detikfinance

DPR Geram Dahlan Angkat Lagi Direksi Lama BUMN

Angga Aliya - detikfinance
Kamis, 12/04/2012 13:47 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/12/4/bumn-dalam-1.jpg
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tak setuju dengan Keputusan menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) soal pendelegasian sebagian wewenang menteri BUMN, sebagai wakil pemerintah selaku pemegang saham BUMN, kepada pejabat eselon I Kementerian BUMN, dewan komisaris, maupun direksi BUMN.

Menurut Ketua Komisi VI DPR, Aria Bima, kewenangan itu membuat deputi kementerian BUMN dapat menunjuk direksi BUMN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau mekanisme TPA (Tim Penilai Akhir).

Hal ini telah terjadi dalam kasus penunjukkan langsung direksi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Pelni (Persero), PT RNI (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara III.

"Sementara direksi PT Pelni menurut laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memiliki rekam jejak negatif," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/4/2012).

Ia mengatakan, penunjukkan direksi BUMN tanpa melalui mekanisme RUPS dan TPA dinilai mengabaikan prinsip transparansi dan akutabilitas seperti diatur Pasal 15 dan Pasal 16 UU No. 19/2003 tentang BUMN.

Akibatnya, muncul kasus pengangkatan kembali direksi lama Pelni dan Garuda Indonesia untuk masa jabatan ketiga kalinya. Pengangkatan ini melanggar Pasal 16 ayat (4) UU No. 19/2003 tentang BUMN.

Pasal tersebut menyatakan, "Masa jabatan anggota Direksi ditetapkan 5 tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 kali masa jabatan,"

Aria menambahkan, jika kasus ini terus berlanjut dikhawatirkan berpotensi makin memburuknya kinerja BUMN dan akhirnya merugikan keuangan negara. Pasalnya, sebagian atau seluruh saham BUMN merupakan kekayaan negara yang dipisahkan, sesuai Pasal 1 ayat (5) dan Pasal 2 huruf g UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara.




(ang/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy
    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    REGISTRASI OTA