PGN Siap Pasok Gas ke Belawan
Selasa, 06/03/2012 20:50 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) siap mendistribusikan pasokan gas bumi yang akan dialirkan melalui terminal LNG terapung Belawan. Ini mengikuti Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010.
Geliat pelaksanaan proyek distribusi tersebut dibuktikan dengan dilaksanakannya penandatanganan kontrak penyediaan pipa distribusi gas bumi yang akan menyalurkan gas bumi dari fasilitas penerima (ORF) terminal LNG terapung ke pelanggan beberapa waktu lalu. Pengadaan produksi pipa yang dilaksanakan oleh PT KHI Pipe Industries (KHI) ini semakin memperkuat komitmen PGN dalam menyediakan kebutuhan energi khususnya gas bumi bagi masyarakat di Sumatera Bagian Utara.
"Penandatanganan perjanjian ini sebagai wujud komitmen kami untuk mempercepat pemenuhan pasokan gas dalam negeri, khususnya di wilayah Medan dan sekitarnya," ujar Sekretaris Perusahaan Heri Yusup dalam siaran pers, Selasa (6/3/2012).
KHI akan menyediakan kebutuhan pipa baja ukuran 16" sepanjang kurang lebih 11 km dan ukuran 12" sepanjang kurang lebih 22 km. Sesuai standar internasional untuk menjamin keamanan jaringan pipa gas bumi, pipa yang akan disuplai telah mengikuti standar API 5L Grade B.
PGN akan segera melakukan sosialisasi kepada pelanggan dan calon pelanggan industri dan komersial, sehingga gas bumi yang dialirkan akan menghidupkan geliat roda ekonomi di kawasan industri di Medan dan sekitarnya. Gas yang dialirkan akan dimanfaatkan sebagai tenaga listrik maupun energi lainnya.
Nantinya pipa tersebut akan menghubungkan fasilitas regasifikasi ke stasiun distribusi PGN di onshore. Selanjutnya akan diteruskan ke jaringan pipa distribusi di wilayah Medan dan sekitarnya.
PGN mohon dukungan pemerintah daerah Sumatera Utara pada khususnya untuk memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan bagi calon-calon pelanggan dan industri sehingga dapat segera memanfaatkan gas yang akan didistribusikan demi kelangsungan hidup roda produksi dan masyarakat pada umumnya.
(rrd/dnl)
Geliat pelaksanaan proyek distribusi tersebut dibuktikan dengan dilaksanakannya penandatanganan kontrak penyediaan pipa distribusi gas bumi yang akan menyalurkan gas bumi dari fasilitas penerima (ORF) terminal LNG terapung ke pelanggan beberapa waktu lalu. Pengadaan produksi pipa yang dilaksanakan oleh PT KHI Pipe Industries (KHI) ini semakin memperkuat komitmen PGN dalam menyediakan kebutuhan energi khususnya gas bumi bagi masyarakat di Sumatera Bagian Utara.
"Penandatanganan perjanjian ini sebagai wujud komitmen kami untuk mempercepat pemenuhan pasokan gas dalam negeri, khususnya di wilayah Medan dan sekitarnya," ujar Sekretaris Perusahaan Heri Yusup dalam siaran pers, Selasa (6/3/2012).
KHI akan menyediakan kebutuhan pipa baja ukuran 16" sepanjang kurang lebih 11 km dan ukuran 12" sepanjang kurang lebih 22 km. Sesuai standar internasional untuk menjamin keamanan jaringan pipa gas bumi, pipa yang akan disuplai telah mengikuti standar API 5L Grade B.
PGN akan segera melakukan sosialisasi kepada pelanggan dan calon pelanggan industri dan komersial, sehingga gas bumi yang dialirkan akan menghidupkan geliat roda ekonomi di kawasan industri di Medan dan sekitarnya. Gas yang dialirkan akan dimanfaatkan sebagai tenaga listrik maupun energi lainnya.
Nantinya pipa tersebut akan menghubungkan fasilitas regasifikasi ke stasiun distribusi PGN di onshore. Selanjutnya akan diteruskan ke jaringan pipa distribusi di wilayah Medan dan sekitarnya.
PGN mohon dukungan pemerintah daerah Sumatera Utara pada khususnya untuk memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan bagi calon-calon pelanggan dan industri sehingga dapat segera memanfaatkan gas yang akan didistribusikan demi kelangsungan hidup roda produksi dan masyarakat pada umumnya.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 19:10 WIB
Ekspansi Intraco Penta di Kalimantan
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 18:25 WIB
PT KAI: 1 Juni 2013 Semua Stasiun di Jabodetabek Steril dari Kios dan PKL
-
Rabu, 22/05/2013 18:12 WIB
Harga Daging Tak Kunjung Turun, Pemerintah Percepat Impor
-
Rabu, 22/05/2013 18:39 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 17:10 WIB
Pebisnis Kaya dari China Beli Burung Rp 3,8 Miliar
-
Rabu, 22/05/2013 18:25 WIB
PT KAI: 1 Juni 2013 Semua Stasiun di Jabodetabek Steril dari Kios dan PKL
-
Rabu, 22/05/2013 16:54 WIB
Kisah Mahasiswa Indonesia Jualan Coto Makassar di Sydney
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
Pengusaha tambang raksasa Gina Rinehart telah kehilangan kekayaan AUD 7 miliar (US$ 6,8 miliar) atau sekitar Rp 64 triliun tahun lalu. Meski begitu, Rinehart tetap jadi orang terkaya di Australia.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 15:14 WIB WIB
Perusahaan Taksi Ini Jual Mobil Bekas Rp 7,5 Juta
-
Rabu, 22/05/2013 15:05 WIB WIB
Jangan Sampai RI Masuk MURI Jadi Negara Terakhir Pakai Bensin Premium
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







