detikfinance

Wah! Batal Somasi, Pertamina Berdamai dengan Mahfud MD

Wahyu Daniel - detikfinance
Senin, 23/04/2012 19:12 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/23/4/pertamina.jpg Foto: {Pertemuan Pertamina dan Mahfud
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk mengambil jalan damai kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD terkait tudingan kepada Pertamina sebagai sarang korupsi.

Vice President Corporate Communication Pertamina M. Harun mengatakan, dirinya sore ini langsung menghadap Mahfud di kediamannya kompleks Widya Chandra, Jakarta.

"Kami menjelaskan kepada beliau bagaimana kondisi Pertamina saat ini yang sudah jauh berbeda dan beliau (Mahfud) bisa memahami. Mungkin persepsi beliau adalah soal Pertamina di zaman Orde Baru. Tapi akhirnya kami jelaskan kepada beliau kondisi kami sudah berubah," jelas Harun kepada detikFinance, Senin (23/4/2012).

Setelah melalui penjelasan, Harun mengatakan semua permasalahan selesai dengan jalan damai. "Kami tidak perlu mensomasi beliau karena sekarang beliau sudah memahami kondisi di Pertamina. Kita berdamai dan sudah bertemu di rumah beliau dan secara lengkap dijelaskan," imbuh Harun.

Harun merasa puas bisa bertemu dengan Mahfud dan menjelaskan posisi Pertamina saat ini. "Tujuan kami saling mengingatkan untuk hasil yang lebih baik. Buat apa ribut-ribut lagi, Pertamina sekarang sudah lebih baik," jelas Harun.

Sebelumnya Pertamina sempat terganggu dengan pernyataan Mahfud soal empat institusi pemerintah yang dinilainya paling korup.

Ada 4 instansi yang menurut Mahfud penuh dengan praktik korupsi dan kolusi, yaitu:


  1. Pertamina, yaitu bagaimana kita memproduksi minyak dikirim ke luar negeri lalu dibeli lagi oleh kita sendiri dengan harga mahal. Itu merupakan korupsi besar-besaran yang dilalui melalui jalur tidak langsung;
  2. Perpajakan, yang telah saya sebutkan menyangkut Gayus tadi yang melibatkan institusi kepolisian, kejaksaan, hakim, dan Kemenkumham. Meskipun tidak semuanya dan hanya minoritas menyangkut hal besar;
  3. Bea Cukai, merupakan sumber korupsi terbesar yang sejak zaman sebelum reformasi diusahakan dilakukan perbaikan sampai sekarang juga tidak bisa diperbaiki; dan
  4. Pertanahan / mafia tanah.


(dnl/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Kamis, 13/12/2012 10:36 WIB
      Wawancara Khusus Oesman Sapta Odang
      Mengorek Bos OSO Grup, Si Pemilik Bisnis Jet Pribadi
      Oesman Sapta Odang, pendiri OSO Grup yang sukses menggeluti bisnis skala nasional. Kini bisnisnya menggurita mulai dari pertambangan, perkebunan, transportasi, dan properti.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA