detikfinance

Ekonomi Indonesia Masih Kuat Tahan Krisis

Zulfi Suhendra - detikfinance
Sabtu, 28/04/2012 13:06 WIB
//images.detik.com/content/2012/04/28/4/Prioks-luar.jpg
Bandung -Perekonomian domestik di Indonesia masih tergolong cukup kuat menghadapi segala krisis yang terjadi di dunia khususnya di perekonomian global, dan ketidakpastian ekonomi terkait kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kegiatan perekonomian domestik masih menunjukkan kinerja yang kuat di tengah kinerja pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat dan ketidak pastian terkait kebijakan BBM bersubsidi," ungkap Direktur Grup Kebijakan Moneter, Juda Agung pada acara Pelatihan Wartawan Ekonomi, Moneter, Dan Perbankan di Bandung, Sabtu (28/4/12).

Juda menuturkan hal ini karena kuatnya penopang pertumbuhan ekonomi dari sektor konsumsi rumah tangga yang semakin menguat, dan juga iklim investasi yang semakin meningkat.

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2012 diperkirakan mencapai 6,3-6,7%, ditopang kuatnya permintaan domestik dengan peran investasi yang semakin tinggi, dan juga inflasi yang masih terkendali," papar Juda.

Lebih lanjut lagi Juda menjelaskan indikator tingginya konsumsi rumah tangga ialah struktur demografi yang didominasi usia produktif, serta terserapnya tenaga kerja ke sektor formal,

"Dan juga meningkatnya kelas menengah menopang ketangguhan konsumsi rumah tangga," kata Juda.

"Dilihat dari pergeseran konsumsi dari makanan ke leisure, jalan-jalan dan telekomunikasi sehingga relatif kuat untuk tahan penurunan pertumbuhan ekonomi," sambungnya.

Juda pun menuturkan pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali meningkat di angka 6,4-6,8%.
(zul/ang)





Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut