Widjajono Pernah Ingatkan Bahwa RI Negara yang Tak Kaya Minyak
Minggu, 22/04/2012 18:19 WIB
Jakarta - Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo pernah mengingatkan masyarakat Indonesia, akan persepsi yang keliru pada ketersediaan energi nasional. Menurutnya Indonesia bukan negara yang kaya minyak, sebagai buktinya semakin besarnya kran impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Dalam tulisannya bertajuk 'Kesalahan Persepsi dan Potensi Energi di Indonesia' seperti dikutip detikFinance, Minggu (22/4/2012), Widjajono membeberkan potensi kekayaan energi Indonesia.
"Indonesia adalah negara yang kaya minyak, padahal tidak. Kita lebih banyak memiliki energi lain seperti batubara, gas, Coal Bed Methane (CBM), shale gas, panas bumi, air, Bahan Bakar Nabati (BBN) dan sebagainya," katanya.
"Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) harus murah sekali, tanpa berpikir bahwa hal ini menyebabkan terkurasnya dana pemerintah untuk subsidi harga BBM. Ketergantungan kita kepada BBM yang berkelanjutan, serta kepada impor minyak dan BBM yang makin lama makin besar, serta makin sulitnya energi lain berkembang," tambahnya.
Kesalahan persepsi lainnya yang pernah Widjajono sampaikan, soal pandangan investor minyak dan gas akan mudahnya masuk ke Indonesia. "Investor akan datang dengan sendirinya, tanpa perlu kita bersikap bersahabat dan memberikan iklim investasi yang baik, padahal tidak!," tuturnya.
"Peningkatan kemampuan nasional akan terjadi dengan sendirinya tanpa keberpihakan pemerintah, padahal tidak! Indonesia diuntungkan dengan kenaikan harga minyak dunia, padahal tidak!," ucap Widjajono.
Widjajono tidak asal bicara. Data energi nasional 2010 yang ia sajikan menunjukkan, sumber daya minyak bumi Indonesia tercatat 56,6 miliar barel, namun cadangan minyak terbukti dan potensialnya masing-masing hanya 3,7 miliar barel dan 4,3 miliar barel. Produksinya berapa? hanya 346 juta barel per tahun.
Bandingkan dengan energi fosil gas bumi yang memiliki sumber daya 334,5 TSCF. Cadangan terbukti 112,4 TSCF dan potensial 57,6 TSCF. Produksi 0,254 TSCF. Untuk energi batu bara memiliki sumber daya 161,3 miliar ton, dengan cadangan terbukti 17,8 miliar ton dan potensial 10,2 miliar ton. Produksi batu bara baru 254 juta ton.
Padahal ada energi fosil lain yang sangat banyak namun belum tergarap maksimal. Yakni CBM yang memiliki sumber daya 453 TSCF dan shale gas 574 TSCF.
Pada tulisan lain, Si Pendaki Gunung ini juga terlihat potensi energi terbarukan. Diantaranya tenaga air yang memiliki sumber daya 75,670 MW, panas bumi 29,038 MW, Mini atau Mikro Hydro 769.69 MW.
"Cadangan terbukti minyak kita hanya 3,7 miliar barel atau 0,3 % cadangan terbukti dunia. Sebagai negara net importer minyak dan yang tidak memiliki cadangan terbukti minyak yang banyak, kita tidak bijaksana apabila mengikuti harga BBM murah di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah," tegasnya.
Ia memaparkan, bagaimana negara Brazil, Argentina dan Chili tidak menerapkan subsidi BBM. Akibatnya, bahan bakar nabati dan industri mobil, pesawat, senjata dan pertanian nasional mereka berkembang.
"Brasil bahkan sudah menguasai teknologi migas lepas pantai disamping cadangan dan produksi minyaknya meningkat pesat," tulisnya.
"Di India dan Pakistan maupun China dan Vietnam tidak ada subsidi BBM, tetapi transportasi umum disubsidi, sehingga nyaman dan industri nasionalnya meningkat pesat," ucap Widjajono.
"BBM murah hanya diterapkan di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah seperti Arab Saudi, Irak, Libia dan Venezuela. Bahkan harga bensin di Iran US$ 0,67 per liter, yang cadangan minyaknya 138 miliar barel," imbuh Widjajono.
Artinya harga bensin Iran lebih mahal dibandingkan Indonesia yang sekitar US$ 0,59 per liter. "(Bensin Iran lebih mahal) karena mereka mengutamakan gas untuk transportasi," pungkasnya.
(wep/hen)
Dalam tulisannya bertajuk 'Kesalahan Persepsi dan Potensi Energi di Indonesia' seperti dikutip detikFinance, Minggu (22/4/2012), Widjajono membeberkan potensi kekayaan energi Indonesia.
"Indonesia adalah negara yang kaya minyak, padahal tidak. Kita lebih banyak memiliki energi lain seperti batubara, gas, Coal Bed Methane (CBM), shale gas, panas bumi, air, Bahan Bakar Nabati (BBN) dan sebagainya," katanya.
"Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) harus murah sekali, tanpa berpikir bahwa hal ini menyebabkan terkurasnya dana pemerintah untuk subsidi harga BBM. Ketergantungan kita kepada BBM yang berkelanjutan, serta kepada impor minyak dan BBM yang makin lama makin besar, serta makin sulitnya energi lain berkembang," tambahnya.
