Berita Lain
-
Selasa, 15/05/2012 19:03 WIB
PT KAI Bidik Bisnis Mal, Apartemen, dan Hotel -
Selasa, 15/05/2012 13:23 WIB
Tiru Singapura, Indonesia Harus Bebaskan Orang Asing Beli Properti -
Selasa, 15/05/2012 07:41 WIB
Harga Tanah Industri Melesat 12% dalam 3 Bulan -
Selasa, 15/05/2012 07:08 WIB
Banyak Permintaan, Tarif Sewa Apartemen dan Perkantoran di Jakarta Naik -
Senin, 14/05/2012 17:44 WIB
Ini Lokasi Favorit Rumah Mewah Bekas di Jakarta -
Senin, 14/05/2012 16:35 WIB
Kenaikan Harga Rumah Mewah Jakarta Tertinggi di Asia Pasifik
Indeks Berita
Rumor Saham
Sumitomo Minati INCO, Target Rp 4000?
Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kabar yang....
2 Komentar | Balas Tanggapan
2 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bisnis Lampu Beromzet Jutaan Rupiah Ini Berawal dari Hobi
Menggeluti sebuah bisnis tak jarang dimulai dari sebuah hobi ataupun kesukaan seseorang. Misalnya usaha lampu hias unik yang ditekuni oleh Kuntoro, asal Surabaya.
Sosok Dan Peristiwa
Siapakah Rudy Setyopurnomo, Sang Bos Baru Merpati?
Menteri BUMN Dahlan Iskan menunjuk Rudy Setyopurnomo sebagai Direktur Utama Merpati. Siapa sebenarnya Rudy?
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Rabu, 16/05/2012 14:04 WIB
Miris! Tahun Depan Gaji PNS Cuma Naik 7%
Posted by: kaptenDF
Sabtu, 25/02/2012 11:40 WIB
Djan Faridz Bakal Batasi Pembangunan Rusunawa Maksimal 3 Lantai
Wahyu Daniel - detikFinance
Foto: dok.detikFinance
"Kemenpera akan membuat standar tentang desain bangunan Rusunawa. Jika dulu tingginya lima lantai, ke depan bangunan Rusunawa maksimal tiga lantai," ujar Menpera Djan Faridz seperti dikutip dari situs Kementerian Perumahan Rakyat, Sabtu (25/2/2012).
Menurut Djan, Kemenpera akan melakukan penyederhanaan desain rusunawa dan pondasinya akan disesuaikan dengan stigma tanah rata-rata. Melalui desain tersebut, diharapkan animo masyarakat untuk rusunawa akan semakin tinggi serta tingkat kepenghuniannya lebih baik.
"Rusunawa yang dibangun selama ini memiliki ketinggian lima lantai, akan tetapi pada kenyataannya lantai empat dan lima tidak dipakai. Oleh karena itu, kami akan membangunnya dengan komposisi tingkat dua dan tiga. Sehingga diharapkan animo masyarakat akan tinggi, kepenghuniannya lebih baik," ujar Djan.
Djan membantah program rusunawa terhenti, menurutnya saat ini program tersebut terkendala desain yang tidak standar dan setiap pembangunannya harus mengundang konsultan struktur serta desainer bangunan.
Selain itu, program rusunawa berjalan lambat karena lelang konstruksi yan lama. Karena itu Kemenpera akan mulai melakukan lelang dengan cara elektronik untuk mempercepat prosesnya.
"Kami juga akan melibatkan Kadin, Gapensi daerah, serta asosiasi kontraktor dalam proses lelang. Jadi kontraktor daerah dapat mengatahui program perumahan di daerah," katanya.
Kemenpera akan menggandeng masyarakat sebagai penerima manfaat serta pemerintah daerah setempat sebagai pengawas. Jika hasil pembangunannya dirasa kurang memuaskan, mereka bisa melakukan komplain langsung kepada kontraktor yang bersangkutan.
(dnl/dnl)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 16/05/2012 13:18 WIB
Bos Kereta Api Pamer Stasiun Gambir Lebih Kinclong daripada Bandara Cengkareng -
Rabu, 16/05/2012 15:55 WIB
Wow! Sri Mulyani Masuk Daftar 'The Most Powerful Woman You've Never Heard Of' -
Rabu, 16/05/2012 11:20 WIB
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 16/05/2012 11:58 WIB
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI -
Rabu, 16/05/2012 12:35 WIB
Siapakah Rudy Setyopurnomo, Sang Bos Baru Merpati?
Komentar Terpopuler
-
Senin, 14/05/2012 - 11:31
Dahlan Iskan: Pesimisme, RI Seolah-olah Bangkrut Minggu Depan -
Kamis, 17/05/2012 - 03:04
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI -
Rabu, 16/05/2012 - 19:32
Dahlan: Ada yang Tersembunyi di Balik Utang Pemerintah Rp 1.859 Triliun -
Rabu, 16/05/2012 - 21:38
Tolak Dirut Baru, Pejabat Merpati Ramai-ramai Resign -
Rabu, 16/05/2012 - 21:51
Perlukah Ada Penyatuan Zona Waktu di Indonesia?
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message




