detikfinance

Tanpa Subsidi, Harga Bensin Premium dan Solar Rp 8.400/Liter

Wahyu Daniel - detikfinance
Kamis, 29/03/2012 11:32 WIB
Tanpa Subsidi, Harga Bensin Premium dan Solar Rp 8.400/Liter Foto: dok.detikFinance
Jakarta -Pemerintah menyatakan harga minyak mentah dunia yang melonjak saat ini membuat harga BBM pun naik secara keekonomian. Jika tidak disubsidi, harga bensin premium dan solar saat ini Rp 8.400/liter.

Demikian penjelasan Kementerian ESDM seperti dikutip, Kamis (29/3/2012).

Kenapa bisa sampai Rp 8.400 per liter? Berikut perhitungan dari Kementerian ESDM:


  • Harga dasar minyak mentah sebesar kurang lebih Rp 5.940 per liter diperoleh dari Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) dikalikan kurs dolar (Rp 9.000) dibagi 159 (faktor pembagi dari barel ke liter).
  • Harga LRT (Lifting, Refinery, Transportation) sebesar US$ 24,1 per barel atau Rp 1.360 per liter.
  • Subtotal dari poin (1) dan (2) mencapai Rp 7.300 per liter.
  • Ditambah pajak dan lain-lain (15%) sebesar Rp 1.100 per liter, maka total harga keekonomian BBM mencapai Rp 8.400 per liter.
Dijelaskan pemerintah, definisi subsidi BBM adalah selisih harga keekonomian BBM dengan harga jual di SPBU Pertamina.

Harga premium dan solar saat ini adalah Rp 4.500/liter, sedangkan harga keekonomian tanpa subsidi adalah Rp 8.400/liter, sehingga besaran subsidi BBM per liter adalah Rp 3.900.

Usulan RAPBN-P 2012, pemerintah meminta harga BBM bersubsidi dinaikkan Rp 1.500/liter menjadi Rp 6.000/liter. Dengan kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi Rp 6.000/liter, artinya besaran subsidi BBM masih sebesar Rp 2.400/liter.

Pemerintah terus menjelaskan alasannya berencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter.

Jumlah kebutuhan BBM di dalam negeri tahun ini rata-rata diperkirakan 1,4 juta barel per hari, sedangkan dari produksi dalam negeri hanya sekitar 930 ribu barel per hari dan yang menjadi bagian negara hanya 586 ribu barel per hari.

Dengan masih adanya impor minyak dari luar, kenaikan harga minyak dunia sangat berpengaruh terhadap keuangan negara dan sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melakukan langkah antisipasi terhadap kenaikan tersebut. Salah satu langkahnya adalah kenaikan harga BBM subsidi yang sampai saat ini masih ditahan Rp 4.500 per liter.

Tanpa kenaikan, pemerintah menilai subsidi BBM dapat mencapai sekitar Rp 178 triliun, dan keseluruhan defisit anggaran pemerintah menjadi sekitar Rp 250 triliun-Rp 300 triliun (atau berada di atas 3% dari PDB-batas yang diperbolehkan oleh Undang-Undang).


(dnl/hen)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut