Bank Dunia: Lebih dari 2,5 Miliar Orang di Dunia Tak Tersentuh Perbankan
Selasa, 24/04/2012 14:06 WIB
Foto: Potret Kemiskinan
Jakarta - Hampir 3/4 kaum miskin di seluruh dunia tidak memiliki rekening di bank. Hal ini semata-mata bukan karena faktor kemiskinan namun karena biaya, jarak perjalanan hingga persyaratan untuk membuka akun rekening di bank.
Oleh sebab itu seluruh orang yang belum tersentuh dunia perbankan ini harus bergantung kepada para 'rentenir' yang sering membebankan biaya yang tinggi. Orang yang belum tersentuh bank ini akan kesulitan untuk memulai bisnis dan mengasuransikan diri terhadap kejadian tak terduga.
Demikian hasil studi Bank Dunia yang dirilis belum lama ini seperti dikutip detikFinance, Selasa (24/4/2012).
Bank Dunia menyampaikan sebuah inklusi keuangan alias financial linclusion dalam arti bagaimana kemampuan jasa keuangan pada dasarnya bisa merubah dan memungkinkan orang miskin membangun masa depannya.
Kemampuan untuk menyimpan dan meminjam memungkinkan para 'unbanked' ini untuk membangun aset mereka, memulai bisnis, berinvestasi dalam pendidikan, membuat peringkat kredit, dan akhirnya memiliki rumah.
"Menyediakan jasa keuangan kepada 2,5 miliar orang yang tak memiliki rekening bank bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesempatan untuk mengurangi kemiskinan di dunia," kata Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick.
"Memanfaatkan kekuatan jasa keuangan benar-benar dapat membantu orang untuk membayar sekolah, menabung untuk rumah, atau memulai bisnis kecil yang dapat menyediakan lapangan kerja bagi orang lain. Semakin banyak orang miskin masuk jasa perbankan hari ini, semakin banyak mereka menggunakan jasa perbankan pada masa depan," imbuhnya.
Bank Dunia juga mengungkapkan perempuan sangat kurang beruntung ketika datang untuk akses ke jasa keuangan. Hanya 37% wanita di negara berkembang memiliki rekening, sedangkan 46% pria.
Bagaimana di Indonesia sendiri? Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sekitar 40% dari penduduk Indonesia belum punya akses ke lembaga keuangan formal termasuk ke bank.
Hal ini diakui sendiri oleh Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad yang menjelaskan BI tengah berupaya penuh dalam proses financial inclusion di Indonesia ini.
"Kita ingin sektor keuangan menjadi lebih inklusif dan diperlukan inisiatif untuk menjembatani gap-nya. Gap tersebut bisa karena kurang edukasi bisa karena regulasi juga," tutur Muliaman.
"Dengan semakin inklusifnya sektor keuangan maka akan banyak membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Muliaman.
(dru/dnl)
Oleh sebab itu seluruh orang yang belum tersentuh dunia perbankan ini harus bergantung kepada para 'rentenir' yang sering membebankan biaya yang tinggi. Orang yang belum tersentuh bank ini akan kesulitan untuk memulai bisnis dan mengasuransikan diri terhadap kejadian tak terduga.
Demikian hasil studi Bank Dunia yang dirilis belum lama ini seperti dikutip detikFinance, Selasa (24/4/2012).
Bank Dunia menyampaikan sebuah inklusi keuangan alias financial linclusion dalam arti bagaimana kemampuan jasa keuangan pada dasarnya bisa merubah dan memungkinkan orang miskin membangun masa depannya.
Kemampuan untuk menyimpan dan meminjam memungkinkan para 'unbanked' ini untuk membangun aset mereka, memulai bisnis, berinvestasi dalam pendidikan, membuat peringkat kredit, dan akhirnya memiliki rumah.
"Menyediakan jasa keuangan kepada 2,5 miliar orang yang tak memiliki rekening bank bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesempatan untuk mengurangi kemiskinan di dunia," kata Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick.
"Memanfaatkan kekuatan jasa keuangan benar-benar dapat membantu orang untuk membayar sekolah, menabung untuk rumah, atau memulai bisnis kecil yang dapat menyediakan lapangan kerja bagi orang lain. Semakin banyak orang miskin masuk jasa perbankan hari ini, semakin banyak mereka menggunakan jasa perbankan pada masa depan," imbuhnya.
Bank Dunia juga mengungkapkan perempuan sangat kurang beruntung ketika datang untuk akses ke jasa keuangan. Hanya 37% wanita di negara berkembang memiliki rekening, sedangkan 46% pria.
Bagaimana di Indonesia sendiri? Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sekitar 40% dari penduduk Indonesia belum punya akses ke lembaga keuangan formal termasuk ke bank.
Hal ini diakui sendiri oleh Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad yang menjelaskan BI tengah berupaya penuh dalam proses financial inclusion di Indonesia ini.
"Kita ingin sektor keuangan menjadi lebih inklusif dan diperlukan inisiatif untuk menjembatani gap-nya. Gap tersebut bisa karena kurang edukasi bisa karena regulasi juga," tutur Muliaman.
"Dengan semakin inklusifnya sektor keuangan maka akan banyak membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Muliaman.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Selasa, 18/06/2013 21:30 WIB
Harga BBM Naik, Lorena Siap Naikkan Tarif Bus
-
Selasa, 18/06/2013 20:50 WIB
Tunggu Antrean Izin, Lorena Undur Waktu IPO
-
Selasa, 18/06/2013 19:52 WIB
Pemerintah Akan Naikkan BBM Saat Kompensasi Siap Dilaksanakan
-
Selasa, 18/06/2013 19:30 WIB
Molor, Proyek Tol Kebon Jeruk-Ulujami Baru Rampung Habis Lebaran
-
Selasa, 18/06/2013 19:27 WIB
Awas! Parkir Sembarangan di Bandara Soekarno Hatta akan Kena Gembok
-
Selasa, 18/06/2013 07:38 WIB
Curhatan Sopir Taksi yang Pusing BBM Bakal Jadi Rp 6.500/Liter
-
Selasa, 18/06/2013 10:18 WIB
Bandel! Fortuner Pejabat Masih Parkir Sembarangan di Bandara Soetta
-
Selasa, 18/06/2013 21:22 WIB
Harga BBM Naik, Lorena Siap Naikkan Tarif Bus
-
Selasa, 18/06/2013 09:20 WIB
BBM Premium Naik, Tarif KRL Jabodetabek Turun Per 1 Juli
-
Selasa, 18/06/2013 08:42 WIB
Tarif Taksi Bogor-Jakarta Rp 150.000, KRL AC Hanya Rp 5.000
-
77 Komentar
-
75 Komentar
-
69 Komentar
-
63 Komentar
-
53 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 18/06/2013 11:55 WIB
Tumben.. Dahlan Iskan Tampil Rapi Pakai Setelan Jas
Ada yang tidak biasa dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini. hanya kemeja putih yang menempel di badannya, tapi sesuatu yang lebih formal dan rapi.
Online Trading Academy
Deskripsi Online Trading Academy. Silakan membuka http://jahex.detik.com/statik/createstatic untuk mengupdate deskripsi ini.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Selasa, 18/06/2013 15:42 WIB WIB
Sanksi SPBU Tutup Jelang BBM Naik, Pertamina: Kita Bablasin Tutup Sebulan
-
Selasa, 18/06/2013 15:39 WIB WIB
Tak Ada yang Seperti RI, Cadangan Minyak Sedikit Tapi BBM Murah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_6.gif)








