detikfinance

China Bantu Investasi Rp 1,4 Triliun di Sektor Kelautan

- detikfinance
Senin, 26/03/2012 15:07 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/03/26/4/nelayan-dlm.jpg
Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengantongi komitmen investasi Rp 1,4 triliun dari China untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia.

"Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah berkomitmen mengucurkan dana Rp 1,4 triliun untuk kerjasama di bidang kelautan selama lima tahun," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/3/2012).

Komitmen investasi itu merupakan satu poin dari sejumlah kesepakatan antara Indonesia dan China untuk mengembangkan pembangunan ekonomi berbasis kelautan (Blue Economy).

Konsep “Blue Economy” merupakan pengembangan ekonomi berbasis kelautan yang terkait dengan manajemen berkesinambungan serta melestarikan sumber-sumber kelautan, khususnya yang menyangkut dengan keamanan pangan (food security), perubahan iklim (climate change), pemberantasan pencurian ikan (IUU fishing), kerja sama bidang riset dan pengembangan, serta peningkatan kesadaran atas isu-isu kelautan.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Arrangement on the Development of Indonesia-China Center for Ocean and Climate (ICCOC) antara Menteri KP dengan Administrator State Oceanic Administration (SOA) RRT Liu Cigui di Beijing, akhir pekan lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan juga didampingi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pejabat penting Indonesia lainnya.

Dalam pertemuan bilateral ini, kedua negara menggarisbawahi pentingnya penguatan kerjasama di sektor kelautan dan perikanan, dimana sektor ini di masa yang akan datang akan dapat memainkan peranan penting dalam menghadapi isu-isu global.

Selain akan mengucurkan investasi, China dan Indonesia juga sepakat membentuk Indonesia-China Center for Ocean Climate (ICCOC) di lima lokasi, diantaranya Natuna, Prancak, Morotai, dan dua lagi Indonesia Kawasan Timur.

Tugas pokoknya, antara lain meningkatkan komunikasi antar ilmuwan kedua negara, publikasi jurnal ilmiah dan laporan penelitian, dan menyusun peralatan dan kapal yang akan digunakan dalam investigasi bersama.

Pemerintah China juga siap membantu KKP untuk pengembangan pendidikan dalam bentuk Beasiswa untuk Paska Sarjana tingkat Master dan Doktoral dibidang kelautan dan perikanan. Kesepakatan lainnya, Pemerintah China akan membantu KKP dalam pengadaan kapal riset, khususnya riset dilaut dalam.

"Pemerintah akan terus mendorong masuknya investor untuk meningkatkan pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Sehingga kesejahteran masyarakat semakin membaik," tandas Sharif.




(ang/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA