detikfinance

Ekspor Bijih Besi Dilarang Pemerintah, Pengusaha Tambang Berontak

Metta Pranata - detikfinance
Jumat, 16/03/2012 14:38 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/03/16/4/ptba-1-dalam.jpg
Jakarta - Awal bulan ini, pemerintah mengeluarkan regulasi yang melarang pengusaha tambang mineral menjual bijih (material mentah atau ore) ke luar negeri setelah 6 Mei 2012. Para pengusaha tambang mineral Indonesia terang-terangan menolak pemberlakuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7/2012 itu.

Mereka kemudian mendirikan Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (APEMINDO) yang dideklarasikan kemarin (15/3/2012) di Jakarta. APEMINDO ingin menjadi mitra pemerintah dalam mengeluarkan regulasi terkait pertambangan mineral.

Menurut salah satu Steering Comitee Apemindo, Poltak Sitanggang, pembatasan ekspor bijih mineral akan mengurangi nilai tambah bagi pengusaha. Akibatnya, perusahaan tambang yang sebagian besar dimiliki pengusaha nasional akan kolaps.

"Perusahaan kontraktor pertambangan mineral nasional punya 15 ribu unit alat berat dengan kapitalisasi Rp1,5 triliun. Sementara kapitalisasi 75 ribu unit alat transport minimal Rp2,5 triliun. Hampir 80 persen pendanaan berasal dari leasing Bank. Sejak peraturan itu keluar, pendanaan dan penjualan alat berat dan transportasi sudah berhenti sementara," ujar Poltak dalam siaran pers yang diterima hari ini (16/3/2012).

Menurut Poltak lagi, jika perusahaan kolaps maka otomatis jumlah pengangguran dari profesi pertambangan yang sudah tercipta selama lima tahun belakangan ini akan membengkak. "Akan terjadi PHK besar-besaran. Menurut data kami, kurang lebih 20ribu tenaga kerja,” kata Poltak.

Dalam pasal 21 dituliskan bahwa pada saat Permen ini mulai berlaku, Pemegang IUP Operasi Produksi dan IPR dilarang untuk menjual bijih mineral ke luar negeri dalam jangka waktu paling lambat tiga bulan sejak berlakunya Permen.



(ang/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut