detikfinance

Ini Komentar Bos Adaro Soal Wacana Pajak Ekspor Batubara

Ramdhania El Hida - detikfinance
Jumat, 27/04/2012 15:17 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/27/1034/Adaro-luar.JPG
Jakarta - Pemerintah berencana untuk memberlakukan bea keluar untuk ekspor batubara, agar porsi pasokan batubara untuk dalam negeri besar. Apa kata Bos PT Adaro Energy Tbk terkait hal ini?

Presiden Adaro Garibaldi Tohir mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya tersebut kini siap memenuhi kebutuhan pasokan batubara dalam negeri yang telah tertuang dalam Domestic Market Obligation (DMO). Saat ini hampir 30% produksi batubara yang dihasilkan perusahaan ini untuk permintaan dalam negeri.

"Antara domestik dengan ekspor sebesar 26-30 persen untuk lokal 70 persen ekspor, supplier batubara ke Indonesia," ujar Garibaldi dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (27/4/2012).

Dalam DMO, perusahaan batubara diberi kewajiban menjual 24% dari produksi batubaranya untuk pasar domestik. Garibaldi menegaskan selama ini perusahaannya selalu melebihi kewajiban tersebut.

"Jadi kita ini bukan saja memenuhi DMO, bahkan melebihi karena kita merupakan perusahaan supplier terbesar ke Indonesia," jelasnya.

Garibaldi menyatakan pihaknya selalu siap jika sewaktu-waktu pemerintah meminta untuk menambah persentase produksi ke dalam negeri, maka hal tersebut diupayakan untuk dipenuhi.

"Kalau demand meningkat secara drastis, besar, ngapain kita susah-susah ekspor kan ada risiko, perjalanan jauh, tapi kalau domestik market cukup, untuk dalam negeri pasti siap," ujarnya.

Mengenai pajak luar negeri yang direncanakan pemerintah, Garibaldi mengharapkan pemerintah dapat memilah-milah sumber daya alam yang bisa dikenakan pajak luar negeri. Pasalnya, dia menilai industri batu bara merupakan produk hasil akhir yang tidak bisa ditingkatkan lagi nilai tambahnya.

"Kami ketahui pengenaan pajak ekspor tersebut belum ada keputusan yang bersifat final. Kami berpendapat pemerintah sangat mengerti dan bijak melihat pajak ekspor tersebut, wewenang pajak dan royalti adalah pemerintah. Kami sebagai produsen utama di Indonesia, batubara itu berbeda dari mineral lain, mineral lain bersifat belum finish product, batubara itu adalah produk yang sudah finish," paparnya.

Namun, lanjut Garibaldi, jika harus ditingkatkan nilai tambahnya, hal itu hanya bisa dilakukan dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan bahan bakar batubara.

"Kalau pun mau ada nilai tambah adalah pembangunan PLTU yang Adaro sudah lakukan. Kami telah melengkapi fisik kami, yang tadinya hanya produksi batubara tapi kami serius bangun PLTU di Indonesia yang intinya kami ingin berikan kontribusi besar sehingga PLTU itu bisa menjadi nilai tambah untuk pendidikan dan lain-lain," tandasnya.



(nia/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA