detikfinance

Bermitra Waralaba dengan Alfamart

Berbagi Kesempatan Untuk Maju

Advertorial - detikfinance
Kamis, 05/04/2012 00:00 WIB
Berbagi Kesempatan Untuk Maju
Jakarta -"Bisnis Retail Alfamart yang berorientasi kepada kemitraan dan pemberdayaan pengusaha kecil, berstandar budaya perusahaan dengan integritas, inovasi, kualitas" produktivitas serta kepuasaan pelanggan menjadi acuan manajemen waralabanya.

Hal tersebut, dirasakan oleh Ir. H.Asep Kurnia (44) yang telah bermitra dengan Alfamart sejak tahun 2006 melalui program franchise/waralaba. Toko pertama yang didirikannya berlokasi di Cikijing, Majalengka merupakan awal terwujudnya cita-cita Ayah berputra 3 ini.

Tidak berapa lama menyusul dua toko berikutnya di daerah Kawali yang tepatnya di jalan Siliwangi dan satu toko lagi ditahun yang sama di Bumiayu,Jawa Tengah. Sebagai seorang "wirausaha, pria jebolan Universitas Jendral Soedirman " Purwokerto tersebut, sebelum bermitra dengan Alfamart mempunyai usaha dengan membuka toko besi dan peternakan ayam.

Jiwa enterpreneurnya yang kuat mempertemukannya dengan usaha retail melalui "bermitra bersama Alfamart". "Bisnis Alfamart yang berorientasi kepada kemitraan dan pemberdayaan pengusaha kecil, mempunyai standar prinsip dasar budaya perusahaan yang tinggi yakni Integritas, Inovasi, Kualitas dan Produktivitas, Kerjasama Tim dan Kepuasan Pelanggan yang dalam penerapan manajemen waralabanya",kata Asep menceriterakan awal bermitranya dengan Alfamart.

"Pengusaha kecil seperti saya, perlu bersinergis dengan pengusaha dengan skala lebih besar, agar mendorong peningkatan usahanya" Alhamdulillah Alfamart sudah memberikan kesempatan," karena dengan bermitra dengan manajemen" sekelas Alfamart penerapan sistem modern, merupakan salah satu cita-cita saya untuk memiliki toko kelontong serba ada dengan barang yang berkualitas untuk konsumen", lanjut Asep seraya menuturkan bahwa manajemen Alfamart membagi kemitraan dengan masyarakat banyak yang berhasrat" untuk berwirausaha.

Bermitra usaha bersama Alfamart membuat Asep semakin merasakan nilai positifnya, apalagi diawal akan bergabung diterapkan survei lokasi secara detail serta memberikan proyeksi yang konservatif perjalanan usaha selama 5 tahun ke depan."Sempat diragukan ketika lokasi Toko Asep di Kawali yang merupakan rintisan waralaba Alfamart ditahun 2006 di wilayah Kabupaten Ciamis" akan dibuka.. Karena lokasi tempat akan berdirinya toko modern tersebut di jalan Siliwangi atau jalan raya kawali" pada tahun itu sangat sepi, walaupun sebagai perlintasan kendaraan yang menuju Cirebon atau sebaliknya Cirebon-Ciamis. "Alhamdulillah sejak berdirinya Alfamart, di Jalan Silawangi Kawali, lokasi tersebut yang tadinya tidak terlalu ramai" menjadi semakin ramai, dan berdampak pada geliat ekonomi dengan banyaknya bermunculan usaha lainnya," tukang gorengan, tukang sate, pedagang martabak, termasuk kantor bank, pom bensin, rumah makan disepanjang jalan Siliwangi" lanjut Asep."

Sementara itu, Asep pun menepis anggapan jika keberadaan toko modern mematikan usaha sekitarnya, Begitu pun dengan semakin merebaknya toko-toko kelontong yang juga menawarkan barang konsumsi, merupakan fenomena era perdagangan bebas yang sulit dihindari.

"Yang penting bagaimana pengusaha besar dapat menggandeng pedagang kecil, serta memberikan bimbingan dan edukasi agar mereka dapat menjalan roda usahanya dengan baik," paparnya.

Asep menerangkan, bahwa hal utama yang bisa dijadikan panutan atau contoh dari manajement toko modern seperti "Alfamart dalam menjalankan usahanya," yakni memberikan pelayanan yang baik, sopan dan ramah, memberikan pilihan produk yang tepat dan berkualitas kepada konsumen dan pelanggan, harga yang pas,tampilan pajangan barang menarik juga promosi yang berkesinambungan. Tak heran berkat mitra usahanya dengan Alfamart, usahanya makin berkembang dari yang tadinya hanya memiliki satu toko mitra usaha pada 2006, kini di 2012, jumlah" tokonya menjadi 13 gerai yang tersebar di Wilayah Jabar dan Jateng. Dengan jumlah toko tersebut, secara otomatis juga menyerap tenaga kerja bagi lingkungan sekitar toko, dari 1 toko saja" ada sekitar 10 karyawan dan 80% adalah warga sekitar gerai Alfamart.

foto: Ir H Asep Kurnia (44) dan Hj Leni Rodiana (34),


(adv/adv)

Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Ini Investasi yang Cocok Saat Imlek Senin, 08/02/2016 11:00 WIB
    Ini Investasi yang Cocok Saat Imlek
    Anda bisa mengandalkan feng shui untuk berinvestasi setelah Imlek di tahun monyet api, tapi bisa juga memakai data. Investasi seperti apa yang menarik saat Imlek?


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut