detikfinance

Dahlan Iskan Pensiun Jadi 'Salesman' Saham Garuda

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Rabu, 04/04/2012 19:20 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut, tugasnya untuk memasarkan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) milik tiga sekuritas BUMN yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas telah selesai.

Alasannya, terbukti setelah Dahlan gembar-gembor kepada investor dalam negeri untuk membeli, saham Garuda mengalami kenaikan. "Tugas saya sudah selesai dalam memasarkan saham Garuda," kata Dahlan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (4/4/2012).

"Waktu statement saya, saham Garuda berapa. Sekarang sudah berapa. Dan pengusaha bilang saham Garuda kini sudah terlalu mahal," tambahnya.

Selanjutnya, Dahlan membiarkan ketiga sekuritas BUMN untuk negeosiasi dengan calon-calon investor yang dianggapnya layak.

"Karena tugas saya sudah selesai, jadi silakan hubungi langsung dengan korporasi. Saya tidak titip apa-apa, yang penting segera lepas," pungkasnya.
Dahlan mengaku sudah tidak lagi mensyaratkan harga pelepasan saham Garuda tak lagi 10% di atas harga pasar. Mengingat harga saham Garuda sudah membaik.

"Kan sudah naik, jadi ga usah," kata Dahlan.

Dijelaskan Dahlan, nilai kapitalisasi saham Garuda Indonesia naik Rp 2 triliun. Ini seiring dengan peningkatan harga saham Garuda dalam waktu satu bulan ke belakang. "Ada keunikan saham Garuda kapitalisasinya naik Rp 2 triliun," kata Dahlan.

Sebagai catatan total market cap saham BUMN aviasi pada penutupan perdagangan hari ini Rp 13,58 triliun. Namun saham Garuda masih berada di level Rp 600 per lembar, turun 20 poin (3,23%) dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Meski turun, pada satu bulan terakhir terlihat tren kenaikan harga saham GIAA. Di 9 Maret 2012 lalu GIAA menduduki posisi Rp 58 per lembar.

Saham Garuda sempat berada pada jurang terdalam pada 28 November 2011, yakni Rp 400 per lembar. Nyaris saham perseroan belum pernah menyentuh harga IPO-nya di Februari 2011 Rp 750 per lembar.

Dahlan sebelumnya menawarkan sisa saham Garuda Indonesia yang dimiliki tiga sekuritas BUMN ke lima pengusaha nasional. Dahlan memberikan penawaran lewat pesan singkat alias SMS.

Dahlan menawarkan saham Garuda yang tak laku itu melalui pesan singkat. Berikut isi pesan singkat tersebut:

Berminatkah grup Anda membeli saham Garuda yang dikuasai tiga sekuritas BUMN dengan harga pasar saat ini? Kasihan tiga sekuritas tersebut. Kalau tidak ada pengusaha dalam negeri yang ambil, tentu akan dibeli asing. Saya tahu ini kemahalan dan kurang menarik.

Dahlan menawarkan saham tersebut kelima orang kaya Indonesia, yaitu Sandiaga Uno, Rachmat Gobel, Chairul Tanjung, Anthony Salim, dan Nirwan Bakrie. Namun, hingga kini Grup Bakrie dan Salim belum memberikan jawaban.

Tiga sekuritas plat merah, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas terpaksa menyerap saham perdana (initial public offering/IPO) Garuda karena tidak laku di pasar.

Usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp 2,256 triliun. Ketiganya terpaksa menyerap saham Garuda dengan porsi berimbang dan kini seluruhnya memiliki kepemilikan 8% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Garuda.

Sebelumnya, Dahlan Iskan memberi waktu hingga akhir Maret kepada mereka yang tertarik saham Garuda milik tiga BUMN sekuritas. Artinya tidak akan ada penetapan harga khusus atau premium untuk investor manapun.




(wep/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close