Manfaatkan LNG, Pertamina Siap Jadi 'Tulang Punggung'
Rabu, 25/04/2012 12:55 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) siap menjadi tulang punggung bagi upaya pemanfaatan gas bumi domestik seiring penyelesaian berbagai proyek infrastruktur penerima gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) sebagai jawaban terhadap peningkatan kebutuhan gas nasional.
Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto mengatakan pengapalan LNG Bontang untuk domestik merupakan tonggak penting dan bersejarah bagi upaya bangsa Indonesia dalam membangun kemandirian dan ketahanan energinya.
Momentum ini akan menjadi pintu bagi kegemilangan industri LNG Tanah Air yang kedua, setelah pada dekade 70-an Indonesia berhasil menjadi pioneer bagi monetisasi gas bumi menjadi LNG untuk tujuan ekspor melalui dua fasilitas kilang LNG, yaitu di Bontang, Kalimantan Timur dan Arun, Nangroe Aceh Darussalam.
"Pada saat itu, harga minyak masih relatif rendah dan produksi minyak dalam negeri masih tinggi sehingga gas bumi belum menjadi prioritas pemanfaatannya di dalam negeri. Di sisi lain, penemuan gas di dua lokasi, yaitu di Kalimantan Timur dan juga Aceh begitu besar sehingga wajar ekspor LNG di lakukan karena disamping untuk keekonomian proyek, juga dapat mendatangkan devisa Negara, yang pada saat itu pula kita masih amat bergantung pada penerimaan minyak dan gas bumi," terang Hari dalam keterangan pers-nya, Kamis (25/4/2012).
Namun, seiring dengan terus menurunnya tingkat produksi minyak, di sisi lain produksi dan temuan cadangan gas bumi terus meningkat, serta kenaikan harga minyak mentah dunia yang mendorong peningkatan harga produknya, gas bumi yang relatif lebih murah lantas dilirik konsumen dalam negeri. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, industri manufaktur pun berkembang dan kebutuhan listrik semakin meningkat.
Tren pertumbuhan positif tersebut melahirkan permintaan gas baru yang harus dijawab dengan pemenuhan segera kebutuhan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi, mengingat Indonesia yang merupakan Negara kepulauan dan jarak antara sumber gas dan konsumen yang terpisahkan oleh lautan luas.
"Melalui Nusantara Regas, FSRU Regas Satu telah berlabuh di Teluk Jakarta, Jawa Barat dan siap difungsikan. Dan hari ini pengapalan perdana LNG domestik untuk FSRU Jawa Barat tersebut diwujudkan dan patut dicatat sebagai sejarah dalam mencapai cita-cita kemandirian dan ketahanan energi nasional," jelasnya.
Ke depan, permintaan gas domestik diperkirakan akan terus meningkat pesat, yaitu dari sekitar 3.500 MMSCFD pada 2009 menjadi 4.700 MMSCFD pada 2015. Hal ini dipicu oleh program pemerintah untuk merevitalisasi pabrik pupuk guna meningkatkan ketahanan pangan, optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk pembangkit listrik, permintaan bahan baku industri, serta program konversi BBM ke bahan bakar gas untuk transportasi dan rumah tangga.
"Peningkatan permintaan tersebut harus dijawab dengan semakin banyaknya infrastruktur penerima LNG dan pipa transportasi gas. Pertamina siap menjadi back bone bagi upaya pemenuhan kebutuhan gas tersebut dengan mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi nasional," tuturnya.
Pertamina dalam jangka pendek segera menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur LNG nasional, di antaranya modifikasi kilang LNG Arun menjadi terminal penerima berikut pipa transmisinya dari Aceh ke Sumatera Utara, jaringan Integrated Trans Java Pipeline, dan beberapa terminal penerima LNG mini di sembilan titik untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN di Kawasan Timur Indonesia.
"Untuk itu, kami sangat berkepentingan untuk mengamankan pasokan LNG nasional agar pemanfaatan LNG sebagai energi alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan dapat terus meningkat di Tanah Air. Kami juga mendukung upaya pemerintah untuk terus mendorong agar produsen gas memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas domestik," tandas Hari.
(rrd/dru)
Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto mengatakan pengapalan LNG Bontang untuk domestik merupakan tonggak penting dan bersejarah bagi upaya bangsa Indonesia dalam membangun kemandirian dan ketahanan energinya.
Momentum ini akan menjadi pintu bagi kegemilangan industri LNG Tanah Air yang kedua, setelah pada dekade 70-an Indonesia berhasil menjadi pioneer bagi monetisasi gas bumi menjadi LNG untuk tujuan ekspor melalui dua fasilitas kilang LNG, yaitu di Bontang, Kalimantan Timur dan Arun, Nangroe Aceh Darussalam.
