Kenaikan Harga BBM di Tangan DPR
Selasa, 28/02/2012 21:55 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kenaikan harga bensin premium dan solar yang diajukan pemerintah naik sebesar Rp 1.500/liter belum tentu terjadi jika DPR menolak opsi tersebut dan dalam APBN Perubahan 2012 (APBN-P) pemerintah tetap tidak diperbolehkan menaikkan harga BBM.
"BBM tidak akan naik kalau belum ada APBN-P, dan itu pun belum tentu naik juga karena belum tentu disetujui DPR. Kenaikan harga baru terjadi kalau sudah ada APBN-P," kata Dirjen Migas Evita Legowo, seusai Raker dengan Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2012).
Semua masih dibahas, tidak hanya harga BBM-nya saja, namun perlu dibahas juga asumsi harga minyak, volume konsumsi BBM subsidi, dan hal lainnya.
"Namun kemungkinan ICP (harga minyak) dalam APBN-P akan ditetapkan di atas US$ 100/barel, karena ICP sejak Januari sudah mencapai US$ 115/barel bahkan Februari sudah mencapai US$ 121,99/barel, sementara dalam APBN 2012 ditetapkan US$ 90/barel," jelas Evita.
Sedangkan Menteri ESDM Jero Wacik lebih memilih opsi subsidi BBM tetap atau konstan Rp 2.000.
"Subsidinya tetap Rp 2.000, berapapun harganya, rakyat tetap disubsidi BBM-nya Rp 2.000, dan kalau harga minyak turun harga premium dan solarnya turun juga, tapi subsidi tetap diberikan," kata Wacik.
Dikatakan Wacik, saat ini pemerintah sedang dikejar waktu, karena pengajuan rancangan APBN-Perubahan minimal sudah diajukan ke DPR sebelum 30 hari.
"Makanya kita sedang berpacu dengan waktu, apalagi Februari hanya 29 hari. Namun dukungan Komisi VII dalam kesimpulannya mempercepat pengajuan RAPBN-P segera diharapkan proses ini cepat selesai, apalagi kami juga akan langsung melaporkan hasil rapat ini ke Menko Perekonomian yang pada saat ini masih melakukan rapat terkait masalah BBM ini," tukas Wacik.
Namun, anggota Komisi VII, Satya W .Yudha sangat tidak setuju dengan konsep subsidi tetap tersebut, karena akan meletakkan harga BBM berdasarkan harga pasar.
"Harga BBM akan mengikuti harga pasar, walaupun ada subsidi dari pemerintah, selain bakal membebani rakyat jika harga minyak dunia melambung, penghematan yang didapat tidak pasti karena harga minyak naik turun," tandas Satya.
(rrd/dnl)
"BBM tidak akan naik kalau belum ada APBN-P, dan itu pun belum tentu naik juga karena belum tentu disetujui DPR. Kenaikan harga baru terjadi kalau sudah ada APBN-P," kata Dirjen Migas Evita Legowo, seusai Raker dengan Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2012).
Semua masih dibahas, tidak hanya harga BBM-nya saja, namun perlu dibahas juga asumsi harga minyak, volume konsumsi BBM subsidi, dan hal lainnya.
"Namun kemungkinan ICP (harga minyak) dalam APBN-P akan ditetapkan di atas US$ 100/barel, karena ICP sejak Januari sudah mencapai US$ 115/barel bahkan Februari sudah mencapai US$ 121,99/barel, sementara dalam APBN 2012 ditetapkan US$ 90/barel," jelas Evita.
Sedangkan Menteri ESDM Jero Wacik lebih memilih opsi subsidi BBM tetap atau konstan Rp 2.000.
"Subsidinya tetap Rp 2.000, berapapun harganya, rakyat tetap disubsidi BBM-nya Rp 2.000, dan kalau harga minyak turun harga premium dan solarnya turun juga, tapi subsidi tetap diberikan," kata Wacik.
Dikatakan Wacik, saat ini pemerintah sedang dikejar waktu, karena pengajuan rancangan APBN-Perubahan minimal sudah diajukan ke DPR sebelum 30 hari.
"Makanya kita sedang berpacu dengan waktu, apalagi Februari hanya 29 hari. Namun dukungan Komisi VII dalam kesimpulannya mempercepat pengajuan RAPBN-P segera diharapkan proses ini cepat selesai, apalagi kami juga akan langsung melaporkan hasil rapat ini ke Menko Perekonomian yang pada saat ini masih melakukan rapat terkait masalah BBM ini," tukas Wacik.
Namun, anggota Komisi VII, Satya W .Yudha sangat tidak setuju dengan konsep subsidi tetap tersebut, karena akan meletakkan harga BBM berdasarkan harga pasar.
"Harga BBM akan mengikuti harga pasar, walaupun ada subsidi dari pemerintah, selain bakal membebani rakyat jika harga minyak dunia melambung, penghematan yang didapat tidak pasti karena harga minyak naik turun," tandas Satya.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 18:45 WIB
Contoh Kereta Monorel DKI Akan Dipamerkan Juni 2013
-
Senin, 20/05/2013 18:37 WIB
Bosnya Dikabarkan Jadi Kepala BKPM, Ini Tanggapan Pertamina
-
Senin, 20/05/2013 18:37 WIB
Membidik Pundi Uang dari Bisnis Iklan
-
Senin, 20/05/2013 18:30 WIB
Freeport: Korban Runtuhan Tambang di Papua Bertambah Lagi Jadi 17 Orang
-
Senin, 20/05/2013 18:06 WIB
Direksi BUMN Produsen Pesawat Keliling SMA Bandung Jadi Guru Dadakan
-
Senin, 20/05/2013 17:09 WIB
Program Resepsi Nikah di D'Cost, 'Hamil Baru Bayar'
-
Senin, 20/05/2013 17:32 WIB
Dibuat di Sidoarjo, Sepeda Polygon Dijual di 17 Negara
-
Senin, 20/05/2013 17:02 WIB
Chatib Jadi Menkeu Baru, Hidayat Minta Aturan Zaman Agus Marto Diubah
-
Senin, 20/05/2013 14:48 WIB
Ini Satu-satunya Orang Arab yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
-
Senin, 20/05/2013 16:45 WIB
Bos Pertamina Dikabarkan Jadi Kepala BKPM, Ini Kata MS Hidayat
-
68 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 15:11 WIB
Jadi Guru Dadakan di Kampung Halaman, Direktur BRI Bagi-bagi Duit
Direktur UMKM PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Djarot Kusumayekti menjadi guru dadakan di SMA Negeri 1 Pangkah, Kabupaten Tegal. Apa yang dilakukan Djarot?
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 14:50 WIB WIB
Kecurangan Pengadaan Barang Masih Marak, Dari Mesin Jahit Sampai Daging Sapi
-
Senin, 20/05/2013 14:48 WIB WIB
Ini Satu-satunya Orang Arab yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










