detikfinance

Roket Korea Utara Gagal Meluncur, Rp 7,7 Triliun 'Melayang'

Metta Pranata - detikfinance
Jumat, 13/04/2012 14:20 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/13/4/roket-dalam.jpeg
Jakarta - Badan intelejen Korea Selatan memperkirakan roket Korea Utara yang gagal luncur hari ini (13/4/2012) memakan biaya US$ 850 juta (Rp 7,7 triliun). Cukup untuk memberi makan 80% populasi Korea yang mengalami kelaparan selama setahun penuh.

Lokasi peluncuran menelan biaya US$ 400 juta sementara roket dan biaya muatan menghabiskan US% 450 juta, kata seorang pejabat militer kepada Yonhap-agensi berita milik Korea Selatan.

Menurut Bank Dunia, populasi Korea Utara pada 2010 mencapai 24.3 juta jiwa dan uang sebanyak itu bisa memberi makan 19 juta orang setahun penuh. “Korea Utara mengalami defisit 400.000 ton bahan pangan setiap tahunnya. Jadi US$ 850 juta bisa mengatasi masalah krisis pangan selama enam tahun,” kata pejabat militer tersebut.

Britain Telegraph juga menyebutkan biaya peluncuran roket yang gagal itu menghabiskan US$ 850 juta. Cukup untuk membeli 2.5 juta ton jagung dan 1.4 juta ton beras. PBB memperkirakan keseluruhan hasil panen Korea Utara pada 2011 mencapai 5.4 juta ton.

Seperti dikutip dari CNN (13/4/2012), Cheong Wook-sik dari Peace Network, Seoul mengatakan biaya US$ 850 juta terlalu tinggi jika menghitung murahnya ongkos tenaga kerja dan teknologi di Korea Utara. Sebagai perbandingan, peluncuran satelit Korea Selatan pada 2009 menelan biaya US$ 500 juta (Rp 4.55 triliun).

“Staf teknik dengan upah paling tinggi di Korea Utara ada di Kaesong Industrial Complex dengan bayaran di bawah US$ 60 (Rp 546.000) per bulan. Sebaliknya di Korea Selatan, insinyur dan programer komputer dibayar US$ 5.000 (Rp 45.5 juta) per bulan. Selisihnya mencapai 8200%,” papar Cheong.

Berapa pun biaya peluncuran roket yang gagal itu, seluruh dunia setuju kalau Korea Utara dilanda kelaparan. Program Pangan Dunia PBB memperkirakan, 1 dari 3 anak Korea Utara kekurangan gizi akut dan kerdil. Los Angeles Times pernah melaporkan, Korea Utara baru-baru ini menurunkan standar tinggi minimum untuk para tentaranya menjadi 145 meter.

Lebih parah lagi, warga Korea Utara harus menerima sanksi dari Amerika Serikat yang menghentikan pengiriman 240.000 meter kubik bahan pangan setelah rencana peluncuran roket diumumkan.



(ang/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
    • Gb Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
      Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
      Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA