detikfinance

Pertamina 'Gerah' BBM Premium Dianggap Berkualitas Rendah

Rista Rama Dhany - detikfinance
Senin, 30/04/2012 16:24 WIB
Pertamina Gerah BBM Premium Dianggap Berkualitas Rendah
Jakarta -PT Pertamina (Persero) membantah jika produknya BBM Premium berkualitas rendah. Perseroan membuktikan banyak mobil mewah seperti Alphard cs yang sering menggunakan Premium namun mesinnya tak ada masalah.

"Kami tidak ingin membela diri, silahkan saja lihat di lapangan apakah mobil-mobil mewah seperti Alphard beli premium mesin mereka rusak apa tidak? banyak kan yang pakai," kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Mochammad Harun ketika dihubungi, Senin (30/4/2012).

Menurut Harun, dituding Premium kualitasnya rendah karena orang melihatnya dari number oktan. "Kalau dari oktan Premium 88 bisa dilihat dengan gampang negara-negara mana saja yang gunakan oktan 88," ujar Harun.

Namun Harun menegaskan, kualitas Premiun beroktan 88 merupakan standar yang ditetapkan dari Direktur Jendral Minyak dan Gas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Oktan 88 pada Premium yang kita produksi sudah berdasarkan spesifikasi dari Dirjen Migas," ujarnya.

Sementara kalau dibilang Premium tidak sesuai standar Euro 1 atau Euro 2, Harun bilang jangan melihatnya dari Premium.

"Pertamax 92 dan 95 milik Pertamina sudah Euro 3, jadi kalau mau ingin mengisi bahan bakar yang berstandar internasional atau Euro 2 ya silahkan isi Pertamax kita sudah sediakan," tandasnya.

Sebelumnya, Komisi Pembatasan Bensin Bertimbal (KPBB) memaparkan perbandingan kualitas bensin sejenis premium di negara-negara berkembang. Ternyata kualitas premium di Indonesia masuk kriteria yang cukup rendah.

Juru bicara KPBB Ahmad Safrudin menjelaskan spesifikasi BBM di negara Asia berbeda-beda. Negara Asia menetapkan spesifikasi BBM merujuk pada kebutuhan standar kendaraan motor yang mereka adopsi.

"Mereka (Negara Asia) menggunakan acuan World Wide Fuels Charter untuk menetapkan spesifikasi BBM sehingga sesuai dengan persyaratan standar kendaraan bermotor di negaranya," papar Direktur KPBB Ahmad Safrudin dalam konferensi persnya di Jakarta, Senin (30/4/12).

Dicontohkan Ahmad negara-negara Asia menjual BBM yang berstandar Euro 1-4. Seperti India yang mengadopsi kendaraan berstandar Euro 4 sejak tahun 2010, dan otomatis BBM yang dikonsumsi pun menggunakan standar Euro 4. Juga di Vietnam mengadopsi kendaraan berstandar Euro 2 yang mengkonsumsi BBM berstandar Euro 2 pula.

"Nah, sekarang dimana posisi kualitas premium kita? Premium kita tidak dalam kategori yang memenuhi standard Euro, sekalipun Euro 1, padahal kendaraan di Indonesia sudah menggunakan standar Euro 2," tegasnya.

Ahmad ingin pemerintah mampu menaikkan kualitas premium. Apabila tidak, kata Ahmad, masyarakat akan membayar lebih mahal dengan kualitas premium yang diperoleh.

"Tentunya ini bertentangan dengan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen," katanya.

(rrd/hen)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Natuna, Daerah Kaya Sumber Daya yang Diincar China Senin, 18/07/2016 12:05 WIB
    Wawancara Tenaga Ahli Kemenko Maritim
    Natuna, Daerah Kaya Sumber Daya yang Diincar China
    Natuna adalah wilayah yang sangat penting. Bukan hanya kaya akan ikan, Natuna juga menyimpan potensi besar di sektor migas dan pariwisata.
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut