Keramik Made in Indonesia Laris di Australia & Srilanka
Kamis, 19/04/2012 16:04 WIB
Jakarta - Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki) mencatat sejak 2008 ekspor keramik mengalami penurunan karena permintaan dari negara-negara tujuan utama yaitu Eropa Barat dan Amerika Serikat. Padahal sebelum 2008, ekspor ke Eropa mencapai 8% dan Amerika Serikat 15% dari total produksi keramik nasional.
Ketua Umum Asaki Achmad Wijaya mengatakan saat ini komposisi pasar ekspor keramik Indonesia telah bergeser. Tercatat angka ekspor hanya 10% dari total produksi yang didominasi negara Australia dan Srilanka.
Sementara itu, konsumsi domestik mencapai 90% dengan permintaan yang merata di seluruh daerah dalam negeri. "Merata ya seluruh Nusantara dan tidak hanya di Jawa saja," katanya Achmad saat ditemui usai acara pembukaan Renovation & Construction Expo di Hall B, Jakarta Convention Center, Kamis (19/4/2012).
Ia menargetkan pertumbuhan industri keramik tahun ini bisa mencapai 12% atau lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya 8%. Permintaan domestik serta meningkatkan pembangunan properti menjadi faktor pendukung naiknya angka pertumbuhan.
Menurutnya industri keramik merupakan salah satu sektor unggulan untuk menopang Produk Domestik Bruto (GDP) yang mencapai 3 persen. Ia menyebutkan selain menyumbang devisa besar, sektor ini juga bagus dalam penyerapan tenaga kerja langsung ataupun tidak langsung sebanyak tiga juta orang.
"Sektor ini potensial pertumbuhannya karena ditopang sektor properti yang signifikan," katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Basis Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan hingga 2010, rata-rata nilai ekspor mencapai USD 20 juta. Meskipun, mengalami penurunan angka ekspor, kata dia, konsumsi domestik saat ini semakin meningkat setiap tahun. Saat ini, Indonesia merupakan negara yang produksi keramik thile peringkat enam terbesar di dunia setelah negara lain seperti Cina, Italia, dan Spanyol.
"Keramik menjadi salah satu handalan dalam kontribusinya terhadap PDB negara kita yang mencapai 3%," sebutnya.
Panggah menerangkan untuk mendukung angka produksi keramik domestik tahun ini dan selanjutnya, Kementerian Perindustrian akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta perusahaan seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk, dan Pertamina Gas. Hal ini untuk menjaga jumlah pasokan gas. Karena selama ini produksi keramik dipengaruhi ketersediaan gas.
"Keramik adalah salah satu dari 19 sektor industri yang produksinya tergantung dengan persediaan gas. Sektor lainnya kan ada pupuk kimia, ban, sarung tangan, dan baja. Supply gas kan sering tidak pasti. Makanya kita akan koordinasi dengan kementerian lain dan perusahaan produsen yang saya sebut tadi," ungkapnya.
(hen/hen)
Ketua Umum Asaki Achmad Wijaya mengatakan saat ini komposisi pasar ekspor keramik Indonesia telah bergeser. Tercatat angka ekspor hanya 10% dari total produksi yang didominasi negara Australia dan Srilanka.
Sementara itu, konsumsi domestik mencapai 90% dengan permintaan yang merata di seluruh daerah dalam negeri. "Merata ya seluruh Nusantara dan tidak hanya di Jawa saja," katanya Achmad saat ditemui usai acara pembukaan Renovation & Construction Expo di Hall B, Jakarta Convention Center, Kamis (19/4/2012).
Ia menargetkan pertumbuhan industri keramik tahun ini bisa mencapai 12% atau lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya 8%. Permintaan domestik serta meningkatkan pembangunan properti menjadi faktor pendukung naiknya angka pertumbuhan.
Menurutnya industri keramik merupakan salah satu sektor unggulan untuk menopang Produk Domestik Bruto (GDP) yang mencapai 3 persen. Ia menyebutkan selain menyumbang devisa besar, sektor ini juga bagus dalam penyerapan tenaga kerja langsung ataupun tidak langsung sebanyak tiga juta orang.
"Sektor ini potensial pertumbuhannya karena ditopang sektor properti yang signifikan," katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Basis Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan hingga 2010, rata-rata nilai ekspor mencapai USD 20 juta. Meskipun, mengalami penurunan angka ekspor, kata dia, konsumsi domestik saat ini semakin meningkat setiap tahun. Saat ini, Indonesia merupakan negara yang produksi keramik thile peringkat enam terbesar di dunia setelah negara lain seperti Cina, Italia, dan Spanyol.
"Keramik menjadi salah satu handalan dalam kontribusinya terhadap PDB negara kita yang mencapai 3%," sebutnya.
Panggah menerangkan untuk mendukung angka produksi keramik domestik tahun ini dan selanjutnya, Kementerian Perindustrian akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta perusahaan seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk, dan Pertamina Gas. Hal ini untuk menjaga jumlah pasokan gas. Karena selama ini produksi keramik dipengaruhi ketersediaan gas.
"Keramik adalah salah satu dari 19 sektor industri yang produksinya tergantung dengan persediaan gas. Sektor lainnya kan ada pupuk kimia, ban, sarung tangan, dan baja. Supply gas kan sering tidak pasti. Makanya kita akan koordinasi dengan kementerian lain dan perusahaan produsen yang saya sebut tadi," ungkapnya.
(hen/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 15:27 WIB
Premium Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500 Bakal Berlaku Juni 2013
-
Rabu, 22/05/2013 15:22 WIB
Perusahaan Taksi Ini Jual Mobil Bekas Rp 7,5 Juta
-
Rabu, 22/05/2013 15:10 WIB
Jangan Sampai RI Masuk MURI Jadi Negara Terakhir Pakai Bensin Premium
-
Rabu, 22/05/2013 15:04 WIB
Perbankan RI Menarik, DBS Untung Besar Akuisisi Bank Danamon
-
Rabu, 22/05/2013 15:04 WIB
KRL Ekonomi AC akan Disubsidi, Jakarta-Bogor Hanya Rp 5.000
-
Rabu, 22/05/2013 14:17 WIB
Apartemen Mewah Rp 4,5 miliar Ini Ludes Terjual dalam 3 Jam
-
Rabu, 22/05/2013 12:56 WIB
Bos Majalah Porno Beli Rumah Rp 48 Miliar, Kado Untuk Istri Baru
-
Rabu, 22/05/2013 13:11 WIB
Banyak Avanza Modifikasi Tangki BBM 100 Liter Sekali Isi
-
Rabu, 22/05/2013 15:05 WIB
Jangan Sampai RI Masuk MURI Jadi Negara Terakhir Pakai Bensin Premium
-
Rabu, 22/05/2013 14:36 WIB
9 Hari Setop Operasi, 1,98 Juta Ton Bijih Tambang Tak Dikeruk Freeport
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 12:42 WIB WIB
Defisit Anggaran Naik, Utang Pemerintah Rp 2.000 T Bakal Terus Bengkak
-
Rabu, 22/05/2013 12:36 WIB WIB
Tambang Freeport Runtuh, Jero Wacik Panggil Bos Induk Freeport di AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







