detikfinance

Dirjen: Banyak WP yang Tak Bayar Pajak, Bukan Ngemplang

Ramdhania El Hida - detikfinance
Rabu, 25/04/2012 15:24 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/25/4/Fuad-angga-luar2.jpg
Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Rahmany menegaskan diberlakukannya pajak untuk usaha tertentu termasuk untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah untuk keadilan serta menjadi kewajiban setiap warga negara.

"Paling tidak ada upaya bagi kita buat mereka semakin banyak mau membayar," ujar Fuad ketika ditemui di Gedung Kemenkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Menurut Fuad, pengaturan mengenai pajak ini justru merupakan insentif di mana jika disamakan penghitungannya dengan usaha lain maka besaran pajak yang dikenakan untuk usaha ini akan besar.

"Karena ini kan insentif. Usaha untuk membuat orang mau bayar pajak, jadi tidak mangkir gitu loh," tegasnya.

Selama ini, Fuad mengakui banyak wajib pajak yang belum membayarkan pajaknya kepada negara. Namun, Fuad tidak ingin menyatakan bahwa wajib pajak ini mengemplang pajak.

"Bukan ngemplang cuma banyak yang tidak bayar pajak," ujarnya.

Untuk aturan terkait pajak usaha tertentu ini, Fuad mengakui masih banyak yang perlu diatur agar aturan tersebut berjalan baik. Dia juga belum bisa memprediksi berapa potensi pajak yang dapat tergali dari pengenaan pajak tersebut.

"Susah saya ngitungnya krn data tentang jumlah usaha menengah ini angkanya belum jelas. Belum (jadi), paling tahun depan," tandasnya.



(nia/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut