detikfinance

Didik Rachbini: Jembatan Suramadu Saja Bisa, Masak Monorail Tak Bisa?

Ramdhania El Hida - detikfinance
Minggu, 15/04/2012 14:53 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/15/4/monorail.jpg
Jakarta - Pengamat ekonomi dari Institute Development Ekonomi and Finance (INDEF) Didik J Rachbini menilai ada 3 masalah utama yang terjadi di DKI Jakarta, yaitu kemacetan, banjir, dan pengangguran. Menurutnya, guna mengatasi kemacetan ini diperlukan formula kombinasi antara busway, monorail, dan Mass Rapid Transit (MRT).

"Tim Hidayat Didik itu akan mengembangkan transportasi massa kombinasi antara busway, monorail, dan MRT system. Ini adalah transportasi yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar," ujar Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta ini ketika ditemui di Kampus STEKPI, Jakarta, Minggu (15/4/2012).

Menurut Didik, saat ini TransJakarta atau yang dikenal dengan busway masih belum bekerja guna mengurangi kemacetan. Pasalnya, fasilitas transportasi umum ini baru mampu mengangkut 3 persen penumpang di Jakarta karena keterbatasan armada.

"Jadi transportasi itu, sekarang busway baru menyerap 3 persen dari penumpang Jakarta. Dia itu belum berhasil, jadi harus ditingkatkan frekuensi dari bus-busnya maupun koridor-koridornya," ujarnya.

Selain itu, lanjut Didik, perlunya monorail guna menambah sarana transporatasi massal di Jakarta. Dilihat dari sisi anggaran daerah, Didik menilai jumlah anggaran Jakarta sangat cukup untuk membangun fasilitas tersebut, tetapi saat ini anggaran daerah tersebut belum berjalan efektif untuk pembangunan.

"Kalau dibilang anggaran efektif atau tidak, maka jawabannya tidak. Waktu Pemda Jatim bikin jembatan Suramadu itu anggarannya cuma Rp 2 atau Rp 3 triliun. Kenapa propinsi yang cuma punya anggaran Rp 2 triliun bisa bikin Suramadu. Sekarang DKI yang anggarannya Rp 36 triliun tidak bisa bikin monorail. Jadi anggaran yang sekarang itu belum efektif, harus diefektifkan," tegasnya.

Lebih lanjut, Didik menilai perlu juga pembangunan MRT sekitar 40-60 km untuk mengurangi kepadatan di jalan. Pembangunan ini termasuk rencana besar.

Sementara itu, guna membebaskan Jakarta dari banjir diperlukan langkah-langkah seperti normalisasi kali di Jakarta dan pembuatan kanal.

"Jadi soal banjir itu kita punya solusi 3-4 strategi. Yang pertama adalah startegi daerah aliran sungai, aliran sungai yang 13 yang besar-besar atau mulai yang kecil-kecil dulu, dengan sistem hulu dan hilir dinormalisasi alirannya, karena banyak yang 7 meter jadi tinggal 2-3 meter. Kemudian kita bikin sistem kanal," ujarnya.

Sedangkan untuk mengatasi pengangguran, Didik menyatakan perlunya sarana pasar kaget untuk memfasilitasi masyarakat Jakarta yang ingin berwirausaha.

"Sektor-sektor informal tempatnya harus banyak. Kita siapkan banyak.pasar kaget harus dibikin dibanyak tempat, Sabtu-Minggu," pungkasnya.

Didik Rachbini: Suramadu Saja Bisa Dibangun Masak Monorail Ngga Bisa?

(nia/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
    • Gb Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
      Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
      Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA