detikfinance

Laporan dari Singapura

Cari Mafia Impor, Eks Anggota DPR 'Gerebek' Kantor Petral di Singapura

Ramdhania El Hida - detikfinance
Kamis, 23/02/2012 14:48 WIB
foto: Ade Nasution (Tengah)
Singapura - Tiba-tiba mantan Anggota DPR-RI Ade Daud Nasution dan Boy Saur bersama kuasa hukumnya Jonhson Panjaitan nongol di kantor pusat Pertamina Energy Trading LTD (Petral) di Singapura. Ada apakah gerangan?

Ade yang terlihat sumringah dan begitu semangat bersama dua rekannya ternyata meminta data terkait kalahnya Socar Trading Singapore PTE LTD, yang kalah bersaing dengan PTT Public Company Limeted Thailand dalam beberapa tender minyak impor.

Ade yang memakai kemeja lengan panjang dan berkacamata hitam itu menemui pihak manajemen Petral. Dalam percakapannya dengan wartawan, Ade menuding Petral yang merupakan anak usaha Pertamina selama ini melakukan 'tender-tenderan' dalam pengadaan minyak impor.

"Kami hadir ke sini ingin meminta data. Mengapa pada tender minyak mentah Azeri dari Azerbaijan, PTT yang menang terus. Ini apakah hanya tender akal-akalan? Dan apakah M. Riza kuasai Petral?" ujar Ade, Kamis (23/12/2012).

M. Riza merupakan salah satu pedagang minyak kawakan yang sudah lama menekuni bisnis perminyakan. (Hingga saat ini M Riza belum bisa dikonfirmasi mengenai tudingan ini).

Menanggapi itu, pihak Manajemen Petral melalui Head of Trading Petral Bambang Irianto langsung merespons. Dia menjelaskan alasan dimenangkannya PTT Thailand karena harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan Socar.

"Januari 2010 Socar alfanya 4,42 dolar, PTT Thailand untuk Azeri 2,75 dolar. Bedanya hampir 1,67 dolar kalau sampai 900 barel per bulan, berapa bisa didapat untuk anak negeri. Pernah juga Socar 4,88 dolar, PTT 3,95 dolar hampir 1 dolar. Terakhir, yang lain 8-9 dolar, PTT bisa 5,4 dolar. Jadi tetap ambil PTT karena harga lebih bagus," ujarnya.

Sementara itu Presiden Direktur Petral Nawasir menjelaskan soal keterkaitan M. Riza. Menurut dia, M. Riza sempat kalah juga pada beberapa tender pengadaan minyak mentah. Hal ini mementahkan tudingan Ade Nasution kepada Petral.

"Dia tidak ikut dalam list, namanya tidak ada di perusahaan listing, tapi kita cek, diperkirakan masuk dari Gold Manor, tetapi minyak dari Gold Manor pun hanya masuk 7 persen dari 20 persen pasokan Petral ke Pertamina," pungkas Nawasir.
Ade mengatakan, dirinya ingin meminta penjelasan ke Petral karena mafia sudah menjadi isu di Indonesia.

"Tadi kami memperoleh penjelasan ternyata Petral mengundang puluhan perusahaan untuk melakukan tender. Hal ini yang kami ingin tahu," katanya.

Ade juga mengatakan, dirinya baru mengetahui penawaran perusahaan nasional asal Azerbaijan, Socar untuk minyak mentah jenis Azeri lebih tinggi dibandingkan PTT Thailand.

"Tadi dapat keterangan dari Presdir Nawazier, Socar tidak jadi G to G, karena harga yang ditawarkan Socar lebih mahal dari PTT," katanya.


(nia/hen)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?