detikfinance

Tambahan Subsidi Listrik Hanya Disetujui 61%

Rista Rama Dhany - detikfinance
Kamis, 15/03/2012 20:12 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/03/15/1034/Pembangkit-dalam.jpg
Jakarta - Komisi VII DPR-RI memutuskan hanya menyetujui tambahan subsidi listrik yang diajukan pemerintah sebesar Rp 24,52 triliun atau hanya 61% dari permintaan pemerintah Rp 40,45 triliun. Artinya total subsidi listrik tahun ini hanya Rp 64,97 triliun.

Ketua Komisi VII DPR Teuku Rifki Harsya mengatakan berdasarkan rapat Kapoksi fraksi-fraksi di Komisi VII, disetujui tambahan subsidi hanya Rp 24,52 triliun.

Dari opsi-opsi yang diajukan pemerintah :

Penyesuaian COD PLTU Batubara, pemotongan biaya operasi, pemeliharaan dan lain-lain yang awalnya diajukan Rp 20,61 triliun opsi-1 atau opsi ke-2 Rp 17,61 triliun, hanya disetujui Rp 17,61 Triliun.

Pasokan gas yang diajukan Rp 8,28 triliun tidak disetujui.

Penurunan Pendapatan Rp 6,98 triliun juga tidak disetujui.

Kenaikan ICP US$ 90/ barel menjadi US$ 105/barel diajukan Rp 4,70 triliun disetujui komisi VII

Kenaikan sewa diesel/genset yang diajukan Rp 3,51 triliun hanya disetujui Rp 3,29 triliun

Peningkatan pembelian listrik dari IPP (listrik swasta) disetujui Rp 1,40 triliun

Penurunan biaya bunga pinjaman Rp 2,48 triliun.

"Artinya Rp 17,61 triliun + Rp 4,70 triliun + Rp 3,29 triliun + Rp 140 triliun dikurangi (-) Rp 2,48 triliun total subsidi yang disetujui Rp 24,52 triliun," rinci Rifki dalam raker dengan menteri ESDM, di DPR-RI, Jakarta, Kamis (15/3/2012).

Dengan subsidi dalam APBN 2012 Rp 40,45 triliun dan ditambah tambahan subsidi listrik Rp 24,52 triliun total subsidi listrik akan menjadi Rp 64,97 triliun.



(rrd/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close