Meski Pertamax Rp 10.200, Orang Kaya Harus Malu Pakai Premium!
Minggu, 01/04/2012 15:09 WIB
Jakarta - Pemerintah harus mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari kaum kaya dan menengah. Tingginya harga Pertamax pasti mengakibatkan orang kaya dan menengah berbondong-bondong beralih ke Premium. Hal ini dipandang tidak wajar!
"Sebaiknya pemerintah fokus pada mencabut subsidi BBM dari kaum kaya dan menengah. Berdasarkan pidato Presiden dan para Menteri, 70 persen dari subsidi BBM itu dinikmati kelompok menengah atas," kata Ekonom Dradjad Wibowo kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (1/4/2012).
Artinya, menurut Dradjad pada tahun 2011 nilai subsidi yang dinikmati kaum kaya dan menengah ini sudah sebesar Rp 115,6 triliun.
"Ini jelas pemborosan yang tidak sedikit. Orang kaya dan menengah harus malu ngembat BBM bersubsidi dan listrik bersubsidi. Harusnya malu karena ikut menghabiskan minyak kita, pakai subsidi lagi," ungkap Dradjad.
Wakil Ketua Umum PAN ini menilai keputusan DPR kemarin sebenarnya 'unworkable'. Kalimat rata-rata 6 bulan berjalan adalah moving average. Rata-rata ICP 6 bulan berjalan bisa berada di atas dan di bawah 15 persen pada bulan atau minggu yang sama.
"Artinya, bukan tidak mungkin dalam bulan atau minggu yang sama pemerintah harus menaikkan dan menurunkan harga BBM bersubsidi. Jelas tidak praktis. Harga BBM bersubsidi akhirnya berfluktuasi mengikuti harga pasar, padahal pasal UU Migas tentang hal ini sudah dibatalkan MK. Pemerintah pun bisa dianggap melanggar UU klo telat menurunkan harga BBM bersubsidi," papar Dradjad.
"Tapi dalam praktek di negara manapun, rasa malu saja tidak cukup. Harus ada enforcement, pemaksaan, penegakan aturan dari negara. Negara harus memaksa orang kaya dan menengah tidak mengembat BBM bersubsidi," tutupnya.
Seperti diketahui, bensin Pertamax sudah tembus Rp 10.200/liter di 1 April 2012 ini. Harga Pertamax yang berbeda jauh dengan Premium di Rp 4.500/liter ini disinyalir akan orang mampu juga mendapatkan subsidi dengan mengisi Premium.
(dru/nia)
"Sebaiknya pemerintah fokus pada mencabut subsidi BBM dari kaum kaya dan menengah. Berdasarkan pidato Presiden dan para Menteri, 70 persen dari subsidi BBM itu dinikmati kelompok menengah atas," kata Ekonom Dradjad Wibowo kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (1/4/2012).
Artinya, menurut Dradjad pada tahun 2011 nilai subsidi yang dinikmati kaum kaya dan menengah ini sudah sebesar Rp 115,6 triliun.
"Ini jelas pemborosan yang tidak sedikit. Orang kaya dan menengah harus malu ngembat BBM bersubsidi dan listrik bersubsidi. Harusnya malu karena ikut menghabiskan minyak kita, pakai subsidi lagi," ungkap Dradjad.
Wakil Ketua Umum PAN ini menilai keputusan DPR kemarin sebenarnya 'unworkable'. Kalimat rata-rata 6 bulan berjalan adalah moving average. Rata-rata ICP 6 bulan berjalan bisa berada di atas dan di bawah 15 persen pada bulan atau minggu yang sama.
"Artinya, bukan tidak mungkin dalam bulan atau minggu yang sama pemerintah harus menaikkan dan menurunkan harga BBM bersubsidi. Jelas tidak praktis. Harga BBM bersubsidi akhirnya berfluktuasi mengikuti harga pasar, padahal pasal UU Migas tentang hal ini sudah dibatalkan MK. Pemerintah pun bisa dianggap melanggar UU klo telat menurunkan harga BBM bersubsidi," papar Dradjad.
"Tapi dalam praktek di negara manapun, rasa malu saja tidak cukup. Harus ada enforcement, pemaksaan, penegakan aturan dari negara. Negara harus memaksa orang kaya dan menengah tidak mengembat BBM bersubsidi," tutupnya.
Seperti diketahui, bensin Pertamax sudah tembus Rp 10.200/liter di 1 April 2012 ini. Harga Pertamax yang berbeda jauh dengan Premium di Rp 4.500/liter ini disinyalir akan orang mampu juga mendapatkan subsidi dengan mengisi Premium.
(dru/nia)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 19/06/2013 20:04 WIB
Anggaran Jebol, Thailand Tak Kuat Lagi Beli Beras Petani Lebih Mahal
-
Rabu, 19/06/2013 19:20 WIB
Akhir Pekan Ini Jokowi Buka Pameran Monorel Gratis di Monas
-
Rabu, 19/06/2013 18:52 WIB
Bangun Parkir Bawah Tanah di Monas, Ahok Suntik Rp 1 Triliun ke BUMD
-
Rabu, 19/06/2013 18:45 WIB
Ahok: Tak Mudah Urai Macet, Ps. Minggu dan Tanah Abang Semrawut
-
Rabu, 19/06/2013 18:32 WIB
43 BUMN Rebutan Penghargaan dari Dahlan Iskan
-
Rabu, 19/06/2013 07:24 WIB
Laporan dari Kuala Lumpur
Ini Bedanya Tol di Malaysia dan di Indonesia
-
Rabu, 19/06/2013 11:16 WIB
Sempat Jadi Pembersih Tinja, Gita Wirjawan: Banyak yang Pikir Saya Mulai Hidup Enak
-
Rabu, 19/06/2013 08:38 WIB
Ini Dia 10 Orang Kaya yang Pernah Jadi Pencuri (1)
-
Rabu, 19/06/2013 11:45 WIB
Dahlan Iskan Kunjungi Silvia di Kramat Jati, Siapa Dia?
-
Rabu, 19/06/2013 07:44 WIB
Maskapai dengan Pertumbuhan Paling Cepat di Dunia, Wakil RI Urutan Berapa?
-
79 Komentar
-
74 Komentar
-
68 Komentar
-
64 Komentar
-
55 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 19/06/2013 12:28 WIB
Ini Dia 10 Orang Kaya yang Pernah Jadi Pencuri (2)
Jadi orang kaya atau konglomerat memang punya banyak harta dan mampu memiliki segalanya. Namun, beberapa orang kaya ini pernah mencuri sesuatu dan menjadi pengutil.
200 USD
Rp 275.000,-
Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?
Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal?
JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
BUKTIKAN SENDIRI!
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 11:38 WIB WIB
ANTV Dijual ke Hary Tanoe, Grup Bakrie: Itu Cuma Gosip
-
Rabu, 19/06/2013 11:16 WIB WIB
Sempat Jadi Pembersih Tinja, Gita Wirjawan: Banyak yang Pikir Saya Mulai Hidup Enak
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer









