detikfinance

Wah! PNS Gadaikan SK ke BRI untuk Modal Bisnis

Herdaru Purnomo - detikfinance
Kamis, 08/03/2012 10:40 WIB
Wah! PNS Gadaikan SK ke BRI untuk Modal Bisnis
Jakarta -PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengaku mempunyai produk kredit bernama BRIGuna yang sering digunakan PNS untuk modal bisnis atau biaya sekolah. Jaminannya adalah SK PNS.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan BRI Muhammad Ali kepada detikFinance, Kamis (8/3/2012).

"Nama kreditnya BRIGuna, jadi bagi PNS yang sekarang syaratnya SK PNS. SK itu akan menjadi jaminan. SK yang dijadikan jaminan yakni SK pertama sewaktu kerja dan SK terakhir dan yang dijaminkan harus asli," tutur Ali.

Soal besaran pinjaman akan diukur dari gaji terakhir.

"Dari take home pay di mana 60% maksimum dari take home pay untuk besaran angsuran," jelas Ali.

Perhitungan yang dipakai seperti itu karena 40% dipakai untuk biaya hidup si PNS tersebut. "BRIGuna ini kebanyakan dipakai untuk bisnis dan sekolah," imbuhnya.

Rata-rata PNS mengambil kredit ini Rp 10 juta sampai Rp 20 juta.

"Kita realisasi BRIGuna itu di Desember itu Rp 33 triliun. Untuk 2012 target naik 21% jadi sekitar Rp 40 triliun," tukas Ali.

Seperti diketahui, soal gadai SK PNS ini terungkap setelah Ajib Hamdani mantan pegawai Ditjen Pajak yang kini sedang diselidiki di Mabes Polri terkait kasus dugaan kepemilikan rekening Rp 17 miliar, pernah menuturkan soal penggunaan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PNS-nya sebagai agunan pinjaman uang Rp 200 juta kepada bank untuk keperluan modal usahanya.

Penggunaan SK PNS-nya ini menjadi salah satu sumber modal Ajib sehingga dia menjadi pengusaha sukses dan keluar dari PNS pajak.

"Kalau gadaikan SK bisa pinjem Rp 200 juta bisa kok, itu juga bisa dilakukan PNS lain walau bukan dipajak. Bisa lebih lagi, tergantung pangkat, gaji dan kebijakan bank masing-masing kan," kata sumber detikFinance di Ditjen Pajak.

Sumber itu juga mengatakan para PNS Pajak juga bisa meminjam uang dari koperasi pegawai dengan nilai nominal Rp 100 juta. Dengan kata lain, para PNS ini sebenarnya relatif mudah mendapat akses pinjaman termasuk di luar bank.

"Ya tentu bisa lah, sebenarnya tidak ada yang aneh dengan persoalan tersebut (pinjam) karena setiap PNS golongan mana pun bisa pinjem di koperasi nilainya sampai Rp 100 juta," kata sumber itu lagi.

Sumber ini mengatakan di Ditjen Pajak memiliki koperasi pegawai, para pegawai pajak bisa meminjam. Menurutnya hal ini tidak ada yang aneh bagi pegawai pajak yang jumlahnya mencapai 32.000 orang.

"Tinggal dipotong saja dari gaji bulanannya sesuai mekanisme yang berlaku berapa persen dari gaji. Lamanya juga tergantung, tergantung yang minjem bisa 3-4 tahun lah, Kalau maksimal berapa, saya kurang paham, bisa saja sih pinjem diatas Rp 100 juta, tergantung golongan dan gajinya," jelas sumber itu.

Ajib menuangkannya lewat tulisan di blog yang beralamat di http://ajib.diamondgroup.co.id/. Tulisan soal rekening dia tulis pada 3 Maret 2012, lewat judul 'Rekening Tabungan, Persepsi yang Salah Kaprah'. Dalam tulisan ini, Ajib mengaku sudah mengajukan pengunduran diri dari Ditjen Pajak Kemenkeu sejak September 2009.

Dalam tulisan itu, Ajib menjelaskan trik untuk mendapatkan modal usaha bagi PNS tanpa jaminan. Diantaranya melalui jaminan SK PNS di bank dan meminjam uang koperasi pegawai dengan nilai cukup besar.

"Sebenarnya, yang dimaksud tanpa modal, adalah tanpa modal tabungan kita. Jadi kita bisa mengoptimalkan seluruh potensi, kita mendapatkan fresh money tanpa modal, bahkan kalau perlu tanpa jaminan (collateral) aset. Ajib bisa mendapatkan pinjaman tanpa asset collateral totalnya sebesar Rp600.000.000,- (enam ratus juta rupiah).

Rincian yang pertama, Ajib adalah PNS Direktorat Jenderal Pajak (waktu itu) golongan IIIA. Dengan posisi seperti itu, maka Ajib bisa mengajukan pinjaman ke BRI sebesar Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah), cukup dengan mengagunkan SK PNS. Tambahan dana yang lebih besar adalah pinjaman dari isteri, atas nama Ratna Sari. Dengan PNS golongan IIIB, maka bisa meminjam dari BRI sebesar Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah)," jelas Ajib dalam blog-nya.


(dnl/ang)

Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Ini Investasi yang Cocok Saat Imlek Senin, 08/02/2016 11:00 WIB
    Ini Investasi yang Cocok Saat Imlek
    Anda bisa mengandalkan feng shui untuk berinvestasi setelah Imlek di tahun monyet api, tapi bisa juga memakai data. Investasi seperti apa yang menarik saat Imlek?


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close