Kesalahan persepsi lainnya yang pernah Widjajono sampaikan, soal pandangan investor minyak dan gas akan mudahnya masuk ke Indonesia. "Investor akan datang dengan sendirinya, tanpa perlu kita bersikap bersahabat dan memberikan iklim investasi yang baik, padahal tidak!," tuturnya.
"Peningkatan kemampuan nasional akan terjadi dengan sendirinya tanpa keberpihakan pemerintah, padahal tidak! Indonesia diuntungkan dengan kenaikan harga minyak dunia, padahal tidak!," ucap Widjajono.
Widjajono tidak asal bicara. Data energi nasional 2010 yang ia sajikan menunjukkan, sumber daya minyak bumi Indonesia tercatat 56,6 miliar barel, namun cadangan minyak terbukti dan potensialnya masing-masing hanya 3,7 miliar barel dan 4,3 miliar barel. Produksinya berapa? hanya 346 juta barel per tahun.
Bandingkan dengan energi fosil gas bumi yang memiliki sumber daya 334,5 TSCF. Cadangan terbukti 112,4 TSCF dan potensial 57,6 TSCF. Produksi 0,254 TSCF. Untuk energi batu bara memiliki sumber daya 161,3 miliar ton, dengan cadangan terbukti 17,8 miliar ton dan potensial 10,2 miliar ton. Produksi batu bara baru 254 juta ton.
Padahal ada energi fosil lain yang sangat banyak namun belum tergarap maksimal. Yakni CBM yang memiliki sumber daya 453 TSCF dan shale gas 574 TSCF.
Pada tulisan lain, Si Pendaki Gunung ini juga terlihat potensi energi terbarukan. Diantaranya tenaga air yang memiliki sumber daya 75,670 MW, panas bumi 29,038 MW, Mini atau Mikro Hydro 769.69 MW.
"Cadangan terbukti minyak kita hanya 3,7 miliar barel atau 0,3 % cadangan terbukti dunia. Sebagai negara net importer minyak dan yang tidak memiliki cadangan terbukti minyak yang banyak, kita tidak bijaksana apabila mengikuti harga BBM murah di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah," tegasnya.
Ia memaparkan, bagaimana negara Brazil, Argentina dan Chili tidak menerapkan subsidi BBM. Akibatnya, bahan bakar nabati dan industri mobil, pesawat, senjata dan pertanian nasional mereka berkembang.
"Brasil bahkan sudah menguasai teknologi migas lepas pantai disamping cadangan dan produksi minyaknya meningkat pesat," tulisnya.
"Di India dan Pakistan maupun China dan Vietnam tidak ada subsidi BBM, tetapi transportasi umum disubsidi, sehingga nyaman dan industri nasionalnya meningkat pesat," ucap Widjajono.
"BBM murah hanya diterapkan di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah seperti Arab Saudi, Irak, Libia dan Venezuela. Bahkan harga bensin di Iran US$ 0,67 per liter, yang cadangan minyaknya 138 miliar barel," imbuh Widjajono.
Artinya harga bensin Iran lebih mahal dibandingkan Indonesia yang sekitar US$ 0,59 per liter. "(Bensin Iran lebih mahal) karena mereka mengutamakan gas untuk transportasi," pungkasnya.
(wep/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 21:31 WIB
Ke Mana Darmin Nasution Setelah Pensiun dari BI?
-
Senin, 20/05/2013 21:07 WIB
Chatib Menkeu Baru, Hatta Berharap Proyek Jembatan Selat Sunda Jadi Lancar
-
Senin, 20/05/2013 20:53 WIB
Pengalaman Darmin Nasution Tangani Bank Bermasalah Saat Jadi Gubernur BI
-
Senin, 20/05/2013 20:21 WIB
Pesan Hatta ke Menkeu Chatib: Tak Ada Waktu Untuk Belajar
-
Senin, 20/05/2013 20:14 WIB
Darmin Nasution Buka Rahasia di Balik Akuisisi BTPN oleh Bank Jepang
-
Senin, 20/05/2013 10:06 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 14:48 WIB
Ini Satu-satunya Orang Arab yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
-
Senin, 20/05/2013 17:09 WIB
Program Resepsi Nikah di D'Cost, 'Hamil Baru Bayar'
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Kenapa Utang RI Tembus Rp 2.000 T? Ini Penjelasan Pemerintah
-
Senin, 20/05/2013 14:20 WIB
Chatib Basri Jadi Menkeu, Bos Pertamina dan Kepala BKPM Diisi Orang Baru?
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
26 Komentar
-
25 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 19:32 WIB
Pensiun dari BI, Darmin Nasution Bikin Buku 'Bank Sentral Harus Membumi'
Masa jabatan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) akan berakhir di 22 Mei 2013. Sebelum meninggalkan BI, Darmin meluncurkan buku tentang bank sentral.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 16:44 WIB WIB
30 Tahun Diincar, Apakah Inalum 100% Jadi Milik Indonesia 30 Oktober?
-
Senin, 20/05/2013 16:41 WIB WIB
Cerita Industri Unggas China Rugi Rp 1 T/Hari Gara-gara Flu Burung
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










