detikfinance

Tak Mau Tambah Utang, SBY Siapkan Gerakan Penghematan Nasional

Luhur Hertanto - detikfinance
Rabu, 04/04/2012 16:13 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/04/4/SBY5-luar.jpg
Jakarta - Sepanjang bulan ini pemerintah marathon mempersiapkan gerakan penghematan nasional. Gerakan ini diharapkan bisa jadi solusi lonjakan subsidi BBM bila tahun ini harga minyak dunia semakin melonjak dan cegah utang baru.

"April ini kita marathon persiapkan dan Mei gerakan penghematan nasional bisa diluncurkan," kata Presiden SBY saat membuka rapat kabinet terbatas bidang ekonomi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/4/2012).

Di lingkungan pemerintahan, inti gerakan penghematan nasional itu diantaranya adalah pemangkasan anggaran kementerian, lembaga negara dan pemerintah daerah. Di samping itu ada lima lagi kebijakan yang akan diambil pada tahun ini.

Hal ini merupakan langkah aksi yang harus pemerintah tempuh ketika harga minyak dunia terus naik. Penghematan energi dan dorong penggunaan gas domestik untuk sektor rill dan pembangkit listrik.

Kemudian peningkatan investasi dengan mempertahankan aturan dan kondisi yang kondusif. Lalu meningkatkan penerimaan negara.

"Terutama dari sektor tambang, tertentu, bukan cuma menggenjot pajak dari berbagai lini," sambung SBY.

Besar harapan seluruh lembaga dan masyarakat mendukung aksi gerakan penghematan nasional ini. Presiden SBY optimis, gerakan ini bisa memberikan solusi untuk selamatkan ekonomi nasional bila tahun ini harga minyak dunia terus saja naik mengingat krisis di Selat Hormuz yang berkepanjangan.

"Gerakan ini juga upaya mencegah defisit anggaran. Itu semua agar kita tidak menambah utang, sebab menyusahkan kita, pemerintahan mendatang dan generasi penerus," papar SBY.

Rapat dimulai pada pukul 15.00 WIB. Anggota KIB II yang ikuti rapat terbatas sore hari ini di antaranya adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menhut Zulkilfi Hasan, Menteri ESDM Jero Wacik, PU Djoko Kirmanto, Kepala BKPM Gita Wiryawan, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.



(lh/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA