12 Investor Tanam Rp 432 Miliar Untuk Listrik Tenaga Air di Banyumas

Arbi Anugrah - detikfinance
Rabu, 11/04/2012 19:00 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/11/1034/By-Dadan-dalam.jpg Foto: dok.detikFinance
Jakarta -Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mengundang investor mencari sumber-sumber energi listrik, salah satunya lewat pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).

Saat ini sudah ada 12 investor yang telah memegang izin prinsip dari pemerintah kabupaten Banyumas untuk mengembangkan potensi listrik tenaga air. Jumlah investasi PLTMH sudah mencapai Rp 432 miliar.

"Saat ini ada 12 perusahaan telah memegang izin prinsip dari Pemkab Banyumas untuk mengembangkan PLTMH di berbagai wilayah, dengan nilai investasi berkisar antara Rp 16,3 miliar sampai dengan Rp 160 miliar," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Banyumas, Anton Adi Wahyono, dalam surat elektronik yang diterima detikFinance Rabu (11/4/2012).

Menurut dia, nantinya ke 12 perusahaan tersebut akan memanfaatkan aliran sungai Guwa di desa Glempang Pekuncen, Sungai Prukut Desa Sambirata dan Karangtengah Cilongok, Sungai Mengaji Desa Sokawera dan Gununglurah Cilongok, Sungai Logawa Desa Sunyalangu dan Baseh Kedungbanteng, dan Desa Babakan Karanglewas, serta Sungai Banjaran Desa Karangtengah Baturraden, dan Sungai Serayu Desa Tambaknegara Rawalo.

"Kapasiatas PLTMH yang akan dibangun antara 1-16 Megawatt (MW)," jelasnya.

Secara umum, potensi PLTMH di Kabupaten Banyumas perlu dikelola secara lebih optimal. PLTMH yang menggunakan energi potensial aliran air alami ini adalah salah satu alternatif sumber suplai energi yang murah dan efisien untuk mencukupi kebutuhan listrik masyarakat Banyumas yang belum semua terpenuhi, terutama yang berada di daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik PLN. Selain itu proyek ini berpotensi menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp 33,6 miliar.

"Angka ini hasil dari perhitungan 2,5% dikali 32% hak pemerintah daerah dari proyeksi pendapatan PLTMH yang diperkirakan mencapai Rp 310,92 miliar per tahun," ungkapnya.

(dnl/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Minggu, 03/08/2014 18:18 WIB
    Ini Penyebab Klaim Asuransi Kecelakaan Tak Bisa Cair
    Beberapa kasus ada saja pemegang asuransi kecelakaan yang sulit mencairkan klaimnya. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan klaim asuransi kecelakaan sulit atau bahkan tak bisa cair.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut