Jual Emas 8.000 Kg, Laba Antam Tembus Rp 1,9 Triliun di 2011
Rabu, 29/02/2012 19:10 WIB
Jakarta - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) berhasil meraup laba bersih (unaudited) sebesar Rp 1,91 triliun pada tahun 2011 atau naik 13,5% jika dibandingkan laba bersih tahun 2010 yang sebesar Rp 1,68 triliun.
Kenaikan laba bersih Antam terutama disebabkan peningkatan penjualan komoditas feronikel, bijih nikel dan emas. Laba bersih per saham Antam pada tahun 2011 tercatat Rp 200,57 dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 176,77.
"Kinerja keuangan Antam pada tahun 2011 merefleksikan peningkatan signifikan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama dan tahun 2011 juga menandai tahap lanjutan dari pertumbuhan perusahaan dengan dimulainya konstruksi proyek CGA Tayan senilai US$ 450 juta dan proyek Feronikel Halmahera Timur senilai US$ 1,6 miliar," kata Direktur Utama ANTM Alwinsyah Lubis dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (29/2/2012).
Pada tahun 2011, nilai penjualan Antam tercatat sebesar Rp 10,3 triliun naik 18% dibandingkan tahun 2010 terutama disebabkan peningkatan penjualan komoditas feronikel, bijih nikel dan emas. Komoditas feronikel menjadi kontributor terbesar pendapatan Antam pada tahun 2011, menyumbang 36% dari
pendapatan atau senilai Rp 3,7 triliun. Pada tahun 2011, kinerja produksi dan penjualan feronikel tercatat tertinggi sepanjang sejarah Antam.
Volume produksi feronikel pada tahun 2011 tercatat 19.690 TNi atau naik 5% dibandingkan tahun 2010. Dengan masih kuatnya permintaan, volume penjualan feronikel mencapai 19.527 TNi. Pendapatan Antam dari komoditas feronikel tercatat Rp 3,7 triliun seiring kenaikan volume penjualan dibandingkan tahun 2010 meski harga rata-rata feronikel di tahun 2011 turun 3% menjadi US$ 9,83 per pon.
Sama seperti feronikel, permintaan akan bijih nikel di tahun 2011 juga tinggi, sehingga produksi bijih nikel Antam naik 13% dibandingkan tahun 2010 menjadi 7.959.157 wmt yang terdiri dari 3.512.151 wmt bijih nikel kadar tinggi dan 4.447.006 wmt bijih nikel kadar rendah.
Peningkatan produksi bijih nikel juga diikuti kenaikan volume penjualan bijih nikel di tahun 2011 yang naik 8% menjadi 6.345.742 wmt. Dengan kenaikan volume penjualan, pendapatan Antam dari bijih nikel di tahun 2011 tercatat Rp 2,5 triliun, naik 5% dibandingkan tahun 2010.
Volume produksi emas pada tahun 2011 tercatat sebesar 2.667 kg yang terdiri 1.987 kg berasal dari Pongkor dan 680 kg dari Cibaliung. Volume produksi emas pada tahun 2011 turun 4% dibandingkan capaian tahun 2010 karena turunnya produksi emas Pongkor seiring dengan penurunan kadar bijih emas yang ditambang.
Kadar bijih emas merupakan faktor yang tidak dapat dikontrol Antam mengingat tambang Pongkor dan Cibaliung merupakan tambang emas bawah tanah. Meski Antam mencatat penurunan produksi, tingginya permintaan menyebabkan volume penjualan emas mencapai 8.009 kg pada tahun 2011 atau naik 22% dibandingkan tahun 2010.
Dengan kenaikan volume penjualan yang disertai kenaikan harga jual rata-rata emas sebesar 32% dibandingkan tahun 2010 menjadi US$1.620,44 per toz, pendapatan dari komoditas emas mencapai Rp 3,7 triliun atau naik 56% dibandingkan tahun 2010.
Laba kotor Antam pada tahun 2011 tercatat naik 3% dibandingkan tahun 2010 menjadi Rp 3 triliun menyusul kenaikan harga pokok penjualan sebesar 26% menjadi Rp 7,32 triliun yang sebagian besar disebabkan kenaikan biaya bahan/pembelian logam mulia seiring dengan peningkatan permintaan emas dalam tahun 2011.
Tingkat kenaikan harga pokok penjualan yang melebihi tingkat kenaikan penjualan menjadikan marjin kotor Antam tercatat 29% dibandingkan pada tahun 2010 sebesar 34%. Laba usaha Antam mencatat kenaikan sebesar 1% menjadi Rp 1,99 triliun dibandingkan Rp 1,97 triliun pada tahun 2010 sehingga marjin usaha Antam tercatat 19% dibandingkan tahun 2010 sebesar 22%.
"Kami yakin kinerja finansial dan operasional Antam di tahun 2012 akan tetap solid dan kami tetap dapat memberikan imbal hasil yang kuat bagi pemegang saham," tutup Alwinsyah.
(dru/ang)
Kenaikan laba bersih Antam terutama disebabkan peningkatan penjualan komoditas feronikel, bijih nikel dan emas. Laba bersih per saham Antam pada tahun 2011 tercatat Rp 200,57 dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 176,77.
"Kinerja keuangan Antam pada tahun 2011 merefleksikan peningkatan signifikan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama dan tahun 2011 juga menandai tahap lanjutan dari pertumbuhan perusahaan dengan dimulainya konstruksi proyek CGA Tayan senilai US$ 450 juta dan proyek Feronikel Halmahera Timur senilai US$ 1,6 miliar," kata Direktur Utama ANTM Alwinsyah Lubis dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (29/2/2012).
