detikfinance

Ini 5 Alasan Pemerintah Naikkan BBM Jadi Rp 6.000/Liter

Rista Rama Dhany - detikfinance
Senin, 19/03/2012 15:53 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/03/19/1034/POMbensin.jpg
Jakarta - Keputusan pemerintah dengan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi Rp 6.000 per liter atau sama dengan mengurangi subsidi BBM yang saat ini mencapai Rp 191,1 triliun didasarkan 5 (lima) alasan, apa saja?

"Alasan penting bagi kita semua untuk berkomitmen mengurangi subsidi BBM yakni, lebih berpihak pada si kecil, lebih hemat dan ramah lingkungan, lebih bermanfaat, lebih benar, dan lebih awet," kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, dalam bukunya Subsidi BBM buat (si) Apa? Menjelaskan Kenaikan Harga Premium dan Solar, yang dikutip detikFinance, Senin (19/3/2012).

Jero menjelaskan, lebih perpihak pada si kecil itu karena BBM subsidi justru lebih membantu warga kelompok menengah-atas yang sudah berkecukupan.

"Alasan kedua, lebih hemat dan ramah lingkungan, karena pemangkasan subsidi membuat harga Premium dan Solar yang jauh lebih murah dan mestinya mendorong orang boros dan ceroboh dengan mengkonsumsi BBM," ujarnya.

Perihal lebih bermanfaat, Jero mengatakan dana yang seharusnya habis untuk subsidi bisa dialihkan pemakaiannya untuk membiayai belanja lain yang lebih berguna bagi rakyat banyak.

"Selanjutnya, lebih benar yakni karena pemangkasan subsidi mengurangi dorongan untuk penyelewengan dan penyelundupan," ucapnya.

Alasan terakhir kata Jero, lebih awet, karena efek positif pengurangan subsidi premium dan solar akan terasa dalam jangka waktu cukup lama. Bukan hanya bagi anggaran 2012 saja, efek positif pemangkasan subsidi BBM akan meringankan beban negara pada tahun-tahun mendatang.



(rrd/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA