detikfinance

Tips Bisnis Properti Ala Ajib Sang Mantan Pegawai Pajak

Suhendra - detikfinance
Jumat, 09/03/2012 08:04 WIB
Halaman 1 dari 2
http://us.images.detik.com/content/2012/03/09/1016/rumah3-luar.jpg
Jakarta -Nama Ajib Hamdani, mantan pegawai Ditjen Pajak, mencuat bersamaan kasus Dhana Widyatmika. Ia banyak memiliki bisnis, diantaranya bisnis properti yang ia mulai dengan membangun kamar-kamar kos, kemudian meningkat menjadi konsultan properti hingga menjadi pengembang properti berbendera Zee Property.

Ia mengaku saat memulai bisnis kos-kosan sama sekali tak memiliki modal besar. Modalnya hanya kemampuan melobi pemilik lahan dan memiliki jaringan dengan investor yang membiayai pembangunan kos-kosan dengan pola kerjasama Build, Operate and Transfer (BOT).

"Dalam sebuah pengembangan bisnis, yang dibutuhkan ada 3 hal. Yang pertama ide, yang kedua jaringan, dan yang ketiga adalah modal," katanya seperti dikutip dari blog-nya, Jumat (9/3/2012)

Dalam blog-nya Ajib Hamdani mengaku punya latar belakang pendidikan di bidang properti. Sewaktu kuliah di STAN, mengambil jurusan Penilai/PBB selama 3 tahun. Kemudian sewaktu kuliah kedinasan di Universitas Diponegoro (UNDIP) mengambil jurusan Ekonomi Spesialisasi Penilai Properti.

"Dengan mengandalkan ilmu yang didapat waktu kuliah, Ajib merintis usaha di bidang properti. Dimulai dari hal-hal yang kecil. Yaitu membangun kos.
Proyeknya adalah membangun 26 kamar kos di dekat kampus STAN. Wah, hebat membangun kamar kos? Nggak hebat juga. Bisnisnya sih biasa aja. Tetapi, memang idenya yang 'sedikit' luar biasa," kata Ajib.

Nah, yang menarik Ajib menerapkan prinsip dalam salah satu teori Build, Operate and Transfer (BOT). Yaitu kita membangun sebuah properti di tanah orang lain, kemudian mengoperasikan dan kemudian menyerahkan properti tersebut kepada pemilik lahan pada masa akhir BOT sebagai bentuk kontraprestasi.

"Ajib melihat ada lahan kosong menganggur seluas sekitar 500 m2. Kemudian Ajib mencari pemilik lahan tersebut, ternyata punya Pak Haji di kampung sekitar lokasi (kawasan STAN). Kemudian setelah melobi, Ajib berhasil mendapatkan masa BOT selama masa 5 tahun (tentu saja Ajib menjabarkan konsep BOT dengan bahasa sederhana kepada pemilik lahan)," jelasnya.Next

Halaman 12
(hen/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Sponsored Link


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut