Laba Bank Permata Tumbuh 14%, Capai Rp 1,1 Triliun
Rabu, 22/02/2012 17:35 WIB
Jakarta - PT Bank Permata Tbk (BNLI) meraup laba Rp 1,157 triliun di akhir tahun 2011, angka ini naik 14% dari perolehan laba di tahun 2010 lalu. Naiknya laba didorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih.
"Saya senang dapat menyampaikan bahwa Bank Permata memberikan kinerja yang sangat baik di tahun 2011. Kami mempunyai permodalan yang kuat dan likuiditas yang baik," kata Direktur Utama BNLI, David Fletcher, dalam siaran pers, Rabu (22/2/2012).
Total laba operasional secara konsolidasi naik 33% YoY menjadi Rp 1,437 triliun didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan fee based income. Pendapatan bunga bersih tumbuh 26% menjadi Rp 4,124 triliun karena pertumbuhan kredit yang signifikan sementara pendapatan berbasis biaya naik 19% ke Rp 1,035 triliun.
Kredit yang disalurkan Bank Permata tumbuh 31% dari Rp 52,8 triliun pada akhir 2010 menjadi Rp 69,3 triliun pada akhir 2011. Kredit tumbuh pada semua segmen bisnis.
Basis pendanaan kian beragam dan terus tumbuh berkelanjutan. Dana pihak ketiga meningkat 37% menjadi Rp 79 triliun. Giro dan Tabungan tumbuh masing-masing 22% dan 29% menjadi Rp 16,8 triliun dan Rp 15,4 triliun. Komposisi dana murah (CASA) mencapai 41% dari total simpanan.
(ang/dnl)
"Saya senang dapat menyampaikan bahwa Bank Permata memberikan kinerja yang sangat baik di tahun 2011. Kami mempunyai permodalan yang kuat dan likuiditas yang baik," kata Direktur Utama BNLI, David Fletcher, dalam siaran pers, Rabu (22/2/2012).
Total laba operasional secara konsolidasi naik 33% YoY menjadi Rp 1,437 triliun didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan fee based income. Pendapatan bunga bersih tumbuh 26% menjadi Rp 4,124 triliun karena pertumbuhan kredit yang signifikan sementara pendapatan berbasis biaya naik 19% ke Rp 1,035 triliun.
Kredit yang disalurkan Bank Permata tumbuh 31% dari Rp 52,8 triliun pada akhir 2010 menjadi Rp 69,3 triliun pada akhir 2011. Kredit tumbuh pada semua segmen bisnis.
Basis pendanaan kian beragam dan terus tumbuh berkelanjutan. Dana pihak ketiga meningkat 37% menjadi Rp 79 triliun. Giro dan Tabungan tumbuh masing-masing 22% dan 29% menjadi Rp 16,8 triliun dan Rp 15,4 triliun. Komposisi dana murah (CASA) mencapai 41% dari total simpanan.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