"Pada saat itu, harga minyak masih relatif rendah dan produksi minyak dalam negeri masih tinggi sehingga gas bumi belum menjadi prioritas pemanfaatannya di dalam negeri. Di sisi lain, penemuan gas di dua lokasi, yaitu di Kalimantan Timur dan juga Aceh begitu besar sehingga wajar ekspor LNG di lakukan karena disamping untuk keekonomian proyek, juga dapat mendatangkan devisa Negara, yang pada saat itu pula kita masih amat bergantung pada penerimaan minyak dan gas bumi," terang Hari dalam keterangan pers-nya, Kamis (25/4/2012).
Namun, seiring dengan terus menurunnya tingkat produksi minyak, di sisi lain produksi dan temuan cadangan gas bumi terus meningkat, serta kenaikan harga minyak mentah dunia yang mendorong peningkatan harga produknya, gas bumi yang relatif lebih murah lantas dilirik konsumen dalam negeri. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, industri manufaktur pun berkembang dan kebutuhan listrik semakin meningkat.
Tren pertumbuhan positif tersebut melahirkan permintaan gas baru yang harus dijawab dengan pemenuhan segera kebutuhan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi, mengingat Indonesia yang merupakan Negara kepulauan dan jarak antara sumber gas dan konsumen yang terpisahkan oleh lautan luas.
"Melalui Nusantara Regas, FSRU Regas Satu telah berlabuh di Teluk Jakarta, Jawa Barat dan siap difungsikan. Dan hari ini pengapalan perdana LNG domestik untuk FSRU Jawa Barat tersebut diwujudkan dan patut dicatat sebagai sejarah dalam mencapai cita-cita kemandirian dan ketahanan energi nasional," jelasnya.
Ke depan, permintaan gas domestik diperkirakan akan terus meningkat pesat, yaitu dari sekitar 3.500 MMSCFD pada 2009 menjadi 4.700 MMSCFD pada 2015. Hal ini dipicu oleh program pemerintah untuk merevitalisasi pabrik pupuk guna meningkatkan ketahanan pangan, optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk pembangkit listrik, permintaan bahan baku industri, serta program konversi BBM ke bahan bakar gas untuk transportasi dan rumah tangga.
"Peningkatan permintaan tersebut harus dijawab dengan semakin banyaknya infrastruktur penerima LNG dan pipa transportasi gas. Pertamina siap menjadi back bone bagi upaya pemenuhan kebutuhan gas tersebut dengan mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi nasional," tuturnya.
Pertamina dalam jangka pendek segera menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur LNG nasional, di antaranya modifikasi kilang LNG Arun menjadi terminal penerima berikut pipa transmisinya dari Aceh ke Sumatera Utara, jaringan Integrated Trans Java Pipeline, dan beberapa terminal penerima LNG mini di sembilan titik untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN di Kawasan Timur Indonesia.
"Untuk itu, kami sangat berkepentingan untuk mengamankan pasokan LNG nasional agar pemanfaatan LNG sebagai energi alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan dapat terus meningkat di Tanah Air. Kami juga mendukung upaya pemerintah untuk terus mendorong agar produsen gas memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas domestik," tandas Hari.
(rrd/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 18/05/2013 16:04 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 15:31 WIB
Hatta Rajasa Jamin 'Balsem' Rp 150 Ribu/Bulan Tidak Akan Salah Sasaran
-
Sabtu, 18/05/2013 15:16 WIB
Hatta: Minggu Depan Presiden Akan Lantik Menkeu Baru
-
Sabtu, 18/05/2013 15:06 WIB
Bunga Kredit di RI 10% Sementara Malaysia Hanya 2%, Pengusaha Sulit Bersaing
-
Sabtu, 18/05/2013 15:00 WIB
Di Tangan Pria Ini, Limbah Tebu Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi
-
Sabtu, 18/05/2013 15:55 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 15:27 WIB
Hatta Rajasa Jamin 'Balsem' Rp 150 Ribu/Bulan Tidak Akan Salah Sasaran
-
Sabtu, 18/05/2013 14:33 WIB
Gita Wirjawan: Mahasiswa Korea Masuk Harvard 700 Orang, RI Hanya 5 Orang
-
Sabtu, 18/05/2013 14:54 WIB
Di Tangan Pria Ini, Limbah Tebu Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi
-
Sabtu, 18/05/2013 15:02 WIB
Bunga Kredit di RI 10% Sementara Malaysia Hanya 2%, Pengusaha Sulit Bersaing
-
68 Komentar
-
65 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 18/05/2013 11:27 WIB
Pagi-pagi, Gita Wirjawan Beri Kuliah Mahasiswa dan Alumni IPB di Hotel Hyatt
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di pagi in imemberi kuliah umum kepada mahasiswa dan alumni program pasca sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








