detikfinance

Pembatasan BBM Diprotes, Hatta: Semua Dipolitisir, Nanti Nggak Maju-maju

Luhur Hertanto - detikfinance
Selasa, 17/04/2012 13:11 WIB
Jakarta - Pemerintah kesal semua usahanya untuk membatasi konsumsi BBM subsidi melonjak selalu dipolitisir. Tindakan tegas harus segera diambil untuk menjaga agar anggaran tak habis menguap untuk subsidi BBM.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta agar semua rencana kebijakan pemerintah tidak dipolitisir.

"Ini nggak boleh, begitu nggak boleh. Semua dipolitisir. Nanti nggak maju-maju. Namanya implementasi, awalnya ada saja hambatannya. Tapi sambil jalan kita perbaiki," jelas Hatta di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Hatta mengatakan, semua pihak boleh-boleh saja mengkritisi kebijakan pemerintah. Tapi pemerintah juga tetap dan harus maju. "Apa rela ratusan triliun subsidi jatuh terus ke yang tidak berhak? Kritis boleh, tapi kita harus maju," tegas Hatta.

Sebelumnya Dirjen Migas Evita Legowo mengatakan aturan pengendalian BBM subsidi akan segera keluar diperkirakan pada akhir April dan berlaku efektif Mei.

"Tahap awal berlaku untuk Jawa-Bali dulu, dan Pertamina sudah siap, tapi semua tergantung kesiapan infrastruktur," tandas Evita.

Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengaku sudah siap jika pemerintah menerapkan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Mei 2012. Namun hingga kini pemerintah belum memutuskan untuk pembatasan BBM subsidi untuk mobil di atas 1.300 cc, 1.500 cc atau 2.000 cc.
Menurut Anggota Komisi VII DPR, Satya W Yudha, jika aturan pembatasan BBM subsidi diberlakukan belum tentu akan efektif atau menghemat anggaran subsidi BBM.
"Pasalnya program tersebut hanya memindahkan biaya anggaran negara dari kantong kanan dipindah ke kantong kiri, tidak ada bedanya, karena negara harus menyediakan anggaran pembelian BBM non subsidi bagi kendaraan instansi pemerintah tersebut," ujar Satya beberapa waktu lalu.

"Tetapi yang terkesan adalah besaran kuota BBM subsidi yang 40 juta KL (kiloliter) akan turun sedikit," tandas Yudha.




(dnl/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA