detikfinance

Kota dengan Menara Tertinggi di Dunia Ingin Kuasai Perdagangan Berlian Dunia

Angga Aliya - detikfinance
Selasa, 17/04/2012 13:40 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/17/4/khalifa2-Reuters-luar.jpg foto:reuters
Jakarta - Didorong tingginya permintaan dari kaum menengah atas India dan China, Dubai berniat mengincar jadi raja perdagangan berlian kelas dunia.

Apalagi, pertumbuhan permintaan berlian dunia hingga tahun 2020 diperkirakan akan tumbuh 6%. Kota kaya di Uni Emirat Arab yang memiliki menara Burj Khalifa ini akan bersaing dengan, Antwerp di Belgia dan Mumbai di India.

Lokasi strategis Dubai menjadikannya pintu masuk antara tambang berlian Afrika dan pasar Timur Tengah. Uni Emirat Arab tidak terlambat dalam merespon hal ini, pada tahun 2004 sudah didirikan Dubai Diamond Exchange, anak usaha dari bursa berjangka setempat, DMCC.

Komisaris DMCC, Ahmed bin Sulayem, mengatakan: "Selama ini Dubai lebih dikenal sebagai pusat perdagangan emas, berlian tidak terlalu banyak," katanya kepada CNN, Selasa (17/4/2012).

"Tapi pada 2009, perdagangan berlian mencapai US$ 18 miliar (Rp 162 triliun), lonjakan yang sangat besar. Pada 2010 menembus US$ 35 miliar (Rp 315 triliun)," tambahnya.

Pertumbuhan itu juga selaras dengan penjualan retail. Setengah dari transaksi perhiasan di Dubai melibatkan berlian, rata-rata dilakukan di satu lokasi terpusat, yaitu Gold and Diamond Park.

Jumlah penjual perhiasan di tempat tersebut cukup banyak, sekitar 90 toko, beroperasi dengan transaksi yang bebas pajak. "Keamanan adalah kunci yang paling penting di sini," kata Syed Mahmoud, Manajer Ria Jewels.

"Tingkat kejahatan di sini rendah, pencuri juga sangat jarang," tambahnya. Bahkan, setiap malam ia meninggalkan perhiasan senilai US$ 250,000 (Rp 2,25 miliar) di dalam tokonya.

Sementara Anil Pethani, Direktur Cara Jewellers, sudah mendalami bisnis perhiasan selama 16 tahun di tempat tersebut. Ia melayani pelanggan dari berbagai penjuru dunia, termasuk beberapa selebritas seperti Jermaine Jackson dan Sharon Stone.

Menurutnya, salah satu cara untuk menarik pembeli internasional adalah harga yang bersaing ditambah transaksi bebas pajak.

"Jika anda perhatikan, perhiasan di sini lebih murah dibandingkan negara lain karena bebas pajak. Memang selisih keuntungannya tidak besar karena bersaing, tapi pilihannya beraneka ragam," katanya.

Harga, keamanan, dan lokasi, semua itu membuat Dubai bukan tidak mungkin menjadi raja perdagangan berlian di dunia. Namun, semua itu masih perlu waktu.




(ang/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy
    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    REGISTRASI OTA