Pada tahun 2011, nilai penjualan Antam tercatat sebesar Rp 10,3 triliun naik 18% dibandingkan tahun 2010 terutama disebabkan peningkatan penjualan komoditas feronikel, bijih nikel dan emas. Komoditas feronikel menjadi kontributor terbesar pendapatan Antam pada tahun 2011, menyumbang 36% dari
pendapatan atau senilai Rp 3,7 triliun. Pada tahun 2011, kinerja produksi dan penjualan feronikel tercatat tertinggi sepanjang sejarah Antam.
Volume produksi feronikel pada tahun 2011 tercatat 19.690 TNi atau naik 5% dibandingkan tahun 2010. Dengan masih kuatnya permintaan, volume penjualan feronikel mencapai 19.527 TNi. Pendapatan Antam dari komoditas feronikel tercatat Rp 3,7 triliun seiring kenaikan volume penjualan dibandingkan tahun 2010 meski harga rata-rata feronikel di tahun 2011 turun 3% menjadi US$ 9,83 per pon.
Sama seperti feronikel, permintaan akan bijih nikel di tahun 2011 juga tinggi, sehingga produksi bijih nikel Antam naik 13% dibandingkan tahun 2010 menjadi 7.959.157 wmt yang terdiri dari 3.512.151 wmt bijih nikel kadar tinggi dan 4.447.006 wmt bijih nikel kadar rendah.
Peningkatan produksi bijih nikel juga diikuti kenaikan volume penjualan bijih nikel di tahun 2011 yang naik 8% menjadi 6.345.742 wmt. Dengan kenaikan volume penjualan, pendapatan Antam dari bijih nikel di tahun 2011 tercatat Rp 2,5 triliun, naik 5% dibandingkan tahun 2010.
Volume produksi emas pada tahun 2011 tercatat sebesar 2.667 kg yang terdiri 1.987 kg berasal dari Pongkor dan 680 kg dari Cibaliung. Volume produksi emas pada tahun 2011 turun 4% dibandingkan capaian tahun 2010 karena turunnya produksi emas Pongkor seiring dengan penurunan kadar bijih emas yang ditambang.
Kadar bijih emas merupakan faktor yang tidak dapat dikontrol Antam mengingat tambang Pongkor dan Cibaliung merupakan tambang emas bawah tanah. Meski Antam mencatat penurunan produksi, tingginya permintaan menyebabkan volume penjualan emas mencapai 8.009 kg pada tahun 2011 atau naik 22% dibandingkan tahun 2010.
Dengan kenaikan volume penjualan yang disertai kenaikan harga jual rata-rata emas sebesar 32% dibandingkan tahun 2010 menjadi US$1.620,44 per toz, pendapatan dari komoditas emas mencapai Rp 3,7 triliun atau naik 56% dibandingkan tahun 2010.
Laba kotor Antam pada tahun 2011 tercatat naik 3% dibandingkan tahun 2010 menjadi Rp 3 triliun menyusul kenaikan harga pokok penjualan sebesar 26% menjadi Rp 7,32 triliun yang sebagian besar disebabkan kenaikan biaya bahan/pembelian logam mulia seiring dengan peningkatan permintaan emas dalam tahun 2011.
Tingkat kenaikan harga pokok penjualan yang melebihi tingkat kenaikan penjualan menjadikan marjin kotor Antam tercatat 29% dibandingkan pada tahun 2010 sebesar 34%. Laba usaha Antam mencatat kenaikan sebesar 1% menjadi Rp 1,99 triliun dibandingkan Rp 1,97 triliun pada tahun 2010 sehingga marjin usaha Antam tercatat 19% dibandingkan tahun 2010 sebesar 22%.
"Kami yakin kinerja finansial dan operasional Antam di tahun 2012 akan tetap solid dan kami tetap dapat memberikan imbal hasil yang kuat bagi pemegang saham," tutup Alwinsyah.
(dru/ang)
Baca Juga
Foto Video Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Selasa, 21/05/2013 22:46 WIB
DBS Boleh Beli 67% Saham Danamon, Asal Bank BUMN Mudah Buka Cabang di Singapura
-
Selasa, 21/05/2013 20:48 WIB
Pesawat Perdana Buatan Honda Lolos Uji FAA
-
Selasa, 21/05/2013 20:36 WIB
Chatib Basri Angkat Bicara Soal Nasib Jembatan Selat Sunda
-
Selasa, 21/05/2013 20:23 WIB
Jero Wacik: Jika Tak Impor BBM, Antrean Kendaraan di SPBU Bisa 10 Km
-
Selasa, 21/05/2013 20:11 WIB
Pemerintah Masih Tunggu Investigasi Runtuhnya Tambang Bawah Tanah Freeport
-
Selasa, 21/05/2013 08:34 WIB
Kisah Sulitnya Bintang Porno Membuka Rekening Bank
-
Selasa, 21/05/2013 08:24 WIB
Dapat Predikat 'Termahal', Ini Dia Rumah Berharga Rp 1,8 Triliun
-
Selasa, 21/05/2013 07:31 WIB
Cari 60.000 PNS Baru, Pemerintah Gunakan Kembali Passing Grade
-
Selasa, 21/05/2013 20:48 WIB
Pesawat Perdana Buatan Honda Lolos Uji FAA
-
Selasa, 21/05/2013 09:52 WIB
Puluhan Brimob Berjaga-jaga di Kantor Jero Wacik, Ada Apa?
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 14:15 WIB WIB
Ini Kementerian yang Berikan Gaji Paling Tinggi Bagi PNS-nya
-
Selasa, 21/05/2013 14:06 WIB WIB
Gita Wirjawan Akui BlackBerry Q10 dan Z10 Tak Boleh Beredar
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







