Kasih 'Bonus' Raskin, Pemerintah Rogoh Rp 5,3 Triliun
Senin, 19/03/2012 16:22 WIB
Jakarta - Sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, pemerintah akan memberikan tambahan beras miskin (raskin) menjadi 14 bulan dari biasanya 12 bulan. Perum Bulog selaku pihak yang menyalurkan raskin mengusulkan adanya penambahan anggaran subsidi pangan sebesar Rp 5,3 Triliun.
Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR-RI menyebutkan bahwa perlu adanya penambahan anggaran untuk mengoptimalisasi program raskin tahun ini.
"Kan begini ini kan BBM mau naik karena mau naik salah satu yang kemungkinan terkena kan rakyat miskin, makanya ingin dibantu dengan beras raskin ke-14 , kemarin sudah ada tambahan ke-13 sekarang tambahan ke-14 anggarannya perlu tambahan yang Rp 5,3 triliun itu. Awalnya kita cuma melakukan 12 kali," ujar Sutarto (19/3/2012).
Dia menambahkan alasan mengapa perlu adanya penambahan menjadi 14 kali penyaluran adalah karena tingkat kebutuhan masyarakat miskin yang semakin tinggi terhadap beras setiap tahunnya.
"Seperti yang kami laporkan kenapa ada raskin 13 dan 14 itu karena faktor harga dan pengeluaran masyarakat terhadap beras cukup besar sekitar 27% kalau dibantu dengan harga yang murah," tungkasnya.
Target sasaran utama raskin ini adalah masyarakat miskin yang jumlahnya mencapai 17 juta lebih RTS atau Rumah Tangga Sasaran. Dengan jatah 15 Kg setiap bulan per rumah tangga sasaran (RTS)-nya, dan nilai tukar sejumlah Rp 1.600/Kg.
"Sasarannya adalah 17.488.007 juta RTS alokasinya 15 Kg per bulan, harga tebus Rp 1.600," ujar Sutarto.
Dengan itu anggaran yang diusulkan Perum Bulog ditambah dengan cadangan beras pemerintah (CDB) sebesar Rp 2 triliun, maka diperkirakan anggaran yang diusulkan mencapai Rp 22,9 triliun dengan asumsi harga pembelian beras Rp 7500 per Kg.
Berdasarkan hasil pembahasan dengan Kementerian Keuangan usulan tambahan anggaran subsidi pangan yang diajukan pemerintah dalam Nota Keuangan dan RAPBN Perubahan diperkirakan mencapai Rp 20 triliun lebih, atau naik sekitar Rp 5,3 triliun atau naik sekitar 34,1% dari pagu anggaran subsidi pangan yang ditetapkan APBN tahun 2012.
(zul/hen)
Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR-RI menyebutkan bahwa perlu adanya penambahan anggaran untuk mengoptimalisasi program raskin tahun ini.
"Kan begini ini kan BBM mau naik karena mau naik salah satu yang kemungkinan terkena kan rakyat miskin, makanya ingin dibantu dengan beras raskin ke-14 , kemarin sudah ada tambahan ke-13 sekarang tambahan ke-14 anggarannya perlu tambahan yang Rp 5,3 triliun itu. Awalnya kita cuma melakukan 12 kali," ujar Sutarto (19/3/2012).
Dia menambahkan alasan mengapa perlu adanya penambahan menjadi 14 kali penyaluran adalah karena tingkat kebutuhan masyarakat miskin yang semakin tinggi terhadap beras setiap tahunnya.
"Seperti yang kami laporkan kenapa ada raskin 13 dan 14 itu karena faktor harga dan pengeluaran masyarakat terhadap beras cukup besar sekitar 27% kalau dibantu dengan harga yang murah," tungkasnya.
Target sasaran utama raskin ini adalah masyarakat miskin yang jumlahnya mencapai 17 juta lebih RTS atau Rumah Tangga Sasaran. Dengan jatah 15 Kg setiap bulan per rumah tangga sasaran (RTS)-nya, dan nilai tukar sejumlah Rp 1.600/Kg.
"Sasarannya adalah 17.488.007 juta RTS alokasinya 15 Kg per bulan, harga tebus Rp 1.600," ujar Sutarto.
Dengan itu anggaran yang diusulkan Perum Bulog ditambah dengan cadangan beras pemerintah (CDB) sebesar Rp 2 triliun, maka diperkirakan anggaran yang diusulkan mencapai Rp 22,9 triliun dengan asumsi harga pembelian beras Rp 7500 per Kg.
Berdasarkan hasil pembahasan dengan Kementerian Keuangan usulan tambahan anggaran subsidi pangan yang diajukan pemerintah dalam Nota Keuangan dan RAPBN Perubahan diperkirakan mencapai Rp 20 triliun lebih, atau naik sekitar Rp 5,3 triliun atau naik sekitar 34,1% dari pagu anggaran subsidi pangan yang ditetapkan APBN tahun 2012.
(zul/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 24/05/2013 12:22 WIB
Jadi Bos Baru Bank Indonesia, Ini 5 Agenda Besar Agus Marto
-
Jumat, 24/05/2013 12:03 WIB
PLN Rugi Rp 26 M/Hari Akibat Pipa Gas Bocor, PGN Membantah
-
Jumat, 24/05/2013 12:01 WIB
Bisnis Menjanjikan, Susu Kuda Liar 'Disulap' Jadi Produk Kosmetik
-
Jumat, 24/05/2013 11:49 WIB
5 Alasan Subsidi Tetap Bengkak Meski Premium Jadi Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500
-
Jumat, 24/05/2013 11:45 WIB
Aksi Beli Ramai Lagi, IHSG Naik 29 Poin
-
Jumat, 24/05/2013 10:21 WIB
Rumah Aneh di Singapura, 11 Tahun Dijual Tak Laku-laku
-
Jumat, 24/05/2013 11:49 WIB
5 Alasan Subsidi Tetap Bengkak Meski Premium Jadi Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500
-
Jumat, 24/05/2013 11:27 WIB
Bangun Pabrik HP Rp 47 T, Foxconn Dapat Lahan dari Agung Sedayu
-
Jumat, 24/05/2013 10:19 WIB
Melihat Senyuman Wanita-wanita Cantik di Indonesia Banking Expo 2013
-
Jumat, 24/05/2013 12:14 WIB
Jadi Bos Baru Bank Indonesia, Ini 5 Agenda Besar Agus Marto
-
40 Komentar
-
35 Komentar
-
33 Komentar
-
26 Komentar
-
22 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Kamis, 23/05/2013 13:15 WIB
Ini Wanita Muda Cantik Paling Berpengaruh di Dunia Bisnis
Masih muda, cantik, dan punya pengaruh yang sangat besar di dunia. Mereka ini wanita yang masuk daftar 'Wanita Paling Berpengaruh di 2013' versi Forbes.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 08:30 WIB WIB
Sambut Akhir Pekan, Harga Emas Antam 'Lompat' Rp 3.000/Gram
-
Jumat, 24/05/2013 08:20 WIB WIB
Ini Kasus Penyelewengan Pajak Paling yang Aneh di AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)








