detikfinance

Perusahaan Diminta Perbanyak Magang untuk Tekan Pengangguran

Angga Aliya - detikfinance
Rabu, 22/02/2012 14:35 WIB
Jakarta - Guna menekan angka pengangguran, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mendorong pola magang di perusahaan. Pasalnya, pola magang ini dinilai mampu menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pasar.

Menurut Menakertrans Muhaimin Iskandar, pola magang juga berperan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan perusahaan atau lapangan pekerjaan.

"Pemagangan di perusahaan akan membantu pengentasan pengangguran dan peningkatan kualitas tenaga kerja di Indonesia. Oleh karena itu, pemagangan harus menjadi gerakan nasional untuk terus diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/2/2012).

Pemerintah juga telah melakukan kesepakatan bersama mengenai pelaksanaan pemagangan antara Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar dengan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofyan Wanandi.

Muhaimin mengungkapkan, kondisi ketenagakerjaan Indonesia memerlukan perhatian yang serius. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada bulan Agustus 2011 mencapai 117,4 juta orang, sedangkan jumlah penganggur sebesar 7,70 juta orang dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 6,56%.

"Perusahaan memiliki peranan yang sangat strategis dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan ketrampilan tenaga kerja salah satunya dengan melakukan pemagangan," ucapnya.

Ia menambahkan, pemagangan bukan hanya untuk peningkatan kualitas tenaga kerja tetapi juga mendorong perusahaan meningkatkan produktivitas usaha. Bagi calon tenaga kerja dan tenaga kerja, pemagangan juga membantu meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja sehingga tenaga kerja secara cepat terserap di pasar kerja.

"Pelaksanaan pemagangan merupakan langkah konkrit Pemerintah melaksanakan konsep link and match, yaitu memastikan dunia pendidikan dan pelatihan selaras dengan kebutuhan dunia kerja, serta memastikan lulusan pendidikan dan pelatihan kerja terserap sepenuhnya dalam dunia kerja," tambah pria yang biasa disapa Cak Imin tersebut.

Ketua Apindo Sofyan Wanandi menyatakan dukungannya untuk program magang tersebut. Ia berjanji akan secara aktif mendorong dan mensosialisasikan program pemagangan ini ke seluruh perusahaan, khususnya anggota Apindo.

"Kami mendorong agar perusahaan-perusahaan melaksanakan program pemagangan, karena manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh perusahaan," ujar Sofyan

Menurut Sofjan, Apindo bersama pemangku kepentingan lainnya akan menyusun rencana pengembangan kewirausahaan pemuda-pemudi program pengembangan kewirausahaan.

"Apindo juga akan menfasilitasi akses pekerja yang bersedia membina, melatih dan bermitra untuk menyelenggarakan program pemagangan perusahaan," tambah Sofyan.

Untuk itu Apindo menekankan agar program pemagangan dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sektor formal namun juga untuk sektot informal dan kewirausahaan.

"Selain itu juga harus bisa mendorong agar alumni pemagang bukan hanya masuk dunia kerja formal tetapi juga menjadi wirausaha muda," katanya.

Program pemagangan ini dilakukan di dalam negeri dan di luar negeri. Pada tahun 2011, sebanyak 10.000 tenaga kerja telah dimagangkan di 31 provinsi melalui dekosentrasi.




(ang/hen)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?