masih terdapat ruang bagi IHSG untuk naik. Tetapi, kenaikan yang terjadi dan variatifnya kondisi bursa saham global dimungkinkan akan terjadi profit taking .
(qom/qom)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 21/07/2014 17:45 WIB
    Bos Blue Bird Bicara Soal Kursi Ketua Hipmi
    Jumat (18/07/2014) lalu, detikFinance berkesempatan mewawancarai Bayu Priawan Djokosoetono, Bendahara Umum Hipmi. Bayu dikabarkan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum Hipmi selanjutnya.
  • Gb Minggu, 20/07/2014 09:52 WIB
    Tips Cermat Mengelola Uang THR
    Sudah mendapat suntikan Tunjangan Hari Raya (THR)? Jika tidak dikelola dengan bijak, bisa jadi THR hanya akan numpang lewat saja. Berikut tipsnya.
  • Gb Senin, 21/07/2014 20:59 WIB
    Pilih Tak Mudik, CT: Saya Tak Punya Kampung
    Bagi para perantau, kegiatan mudik Lebaran sudah menjadi tradisi setiap tahun. Namun bagi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, kegiatan mudik tak berlaku.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut