detikfinance

Awas! Mobil CC Tertentu Dilarang Pakai Premium, Petugas SPBU Bisa Disogok

Wahyu Daniel - detikfinance
Selasa, 24/04/2012 13:39 WIB
Jakarta - Jika tidak direncanakan dengan benar, maka pembatasan konsumsi BBM subsidi dengan melarang mobil cc tertentu menggunakan bensin premium bisa rawan kebocoran.

Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengatakan, pemerintah berencana membedakan mobil yang boleh membeli bensin premium di SPBU hanya dengan stiker saja. Ini bisa membuat kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi tak optimal.

"Tak sulit bagi pengguna mobil untuk menyogok petugas SPBU agar bisa diisikan bensin subsidi. Belum lagi rawan praktik pengisian bensin subsidi oleh kendaraan yang sengaja memodifikasi tangki bensinnya," tutur Satya kepada detikFinance, Selasa (24/4/2012).

Apalagi, jika cuma dengan stiker, tak sulit bagi pengendara mobil untuk memalsukannya. Satya mengatakan, cara paling ampuh dan efektif untuk menjaga volume konsumsi BBM subsidi per mobil setiap harinya adalah melalui kartu kendali atau smart card.

Pembatasan konsumsi BBM subsidi tersebut sudah mempunyai payung hukum dalam UU APBN-P 2012 pasal 7 ayat 4. "Dalam pasal itu, pemerintah boleh melakukan pengendalian BBM subsidi secara bertahap, namun yang belum dijelaskan adalah caranya," kata Satya.

Menurut politisi Golkar ini, pembatasan konsumsi BBM subsidi tersebut sudah mempunyai payung hukum dalam UU APBN-P 2012 pasal 7 ayat 4. "Dalam pasal itu, pemerintah boleh melakukan pengendalian BBM subsidi secara bertahap, namun yang belum dijelaskan adalah caranya," tutup Satya.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa beberapa waktu lalu mengatakan rencana pengendalian BBM secara nasional akan disampaikan Presiden SBY usai paparan dirinya dalam Sidang Kabinet hari ini.

Kementerian ESDM sebelumnya mensinyalkan untuk tahap awal mulai Mei akan membatasi pembelian BBM subsidi untuk kurang lebih 12.000 kendaraan dinas pemerintah atau mobil pelat merah. Kemudian disusul beberapa bulan kemudian untuk mobil pribadi atau pelat hitam.

Namun perkembangan terbaru, pembatasan BBM subsidi bagi mobil pribadi molor, dari rencana awal Juli 2012 atau 60 hari setelah pemberlakuan pembatasan mobil-mobil dinas pemerintah di awal Mei. Pemerintah akan mengulur rencana pembatasan BBM bersubsidi untuk mobil plat hitam hingga awal Agustus 2012.

Setelah mobil pelat hitam di wilayah Jabodetabek kena pembatasan subsidi mulai Agustus 2012. Selanjutnya pada September atau 120 hari setelah keluarnya peraturan pembatasan BBM, pelat hitam di Jawa-Bali terkena pembatasan BBM subsidi.




(dnl/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA