Ini Alasan BP Migas Beri Kartu Kredit Khusus ke Pejabatnya
Selasa, 10/04/2012 19:26 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) R. Priyono memberikan kartu kredit khusus kepada 90 pejabat di lingkungan lembaganya. Apa alasannya?
"Ya agar mereka bisa bangun society-nya dengan baik di lingkungan kerjanya khususnya kepada perusahaan perusahan minyak alasan lainnya agar para pejabat BP Migas khususnya yang berwenang mengambil keputusan dari pimpinan hingga kepala dinas (general manager) tidak ada suara-suara atau tuduhan gratifikasi," kata Priyono yang ditemui di Kantornya, Jalan gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Menurut Priyono, itulah sebabnya dirinya melarang para pejabat BP Migas ditraktir rekan kerjanya. "Tidak boleh ditraktir, tapi kita boleh menraktir salah satunya pakai kartu kredit tersebut. Karena kalau kita yang ditraktir apalagi dari perusahaan migas nanti ada suara-suara yang bilang hal itu dalam kaitannya dengan pemberian izin yang berujung gratifikasi," jelasnya.
Bahkan, ujar Priyono, selain untuk menjauhkan lagi dari tuduhan gratifikasi, dirinya juga melarang pejabat BP Migas menerima hadiah atau barang sesuatu dari para tamu khususnya tamu-tamu kedinasan.
"Kalau pun ada, maka barang atau hadiah tersebut wajib diserahkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," ungkapnya.
Priyono pun yakin pemberian kartu kredit khusus tersebut tidak akan sembarangan digunakan oleh penerimanya. "Memang harus digunakan, kalau tidak artinya si pejabat tersebut tidak melakukan society-nya dengan baik. Dan setiap transaksi akan diaudit, apakah yang dikeluarkan wajar apa tidak kalau tidak kita minta itu barang yang dibeli dikembalikan," tegasnya.
Selain itu seluruh pegawai di lingkungan BP Migas juga diwajibkan melaporkan harta kekayaannya ke KPK.
"Saat ini sudah ada 740 pegawai yang siap mendaftar untuk melaporkan harta kekayaannya ke KPK, lainnya akan segera menyusul karena wajib, makanya kita juga melakukan pelatihan bagaimana tata cara pelaporan, apa saja yang dilaporkan dan ke mana harus diserahkan laporannya tersebut," tandasnya.
(rrd/dnl)
"Ya agar mereka bisa bangun society-nya dengan baik di lingkungan kerjanya khususnya kepada perusahaan perusahan minyak alasan lainnya agar para pejabat BP Migas khususnya yang berwenang mengambil keputusan dari pimpinan hingga kepala dinas (general manager) tidak ada suara-suara atau tuduhan gratifikasi," kata Priyono yang ditemui di Kantornya, Jalan gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Menurut Priyono, itulah sebabnya dirinya melarang para pejabat BP Migas ditraktir rekan kerjanya. "Tidak boleh ditraktir, tapi kita boleh menraktir salah satunya pakai kartu kredit tersebut. Karena kalau kita yang ditraktir apalagi dari perusahaan migas nanti ada suara-suara yang bilang hal itu dalam kaitannya dengan pemberian izin yang berujung gratifikasi," jelasnya.
Bahkan, ujar Priyono, selain untuk menjauhkan lagi dari tuduhan gratifikasi, dirinya juga melarang pejabat BP Migas menerima hadiah atau barang sesuatu dari para tamu khususnya tamu-tamu kedinasan.
"Kalau pun ada, maka barang atau hadiah tersebut wajib diserahkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," ungkapnya.
Priyono pun yakin pemberian kartu kredit khusus tersebut tidak akan sembarangan digunakan oleh penerimanya. "Memang harus digunakan, kalau tidak artinya si pejabat tersebut tidak melakukan society-nya dengan baik. Dan setiap transaksi akan diaudit, apakah yang dikeluarkan wajar apa tidak kalau tidak kita minta itu barang yang dibeli dikembalikan," tegasnya.
Selain itu seluruh pegawai di lingkungan BP Migas juga diwajibkan melaporkan harta kekayaannya ke KPK.
"Saat ini sudah ada 740 pegawai yang siap mendaftar untuk melaporkan harta kekayaannya ke KPK, lainnya akan segera menyusul karena wajib, makanya kita juga melakukan pelatihan bagaimana tata cara pelaporan, apa saja yang dilaporkan dan ke mana harus diserahkan laporannya tersebut," tandasnya.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 21:31 WIB
Ke Mana Darmin Nasution Setelah Pensiun dari BI?
-
Senin, 20/05/2013 21:07 WIB
Chatib Menkeu Baru, Hatta Berharap Proyek Jembatan Selat Sunda Jadi Lancar
-
Senin, 20/05/2013 20:53 WIB
Pengalaman Darmin Nasution Tangani Bank Bermasalah Saat Jadi Gubernur BI
-
Senin, 20/05/2013 20:21 WIB
Pesan Hatta ke Menkeu Chatib: Tak Ada Waktu Untuk Belajar
-
Senin, 20/05/2013 20:14 WIB
Darmin Nasution Buka Rahasia di Balik Akuisisi BTPN oleh Bank Jepang
-
Senin, 20/05/2013 10:06 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 14:48 WIB
Ini Satu-satunya Orang Arab yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
-
Senin, 20/05/2013 17:09 WIB
Program Resepsi Nikah di D'Cost, 'Hamil Baru Bayar'
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Kenapa Utang RI Tembus Rp 2.000 T? Ini Penjelasan Pemerintah
-
Senin, 20/05/2013 14:20 WIB
Chatib Basri Jadi Menkeu, Bos Pertamina dan Kepala BKPM Diisi Orang Baru?
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
26 Komentar
-
25 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 19:32 WIB
Pensiun dari BI, Darmin Nasution Bikin Buku 'Bank Sentral Harus Membumi'
Masa jabatan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) akan berakhir di 22 Mei 2013. Sebelum meninggalkan BI, Darmin meluncurkan buku tentang bank sentral.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 16:44 WIB WIB
30 Tahun Diincar, Apakah Inalum 100% Jadi Milik Indonesia 30 Oktober?
-
Senin, 20/05/2013 16:41 WIB WIB
Cerita Industri Unggas China Rugi Rp 1 T/Hari Gara-gara Flu Burung
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










