detikfinance

Usaha Tebu Jadi Primadona di Malang Selatan.

Zulfi Suhendra - detikfinance
Senin, 23/04/2012 07:28 WIB
//images.detik.com/content/2012/04/23/1036/tebuluar.jpg
Malang -Luasnya hamparan perkebunan tebu di Malang Selatan membuat para petani tebu sekitar bisa naik haji sampai beberapa kali. Mata pencaharian mereka yang mayoritas petani membuat mereka bisa hidup sangat berkecukupan.

"Usaha tani tebu di sana sudah menjadi primadona, masyarakatnya sudah menjadi tebu minded, mereka bisa haji segala karena tebu, mereka haji mereka dari tebu. Bisa dilihat dari rapatnya perkebunan tebu disana," ujar Arief Setiyanto, Mantan Kabag Tebu Rakyat Rajawali Satu yang kini menjabat sebagai Kadiv SDM di PT RNI kepada detikFinance, Minggu (22/4/12).

Fenomena yang persis sama dengan para petani sawit di Sumatera yang juga bisa melaksanakan haji hanya dengan mengandalkan penghasilannya dari perkebunan sawit. "Fenomenanya sama dengan Sumatra, kalau disana dia sawit, disini tebu," ungkapnya lagi.

Banyaknya masyarakat yang bermata pencaharian menjadi petani tebu, mereka sampai rela mengorbankan pekarangan rumah mereka untuk ditanami tebu.

"Mereka semua maniak tebu, ada lahan sedikit, ditanami tebu termasuk di pekarangan rumah mereka," sambungnya.

Arief memberi contoh, dengan lahan tebu 20 ribu hektar, petani di Malang bisa membangun tempat hunian yang terhitung mewah dan juga masjid-masjid di sekitar yang menurutnya sangat eksklusif.

"Mereka bisa bangun rumah mewah dan saya lihat dari visual saya masjid-masjid gak ada yang jelek, itu semua hasil dari tebu," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Fifin Suharnafi, Mantan Kabag SDM di Krebet yang sekarang menjabat posisi yang sama di PT RNI menuturkan selain menjadi petani tebu, mereka pun aktif dalam hal keagamaan, dan dianggap tokoh masyarakat. Dari tebu juga mereka bisa membuat pondok pesantren di Malang Selatan.

"Di Bululawang, seorang petani tebu membangun pondok pesantren An-Nur, sebagai pondok yang berkembang dari hasil tebu, dan dari situ dia mengembangkan usaha nya membuat SPBU dan minimarket," ungkap Fifin.

"Selain jadi tokoh sumber ekonomi, mereka juga jadi tokoh masyarakat," tutupnya.
(zul/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut