Hotel Indonesia Natour dan Bali Tourism Bakal Dilebur
Rabu, 22/02/2012 12:48 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kementerian BUMN ingin membentuk induk usaha (holding) BUMN Periwisata. PT Hotel Indonesia Natour (HIN) dan PT Bali Tourism Development Corporaton (BTDC) akan dilebur, sementara PT TWC Borobudur Prambanan Ratu Boko Persero berdiri sendiri (stand alone).
"Mengenai rencana holding BUMN Pariwisata, BTDC dan HIN akan disatukan. Sedangkan PT TWC tetap dipertahankan berdiri sendiri (stand alone) karena terkait dengan pelestarian budaya," kata Deputi Menteri BUMN bidang Jasa Parikesit Suprapto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR dengan Kementerian BUMN dan Direksi HIN di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Menurut Parikesit, BTDC dan HIN akan dijadikan holding, namun pemerintah akan melakukan kajian terlebih dahulu dalam pembentukan holding tersebut.
Rencana pembentukan holding BUMN Pariwisata sesuai dengan Master Plan BUMN Tahun 2010-2014. Pembentukan ini juga menyusul rencana pengurangan perusahaan pelat merah.
Sebelumnya, pada masa kepemimpinan Menteri BUMN Sofyan Djalil rencana pembentukan holding BUMN Pariwisata sudah pernah digulirkan, namun tidak urung dilakukan sebab kesulitan mencari konsultan untuk mengkaji kemungkinan pembentukan holding tersebut.
Pada waktu itu, Kementerian BUMN beranggapan BUMN yang bergerak di bidang perhotelan dinilai belum mampu menyumbangkan kontribusi yang berarti bagi negara. Bahkan, beberapa di antaranya menjadi beban keuangan engara terus merugi.
Oleh karenanya, upaya restrukturisasi mendesak dilakukan. Salah satunya melalui sinergi antar BUMN perhotelan dan pariwisata.
Pada 2010, HIN berhasil membukukan laba bersih secara signifikan naik tiga kali lipat menjadi Rp 27,743 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp 8,730 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan pendapatan usaha dari Rp 275,458 miliar menjadi Rp 300,262 miliar. Total aset perusahaan hingga 2010 mencapai Rp 631,043 miliar.
Sementara PT BTDC mencatat penurunan laba bersih dari Rp 42,707 miliar pada 2009 menjadi Rp 38,525 miliar di 2010. Penurunan ini disebabkan oleh pendapatan usahanya yang turun tipis dari Rp 78,84 miliar menjadi Rp 75,298 miliar.
(wep/dnl)
"Mengenai rencana holding BUMN Pariwisata, BTDC dan HIN akan disatukan. Sedangkan PT TWC tetap dipertahankan berdiri sendiri (stand alone) karena terkait dengan pelestarian budaya," kata Deputi Menteri BUMN bidang Jasa Parikesit Suprapto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR dengan Kementerian BUMN dan Direksi HIN di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Menurut Parikesit, BTDC dan HIN akan dijadikan holding, namun pemerintah akan melakukan kajian terlebih dahulu dalam pembentukan holding tersebut.
Rencana pembentukan holding BUMN Pariwisata sesuai dengan Master Plan BUMN Tahun 2010-2014. Pembentukan ini juga menyusul rencana pengurangan perusahaan pelat merah.
Sebelumnya, pada masa kepemimpinan Menteri BUMN Sofyan Djalil rencana pembentukan holding BUMN Pariwisata sudah pernah digulirkan, namun tidak urung dilakukan sebab kesulitan mencari konsultan untuk mengkaji kemungkinan pembentukan holding tersebut.
Pada waktu itu, Kementerian BUMN beranggapan BUMN yang bergerak di bidang perhotelan dinilai belum mampu menyumbangkan kontribusi yang berarti bagi negara. Bahkan, beberapa di antaranya menjadi beban keuangan engara terus merugi.
Oleh karenanya, upaya restrukturisasi mendesak dilakukan. Salah satunya melalui sinergi antar BUMN perhotelan dan pariwisata.
Pada 2010, HIN berhasil membukukan laba bersih secara signifikan naik tiga kali lipat menjadi Rp 27,743 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp 8,730 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan pendapatan usaha dari Rp 275,458 miliar menjadi Rp 300,262 miliar. Total aset perusahaan hingga 2010 mencapai Rp 631,043 miliar.
Sementara PT BTDC mencatat penurunan laba bersih dari Rp 42,707 miliar pada 2009 menjadi Rp 38,525 miliar di 2010. Penurunan ini disebabkan oleh pendapatan usahanya yang turun tipis dari Rp 78,84 miliar menjadi Rp 75,298 miliar.
(wep/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
